Berinteraksi Dengan Ratusan Kera di Sacred Monkey Forest Bali

291 views

Lokasi: Jalan Monkey Forest, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571
HTM: Rp. 50.000 untuk dewasa dan Rp. 40.000 untuk anak-anak (3-12 tahun)
Buka/Tutup: Pukul 08:30-18:00 WITA (Kunjungan terbaik mulai pukul 14:00 WITA)
No. Telp: 0361-971304
Map: KlikDisini

foto by instagram.com/dira_pratiwi/

Tentu menjadi keinginan setiap orang agar bisa mengunjungi setiap sudut tempat wisata yang dihadirkan di salah satu pulau dengan pesona wisatanya yaitu Bali.

Bali dikenal sebagai daerah yang mempunyai daya pikat tinggi untuk dikunjungi oleh setiap wisatawan baik domestik atau pun mancanegara.

Selain pantai-pantai yang indah, kawasan wisata seperti waterboom atau waterpark yang menarik untuk menemani Anda bermain air, ada satu tempat yang sangat unik yang wajib untuk Anda kunjungi jika ke Bali, apalagi jika Anda ke kawasan Ubud. Tempat wisata itu adalah Ubud Monkey Forest.

Mengenal Monkey Forest

foto by instagram.com/qimjunior/

Seperti namanya, tempat wisata ini merupakan kawasan hutan lindung atau cagar alam dengan keunikan candi-candi di dalamnya dan kumpulan monyet atau kera dengan jumlah hingga ratusan ekor yang bisa Anda saksikan secara langsung.

Bahkan, tak jarang juga Anda bisa melakukan interaksi langsung dengan kera-kera tersebut seperti memberinya makan, atau mengabadikan momen seperti berfoto.

Mengambil konsep Tri Hita Karana, Monkey Forest ini ingin menyatukan harmoni dan kedamaian bagi semua masyarakat dan pengunjung yang berada di kasawan ini.

Pengunjung juga diharapkan agar bisa menjaga keselarasan dengan alam agar tercipta kenyamanan dan kebahagiaan lahir maupun batin. Nama asli dari Monkey forest ini pun adalah Mandala Wisata Wenara Wana, atau seringkali juga disebut sebagai Sacred Monkey Forest Sanctuary.

Monkey Forest, Rumah Ratusan Kera yang Unik

foto by instagram.com/1818balitour/

Ketika Anda memasuki kawasan cagar alam ini, perasaan sejuk, teduh, dan segar akan Anda rasakan mulai dari Anda memasuki kawasan parkir kendaraan atau entrance fee untuk membeli tiket.

Baca Juga  90 Kuliner Terbaik di Bali yang Sayang Buat Ditinggalkan

Anda akan langsung disambut oleh sekumpulan atau per ekor monyet-monyet dengan bahasa tubuhnya yang beragam. Sebelum masuk, biasanya ada warung atau pedagang yang menjual pisang. Jika Anda berniat untuk memberi makan monyet-monyet, Anda bisa membeli pisang tersebut.

Uniknya, ketika Anda membawa makanan, monyet akan mendekati Anda dengan berguling-guling di hadapan Anda sebagai tanda meminta makanan dari Anda.

foto by instagram.com/andr345np/

Jika Anda belum memberinya makanan, kera tersebut akan mengikuti Anda sampai akhirnya Anda memberikan makanan tersebut. Namun jika Anda tidak membawa makanan, kera itu pun akan bersikap seolah tidak peduli dan cenderung membiarkan Anda.

Setidaknya, ada ratusan ekor kera yang hidup di cagar alam yang terkenal sakral ini. Ada yang menyebutkannya dengan jumlah kisaran 400-600 ekor yang merupakan kera dengan ekor panjang khas Bali, atau kera-kera lainnya.

Anda bisa berinteraksi secara langsung dengan kera-kera tersebut namun dengan catatan tidak memaksakan interaksi yang berlebihan karena bisa jadi akan mengganggu.

foto by instagram.com/beebeegram/

Anda juga harus berhati-hati ketika berada di dalam hutan dengan banyaknya pohon yang tinggi menjulang. Dengan lahan yang luasnya sekitar 27 hektar ini, sekitar ada 115 spesies pohon yang tumbuh memenuhi kawasan hutan lindung tempat kera-kera hidup ini.

Kawasan ini juga merupakan daratan yang berada di antara jurang-jurang gunung. Namun, pengelola setempat telah memfasilitasi jalan untuk para pengunjung dan juga toilet untuk keperluan Anda. Bahkan lahan parkir kendaraan pun gratis Anda pakai untuk menyimpan kendaraan Anda.

Pura di Dalam Hutan

foto by instagram.com/cerievans79/

Saat Anda di dalam hutan, menariknya, ada tiga pura yang dibangun. Tiga pura ini juga masih aktif digunakan masyarakat untuk melakukan ritual atau peribadatan.

