Wisata Religi di Ubud Palace Bali yang Pas Dikunjungi Bersama Keluarga

51 views

Lokasi: Jl. Raya Ubud No. 8, Kabupaten Gianyar, Bali
Harga Tiket Masuk: Gratis
Jam Operasional: 08.00 – 19.00 WITA
Map: KlikDisini

foto by instagram.com/cheriestylery/

Bali adalah salah satu daerah kebanggaan Indonesia yang kaya akan potensi wisata sejarah, budaya dan religi. Ada banyak pura yang bisa dijadikan objek untuk wisata yang satu ini, sebut saja salah satunya Ubud Palace atau yang biasa dikenal juga dengan Puri Saren Agung.

Lokasi Ubud Palace

Lokasi atau address Ubud Palace ini adalah di Jl. Raya Ubud, Desa Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Ini adalah salah satu destinasi wisata yang diincar oleh banyak orang saat berkunjung ke Pulau Dewata.

Anda bisa menuju ke Ubud Palace baik dengan kendaraan pribadi, kendaraan sewa maupun kendaraan umum. Jika Anda khawatir tersesat karena belum pernah ke sana atau lupa jalannya, Anda bisa menggunakan bantuan aplikasi Google Map.

Tiket Masuk Ubud Palace

foto by instagram.com/gdaytransport/

Tiket masuk atau entrance fee ke Ubud Palace ini adalah gratis. Jadi, Anda tidak akan dikenai aneka ticket apapun, kecuali jika Anda ingin melihat show performance seperti Bali Dance atau yang lainnya.

Jam Operasional Ubud Palace

Lanjut ke jam operasional atau opening hours, Ubud Palace sudah bisa Anda kunjungi pada jam 08.00 WITA karena pada jam tersebut objek wisata ini mulai dibuka. Anda juga harus pulang saat jam sudah menunjukkan pukul 19.00 WITA karena pada jam ini Ubud Palace sudah ditutup.

Sejarah Ubud Palace

Ubud Palace atau Puri Saren Agung ini menyimpan cerita tersendiri. Berdasarkan pada catatan sejarah yang saat itu masih ditulis di atas daun, diceritakan bahwa pada abad ke-8 ada seorang pemuka agama Hindu yang berasal dari India, namanya adalah Resi Markandeya.

foto by instagram.com/oolongjasmine/

Resi ini sebelumnya sudah berkeliling Pulau Jawa dan menyebarkan agamanya. Dia kemudian memperoleh wasiat bahwasanya di bawah kaki Gunung Agung Besakih terdapat 5 macam logam sakti. Inilah yang kemudian menjadi tempat berdirinya Pura Besakih.

Baca Juga  Bagi Pecinta Fotografi, Dream Museum Zone Sangat Menarik Untuk Dikunjungi

Resi tersebut akhirnya berangkat menuju Bali dan mendirikan beberapa pura. Resi ini juga mengenalkan sistem pengairan sekaligus sistem terasering untuk pertanian pada penduduk di sana. Lebih lanjut, Resi Markandeya juga mengajarkan sistem organisasi masyarakat yang masih digunakan hingga sekarang.

Abad ke-15 kemudian, kita tahu bahwa itu adalah masa dimana Kerajaan Majapahit runtuh. Bangsawan Jawa banyak yang melarikan diri ke Bali dan kemudian mendirikan sebuah kerajaan lain bernama Gelgel di daerah Klungkung.

foto by instagram.com/lucy.r.haynes/

Konon, kerajaan ini memberikan perlindungan yang penuh pada para bangsawan sisa Kerajaan Majapahit yang datang ke Pulau Dewata. Dari kejadian ini kemudian sistem kasta dimulai.

Hal ini terus berlanjut sampai abad ke-17 dimana sudah cukup banyak kerajaan baru yang berdiri di Bali, salah satunya di daerah Ubud. Daerah Ubud ini pada masa itu juga menjadi tempat berdiri bagi rumah para bangsawan yang kemudian disebut Puri.

Pada abad ke-17 ini juga di Bali terjadi peristiwa perebutan kekuasaan karena kerajaan-kerajaan di sana ingin memperluas daerah kekuasaannya.

foto by instagram.com/joaocarvalhoreis/

Saat itu, kerajaan Gelgel Klungkung mengirimkan pangerannya ke daerah Sukawati dengan tujuan untuk mendirikan sebuah istana.

Pembangunan istana ini melibatkan beberapa seniman dan begitu istana yang dimaksud sudah selesai, seniman-seniman tersebut merasa betah dan kemudian memilih untuk menetap di daerah tersebut.

Makanya tidak heran jika daerah Sukawati kemudian dipenuhi oleh banyak seniman berbagai bidang baik itu seni patung, seni tari, seni lukis hingga seni musik.

Beberapa waktu setelahnya, prajurit di istana Sukawati dikirim ke daerah Ubud dengan tujuan untuk mengamankan konflik yang terjadi antara dua orang sepupu.

foto by instagram.com/milesfordreams/

Raja Sukawati mengirimkan Tjokorde Ngurah Tabanan ke daerah Peliatan Ubud, dan Tjokorde Tangkeban ke daerah Sambahan Ubud. Dikirimnya dua orang saudara raja ini adalah untuk mempermudah tujuan mengamankan daerah Ubud tersebut.

