Mau Mengenang Jasa Para Pahlawan? Dateng Saja ke Bunderan Tugu Muda Semarang

971 views

Semarang, selain adalah kota yang menjadi pusat pemerintahan bagi Provinsi Jawa Tengah, juga adalah suatu wilayah dengan peninggalan sejarah. Kota ini menjadi saksi bagi banyak peristiwa perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan.

Sampai sekarang, gedung-gedung bergaya arsitektur khas pada masa kolonial, masih berdiri dengan gagah di Semarang. Berikut artikel serta info yang mencakup asal usul/mula.

Sejarah Obyek Wisata

Tugu muda semarang, foto: instagram.com/noey.ahmad/

Tugu Muda, nama dari sebuah bangunan berupa monumen yang ada di sekitar kawasan utama Semarang. Tugu Muda dibangun sebagai arti penghargaan terhadap jasa para pahlawan dalam Pertempuran Lima Hari Semarang tempo dulu. Monumen dengan tiga bagian ini dibangun dengan peletakan batu pertama dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah pada Oktober 1945, yaitu Mr. Wongsonegoro.

Adanya peristiwa pertempuran November 1945 membuat pembangunan sempat terbengkalai. Hingga pada 1951, Hadi Soebono Sosro Wedoyo yang saat itu menjabat sebagai Walikota Semarang, membentuk Panitia pembangunan. Lokasi tugu, yang pada awalnya berada di alun-alun kota Semarang, kemudian dipindahkan ke tempat terjadinya pertempuran lima hari.

Pemandangan di sekitar, foto: instagram.com/littlepetto/

Peresmian Tugu Muda sendiri dilakukan pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional di tahun 1953. Presiden Republik Indonesia meresmikan monumen hasil arsitek Salim, serta seniman Hendro (orang yang mengerjakan relief pada bangunan tugu muda).

Pertempuran Lima Hari Semarang

Taman yang ada di dalam area, foto: instagram.com/lestariwahyuutami/

Perlawanan di ibukota Jawa Tengah ini dipandang sebagai suatu pertempuran terhebat dari rakyat Indonesia kepada Jepang. Kejadian itu berlangsung pada 15-20 Oktober 1945 dimana bangunan Lawang Sewu yang saat itu sudah berdiri kokoh, turut menjadi saksi bisu perjuangan masyarakat Semarang menghadang penjajah Jepang.

Baca Juga  Pengen Tau Restoran di Solo? Nih Kami Kasih 50 Yang Terbaik

Berbicara mengenai sejarah, pertempuran ini dipicu karena tawanan Jepang melarikan diri pada 14 Oktober 1945. Di hari itu juga, pasukan Jepang dengan bersenjatakan lengkap tiba-tiba mengadakan serangan pada anggota polisi istimewa di Reservoir Siranda, yaitu letak fungsi sumber air minum. Mereka dibawa ke Kidobutai dan juga terdapat kabar adanya racun dari tentara Jepang ke dalam reservoir.

Pesta kembang api pada tahun baru, foto: instagram.com/miaayu_sr1305/

Dokter Kariadi, yang waktu itu menjabat sebagai kepala Rumah Sakit Purusara (saat ini namanya berganti menjadi RSUP dr. Kariadi), memeriksa Reservoir Siranda untuk memastikan kebenaran berita tersebut. Namun, dalam perjalanan, tepatnya di Jalan Pandanaran, mobil yang ditumpangi dr. Kariadi dicegat oleh tentara Jepang.

Ia dan sopirnya (seorang pemuda, tentara pelajar) ditembak mati secara keji. Tanggal 14 Oktober malam, setelah kecelakaan itu, ia dilarikan ke Rumah Sakit namun nyawanya sudah tidak tertolong. Dokter muda tersebut gugur dan meninggalkan istrinya, drg. Soenarti yang sudah mencegah kepergian suaminya ke reservoir.

Keindahan air mancur, foto: instagram.com/lutfyawaludin/

Sebagai peringatan serta penghormatan terhadap jasa dan keberanian dr. Kariadi yang gugur pada usia 40 tahun tersebut, Rumah Sakit tempatnya bertugas, kini diubah namanya menjadi RSUP dr. Kariadi.

Lokasi Wisata

Keadaan tugu dari dekat, foto: instagram.com/raobersykopoo/

Monumen peringatan perjuangan ini didirikan di lokasi Pertempuran Lima Hari Semarang. Tugu Muda merupakan suatu bunderan di pertemuan beberapa jalan utama Semarang, yaitu Pemuda, Imam Bonjol, Dr. Sutomo, Pandanaran, serta Mgr Sugiyopranoto yang juga sering disebut sebagai Jalan Siliwangi.

Letak Tugu Muda tidak jauh dari pusat kegiatan kota Semarang. Tugu Muda berhadapan dengan Lawang Sewu serta Museum Mandala Bakti, beberapa objek wisata terkenal di Semarang lainnya. Letaknya juga dekat dari Wisma Perdamaian, Kimia Farma, Sekolah, Gereja Katedral Santa Perawan Maria, dan juga Universitas Dian Nuswantoro.