Baca Juga  Kunjungi Tempat Suci Pura Pulaki yang Penuh Peninggalan Sejarah

Salah satu pura yang paling besar adalah Pura Dalem Agung Padangtegal yang berada di sebelah Barat Daya. Biasanya pura ini digunakan untuk beribadah dan memuja Dewa Hyang Pendaur Ulang atau Dewa Siwa.

Ada juga Pura Beji yang letaknya di arah Barat Laut. Pura ini dipercaya menjadi tempat penyucian diri sebelum melakukan upacara atau piodalan.

Tempat ini juga dipercaya menjadi tempat pemujaan Dewi Gangga. Adapun pura yang lain adalah Pura Prajapati, letaknya di arah Timur, persis berdekatan dengan kuburan-kuburan.

foto by instagram.com/brunojrp21/

Di mana, kuburan ini adalah kuburan sementara masyarakat yang telah meninggal dunia sebelum akhirnya dilakukan Ngaben massal yang dilakukan setiap 5 tahun sekali.

Meskipun seringkali digunakan sebagai sarana peribadatan, namun Anda bisa mengabadikan momen indah Anda bersama keluarga di pura ini. Tak jarang juga akan Anda temukan kera-kera yang bersantai atau berdiam diri di dalam pura ini atau di atasnya.

Anda juga akan banyak menemukan candi yang berbentuk kera yang bisa Anda jadikan sebagai spot unik untuk Anda mengambil gambar.

Simpan Barang Anda dengan Aman

foto by instagram.com/zee_baybee/

Namun Anda juga harus berhati-hati dan memperhatikan beberapa hal ketika sedang berada di kawasan cagar alam Monkey Forest ini. Sebaiknya, Anda menyimpang barang-bawaan Anda dengan benar.

Apalagi jika Anda mengenakan aksesoris yang mencolok seperti perhiasan anting, gelang, atau juga topi dan kacamata, sebab bisa jadi kera yang ada akan tertarik untuk mengambilnya.

Jika Anda ingin mengambil gambar atau foto, harap pegang dengan erat kamera atau handphone Anda. Sebab bukan hal yang tidak mungkin juga jika kera-kera bisa mengambil atau menabrak dan menjatuhkannya.

Akses dan Rute Jalan Menuju Monkey Forest

foto by instagram.com/lenka_brez/

Untuk sampai di cagar alam ini, tentu tidak sulit dan mudah untuk diakses. Anda bisa memanfaatkan moda transportasi yang ada. Seperti menyewa kendaraan, memakai taksi, atau pun menggunakan ojek. Anda juga bisa memakai kendaraan umum.

Baca Juga  Ingin Berwisata Ke Tempat Menarik dan Penuh Misteri? Danau Tamblingan Bisa Langsung Dituju

Karena kawasannya termasuk wilayah wisata Ubud, banyak sekali shuttle bus yang menuju Ubud ini, di pemberhentian Anda hanya perlu menaik ojek dengan bayar tarif ongkos mulai dari Rp. 10.000 per orang.

Jika Anda berada di International Airport Ngurah Rai, Anda bisa mengambil rute jalan via Jalan By Pass Ngurah Rai dengan jarak tempuh sekitar 36 kilometer.

Anda bisa masuk ke Jalan By Pass lalu masuk kawasan Kota Denpasar dengan belok kanan di Jalan Supratman. Kemudian belok kiri masuk ke Jalan Batubulan, selanjutnya bisa terus ke Jalan Singapadu dan masuk kawasan Ubud, sampai akhirnya belok kiri dan masuk ke Jalan Monkey Forest.

Akomodasi

foto by instagram.com/chandlerignaszewski/

Untuk memudahkan Anda mengunjungi Monkey forest ini, Anda juga bisa mengikuti opening tour yang tersedia oleh beberapa agen penyedia.

Tentunya, Anda tidak perlu repot untuk perihal accomodation Anda kalau-kalau Anda memerlukan penginapan, hotel, atau guest house.

Banyak sekali akomodasi yang bisa Anda pilih di sekitaran Ubud. Terlebih, setelah Anda lelah seharian berwisata dan berjalan-jalan di Monkey Forest, pasti Anda ingin langsung beristirahat dengan nyaman.

Jika Anda mencari akomodasi yang price-nya sesuai dan juga dekat dengan lokasi Anda berwisata, Anda bisa mencari di zenrooms atau mencari reviews-an di tripadvisor.

Anda akan menemukan pilihan hotel atau village seperti Ubud Bungalow, atau Komaneka yang merupakan hotel bintang 4 dengan fasilitas yang memanjakan Anda ditambah dengan kolam renang, ruangan bebas asap rokok, hingga sarapan pagi, akses WiFi dan parkir gratis.

Banyak juga restoran, cafe atau tempat makan yang berada di sekitaran Monkey Forest yang memudahkan Anda jika lapar mendera. Tentunya, sayang sekali jika liburan Anda meninggalkan tempat wisata Monkey Forest yang unik ini.

Related Post

Leave a reply