Baca Juga  Menikmati Indahnya Suasana Pantai dari Sudut Sundays Beach Club Bali

Kedua utusan itu kemudian masing-masing membangun istana.

Usai istana yang didirikan oleh Tjokorde Ngurah Tabanan di daerah Peliatan Ubud ini selesai, Raja Mengwi lalu membantunya mendatangkan penduduk untuk hidup serta berkunjung ke Ubud sehingga Ubud kemudian mengalami peningkatan di sektor ekonomi.

Setelah itu, Belanda masuk ke Bali. Beberapa kerajaan di sana ada yang tidak suka dengan mereka termasuk kerajaan Mengwi.

foto by instagram.com/worldinmysuitcase/

Hal ini membuat Belanda melakukan provokasi terutama pada musuh Kerajaan Mengwi sehingga kerajaan tersebut kemudian berhasil dikalahkan.

Tak hanya mengalahkan Kerajaan Mengwi saja, Belanda kemudian menyebarkan pengaruh politiknya di Bali dengan menyerang serta menguasai daerah-daerah yang ada di daerah Badung seperti Kerajaan Klungkung dan Kerajaan Buleleng sehingga meletuslah perang besar yang kemudian dikenal dengan Perang Puputan.

Awal abad 21 kemudian, wiayah Ubud yang diperintah oleh Tjokorde Gede Agung Raka Sukawati menjadi wilayah cabang Sukawati, dan tahun 1981, Ubud ini ditetapkan sebagai kecamatan.

Nah, tempat tinggal Tjokorde Gede Agung Sukawati inilah yang kemudian dinamakan dengan Puri Saren Agung atau Ubud Palace.

Hal yang Menarik di Ubud Palace

foto by instagram.com/theannaoliveros/

Ubud Palace ini masih terjaga dengan baik sesuai aslinya. Anda sudah bisa merasakan kemegahan tembok yang terbuat dari bata merah dengan ketebalan 1 meter begitu Anda mulai memasuki gapura paduraksa. Gapura ini dihiasi oleh berbagai ornamen di tepiannya.

Melihat ke atas lubang masuk, Anda bisa melihat adanya ukiran Kala. Ukiran ini juga ada di sisi kiri dan kanannya dengan posisi yang menyudut.

Di bagian depan gapura, ada sepasang patung raksasa yang tampak menjadi penjaga, sementara di bagian relungnya juga terdapat patung namun ukurannya lebih kecil.

Baca Juga  Kuy Ah Kalau ke Bali Jangan Lupa Datang ke 90 Rumah Makan Ini

Lanjut ke bagian dalam, khususnya di balik gapura, Anda bisa melihat adanya bale yang biasa dimanfaatkanpengunjung untuk istirahat sembari menikmati keindahan puri.

foto by instagram.com/chun.ju_lin/

Patung raksasa yang ada di bagian depan memegang gada yang tampak berbentuk segi empat. Patung ini mengenakan ikat kepala berwarna putih serta memakai kain sarung poleng dengan ornamen berupa bunga keemasan.

Kabarnya, di Ubud Palace ini biasa diadakan pementasan tarian Bali setiap malam setiap jam 19.00.

Kori Agung Ubud Palace dipercaya menjadi tempat keluar masuknya para dewa. Pintunya diukir dengan warna keemasan dengan bagian atasnya dihiasi oleh relief Kala yang dijadikan simbol penolak bala.

Di bagian dalam Ubud Palace ini ada pendopo yang cukup besar lengkap dengan gamelan Bali. Sementara di sekelilingnya ada patung binatang dengan badan yang bersayap dan berkepala raksasa.

Sebelah kiri bagian dalam Ubud Palace ini ada lagi gapura paduraksa yang menjadi tanda bahwa selanjutnya ada kediaman pribadi keluarga raja.

foto by instagram.com/lindy0202/

Sampai di sini, pengunjung sudah tidak diperkenankan untuk masuk ke dalamnya, namun Anda bisa melihat adanya patung istri Dewa Brahma, yakni Dewi Saraswati yang sekaligus merupakan dewi pengetahuan dan kesenian.

Ubud Palace ini adalah salah satu alternatif wisata terbaik yang bisa Anda kunjungi di daerah Ubud, selain Saraswati Temple, Monkey Forest dan Ubud Market tentunya.

Sekali lagi, bukan hanya keindahan arsitektur Ubud Palace saja yang bisa Anda nikmati, tetapi Anda juga bisa sekalian menyaksikan Balinese Dance Royal Agung atau kalau Anda merasa lapar di malam hari, Anda bisa menjajal menu di King’s Palace.

Ubud Palace juga menjadi tempat dipampangnya informasi seputar jadwal (schedule), timings dan berbagai hal yang berkenaan dengan event yang dilaksanakan di sana.

Nah, kalau Anda ingin membaca review, akomodasi, price dan lain-lain yang berkenaan dengan Ubud Palace, Anda bisa mengunjungi website tripadvisor.

0/5 (0 Reviews)

Related Post

Leave a reply