Pemandangan dari ketinggian, foto: instagram.com/saryo_arrin_ananta/

Beberapa meter dari Tugu Muda juga terdapat Grand Mall, Hotel, ataupun Gedung Bank serta bangunan perkantoran lain. Bila pergi ke arah timur melalui Jalan Pandanaran, maka dapat terlihat bahwa Tugu Muda dibangun sejajar dengan Kawasan Simpang Lima. Sementara itu, bila pergi ke arah Barat, akan sampai pada Bandar Udara Internasional Ahmad Yani.

Baca Juga  Wisata Alam Seru Sambil Ngopi di Pondok Kopi Umbul Sidomukti, Berikut 12 Foto dan Ulasan Menariknya

Daya Tarik

Salah satu daya tarik yang dimiliki, foto: instagram.com/ketaketikcom/

Melalui monument ini, masyarakat akan bisa mengenang jasa pahlawan bangsa Indonesia yang gugur demi membela serta mempertahankan kemerdekaan. Sang arsitek mendesain tugu ini sedemikian rupa sehingga menggambarkan semangat juang yang tidak kenal lelah tersebut. Dapat dilihat bahwa desain monumen adalah mirip dengan kotak lilin dengan api yang menyala serta bagian dasar yang melandasi lilin untuk tetap berdiri.

Arsitektur Tugu Muda dapat dibagi kedalam tiga bagian bangunan dengan keseluruhannya terbuat dari batu untuk mempertahankan bangunan supaya tetap kuat. Bagian pertama adalah dasar, dimana berbentuk segilima dan pada bagian kaki dibuat relief pada masing-masing sisi dari lima sangga pilar. Sangga pilar ini sekaligus merupakan suatu perlambang dari Pancasila yang menjadi ideologi, identitas, serta semangat bangsa kita.

Tempat makan yang ada di sekitar, foto: instagram.com/raiya_s/

Relief yang ada di dasar Tugu Muda terdiri dari berbagai macam gambar filosofi. Relief pertama adalah kehidupan rakyat Indonesia pada masa penjajahan, baik Belanda atau Jepang. Kondisi ini digambarkan melalui relief Hongerodeem, atau penyakit busung lapar yang kala itu mendera masyarakat. Relief berikutnya menceritakan mengenai pertempuran, penyerangan, serta korban yang harus dibayar demi merebut kemerdekaan. Hingga pada akhirnya, sampai pada relief terakhir, yaitu kemenangan pertempuran selama lima hari di Semarang.

Untuk memberikan keindahan di monumen ini, dibangunlah taman dengan berbagai ornamen di sekeliling Tugu Muda. Di dalamnya terdapat beberapa lampu klasik dengan warna putih dan kuning, pepohonan serta air mancur. Di taman ini juga terdapat pohon cemara yang memberikan kesan menyejukkan. Sebagai sebuah perlambang akan pertempuran lima hari tersebut, diberikan juga replika bambu runcing.

Kondisi trotoar yang ada di sektiar, foto: instagram.com/azurea18/

Ketika hari siang dan cerah, pemandangan dari Tugu Muda sangat menawan. Pengunjung atau mereka yang mengendarai transportasi (baik pribadi ataupun kendaraan umum) akan bisa menikmati kesejukan taman beserta air mancur di sekitar Tugu sembari melihat beberapa gedung di sekitarnya. Lawang Sewu, yang terletak tepat di seberang Tugu Muda, adalah salah satu dari sekian banyak destinasi wisata wajib di Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga  Ingin Nongkrong Asyik di Semarang Hingga Malam? Jalan Pahlawan Semarang Tempatnya

Di tahun 2019 ini, Tugu Muda banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Semarang. Pemuda-pemudi banyak yang menggunakan taman Tugu Muda sebagai meeting spot acara untuk bersantai, nongkrong, atau mengambil foto serta gambar sambil makan/jual kuliner murah seperti bakso. Banyak terdapat file-file vector, ssb, photo, miniatur, cerita, jersey sepak bola, batik, dp bbm, kontrakan, kost, legenda, lambang, logo, lukisan, latar belakang, latihan, misteri yang dibuat. Bila anda berkunjung ke daerah ini di malam hari, tentu akan menjumpai pemandangan ini.

Kondisi lalu lintas yang ada di sektiar, foto: instagram.com/mohammadrifkinugroho/

Pembangunan Tugu peringatan perjuangan bangsa kita ini memang tidak mudah. Bahkan harus menunggu beberapa waktu untuk melanjutkan pembangunan dari peletakan batu pertama. Hingga saat ini, beberapa puluh tahun setelah kemerdekaan, monumen ini sudah mengalami berbagai penambahan ornamen. Pemerintah kini sudah menetapkan Tugu Muda sebagai suatu daerah cagar budaya.

Suasana pada malam hari, foto: instagram.com/mtr_burhans/

Lokasi: Jl.Pemuda, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Map: KlikDisini
Buka/Tutup:
24 jam
HTM:
Free
Telepon:

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply