Snorkling di Taman Nasional Bali Barat, ini Spot Terbaiknya!

1049 views

Taman Nasional Bali Barat (West National Park Bali) merupakan sebuah taman nasional yang meliputi wilayah terestrial (daratan) dan lautan. Berbagai jenis flora dan fauna dilindungi di taman nasional ini.

Dilansir dari Wikipedia, taman nasional ini berada di antara dua kabupaten, yaitu kabupaten Jembrana dan kabupaten Buleleng dengan letak geografis antara 8° 05′ 20″ sampai dengan 8° 15′ 25″ LS dan 114° 25′ 00″ sampai dengan 114° 56′ 30″ BT.

Sejarah Taman Nasional Bali Barat

Taman nasional bali instagram.com/paramasansekerta/

Pada tahun 1911 seorang ahli biologi dari Jerman, Dr. Baron Stressman mendarat secara tidak sengaja mendarat di perairan Singaraja karena kapal yang seharusnya menuju ke Maluku mengalami kerusakan.

Beliau tinggal di wilayah ini selama tiga bulan dan melakukan penelitian tentang spesis burung asli Bali yakni Jalak Bali (leucopsar rothschildi).  Penelitian tersebut kemudian diteruskan oleh Dr. Baron Viktor von Plesen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ternyata penyebaran spesies avis ini hanya ada di desa Bubunan sampai dengan Gilimanuk, kurang lebih  seluas 320 km2 .

Dermaga yang ada di sekitar, foto: instagram.com/harianto.puguh/

Selain jalak bali, tempat ini juga menjadi rumah bagi fauna langka lainnya misalnya harimau bali, menjangan, kera abu-abu, kera hitam, kucing liar, banteng, kijang, burung ibis putih kepala hitam, trenggiling, landak dan kancil.  Untuk jenis flora diantaranya sawo kecik, sono keling, bayur, ketangi, burahol dan cendana.

Untuk melindungi flora fauna langka, pada tanggal 13 Agustus 1947 Dewan Raja-raja Bali mengeluarkan surat keputusan nomor SK No. E/I/4/5/47 yang menetapkan kawasan Taman Pelindung Alam pada Hutan Banyuwedang dengan luas 19.365,6 ha atau disebut dengan Suaka Margasatwa Bali Barat.

Tempat penangkaran jalak bali, foto: instagram.com/harianto.puguh/

Kemudian pada tanggal 10 Maret 1978 menteri pertanian mengeluarkan SK nomor 169/Kpts/Um/3/1978  menetapkan bahwa kawasan yang terdiri dari Pulau Menjangan, Pulau Burung, Pulau Kalong, Pulau Gadung, dan Suaka Margasatwa Bali Barat sebagai Suaka Alam Bali Barat.

Baca Juga  Seminyak Square, Mall Kelas Atas yang Sayang Dilewatkan Saat Ke Bali

Pada tahun 1984 Suaka Alam Bali Barat ditetapkan sebagai Taman Nasional Bali Barat dengan luas 19.002,89 ha dengan 15.587,89 ha luas daratan dan 3.418 ha luas perairan.

Keunikan Taman Nasional Bali Barat

Salah satu daya tarik yang dimiliki, foto: instagram.com/dzikriyogiilhami/

Keunikan pada taman nasional yang jarang dimiliki taman nasional lain yakni perpaduan antara ekosistem daratan dan lautan dalam satu kawasan. Ekosistem daratan terdiri dari berbagai macam hutan yakni hutan hujan, hutan hujan dataran rendah, hutan pantai, dan savana.

Sedangkan ekosistem laut terdiri dari ekosistem hutan mangrove, coral, lamun, dan perairan laut dangkal sampai dalam.

Kawasan taman nasional dibagi menjadi 3 zona, yaitu zona inti, zona rimba, dan zona pemanfaatan intensif. Ketiga zona itu memiliki fungsi dan pemanfaatan yang berbeda.

Keindahan sunset yang dimiliki, foto: instagram.com/urwah_fairish/

Zona inti merupakan zona terlarang uuntuk dimasuki wisatawan karena zona ini difungsikan sebagai tempat penelitian dan pengembangan. Zona rimba berfungsi sebagai penunjang zona inti. Wistawan masih diperbolehkan untuk berpetualang di kawasan ini.

Zona ketiga adalah zona pemanfaatan intensif. Zona dikhususkan untuk kepentingan budaya dan pariwisata (ekowisata). Zona ekowisata ini diantaranya kawasan Teluk Terima, Prapat Agung, Bakungan, Klatakan, dan Pulau Menjangan.

Keseruan bermain snorkeling, foto: instagram.com/riavacation/

Untuk menjaga konservasi dan penelitian berkelanjutan taman nasional bekerja sama dengan berbagai lembaga dan instansi yang concern terhadap pelestarian alam.

Lembaga-lembaga tersebut adalah BirdLife International, American Zoo and Aquarium Association (AZAA), Jersey WildLife Preservation Trust (JWPT), Kebun Binatang Surabaya, Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Universitas Udayana, Trimbawan Semesta Sejati, Shorea Barito Indonesia, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Sampai saat ini Taman Nasional Bali Barat merupakan pusat penangkaran burung jalak bali yang menjadi ciri khas satwa asli Bali. Dan karena menjadi ciri khas itulah maka burung asal pulau Dewata ini dijadikan logo Taman Nasional Bali Barat.

Baca Juga  Ingin Berwisata Ke Tempat Menarik dan Penuh Misteri? Danau Tamblingan Bisa Langsung Dituju

Aturan Kegiatan Penelitian

Wisatawan lokal yang ingin melakukan penelitian di kawasan Taman Nasional Bali Barat diwajibkan untuk membuat surat ijin tertulis dan melampirkan proposal yang ditujukan kepada Pimpinan Taman Nasional Bali Barat.

Kumpulan rusa yang ada di sekitar, foto: instagram.com/informasi.indonesia/

Sedangkan wisatawan asing membuat surat ijin tertulis dan proposal ditujukan kepada Direktorat Jenderal Perlindungan dan Konservasi Alam, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Jika memerlukan  tour guide wisatawan bisa menghubungi Balai Besar Taman Nasional Bali Barat yang beralamat di jalan raya Cekik. Wisatawan bisa menanyakan apa saja terkait dengan taman nasional ini kepada tour guide.

Lokasi yang sebaiknya dikunjungi sebelum berekspolrasi adalah Wisma Cinta Alam yang merupakan pusat informasi Taman Nasional.

Keindahan alam sekitar, foto: instagram.com/riavacation/

Di tempat ini wisatawan akan mendapatkan segala macam deskripsi dan informasi mengenai Taman Nasional Bali barat yang berupa gambar, tulisan, foto, map, peraturan, dan fasilitas yang disediakan.

Setelah penelitian selesai peneliti wajib menyerahkan copy  jurnal kepada kepala Balai Besar Taman Nasional Bali Barat.

Fasilitas yang Tersedia

Keindahan bawah laut, foto: instagram.com/arsetphotography/

Akomodasi dan fasilitas di Taman Nasional Bali Barat diantaranya pemandu wisata (guide), menara pandang, pondok jaga, pondok wisata, jalan setapak untuk penjelajahan, penyewaan alat snorkling dan speed boat.

Apabila memerlukan tempat penginapan tersedia berbagai penginapan mulai dari hotel melati dengan biaya terjangkau sampai hotel bintang lima yang tersebar di daerah Labuan Lalang maupun di sekitar Pelabuhan Gilimanuk.

Aktivitas menarik yang dilakukan di taman nasional ini adalah safari tour, bird watching, trekking, snorkling, diving, dan speed boat. Jika wisatawan menginginkan berkemah ala backpacker disediakan camping ground di dekat hutan Segara Rupek.

Jalan bali di penangkaran, foto: instagram.com/momon_tjq/

Berbagai blog dan website juga menawarkan paket tour yang menyediakan accomodation, meal, dan paket wisata lain dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan.

Baca Juga  Menikmati Keindahan Uluwatu Temple yang Menghadap Langsung ke Samudera Hindia

Adapun lokasi wisata yang menjadi favorit para wisatawan adalah Pulau Menjangan yang merupakan habitat menjangan atau rusa. Selain menikmati keindahan alam dan melihat habitat rusa, wisatawan bisa menyelami ekosistem perairan dengan snorkling.

Ini adalah spot terbaik untuk menikmati snorkling on beach. Menyaksikan  sebanyak 111 spesies karang dengan 18 familia dan 226 jenis ikan yang hidup di kawasan ini akan menjadi cerita dan pengalaman tak terlupakan.

Larangan Wisatawan Kawasan Karang

Untuk menjaga kelestarian kawasan karang wisatawan tidak diperbolehkan menangkap, memindahkan, merusak, atau membunuh apa saja yang hidup di laut. Dilarang membuang dan memasukkan sampah  ke dalam laut.

Wisatawan juga dilarang duduk, berdiri atau istirahat di atas karang hidup kecuali dalam keadaan darurat yang mengancam keselamatan. Dan wisatawan dilarang berlabuh atau mendarat di pantai selain yang telah ditentukan.

Akses Menuju Lokasi

Salah satu spot foto favorit, foto: instagram.com/dzikriyogiilhami/

Taman Nasional Bali Barat dapat ditempuh dari Denpasar selama 3 jam ke arah barat laut. Jika datang dari pelabuhan Ketapang Banyuwangi wisatawan dapat menyebrang dengan kapal feri menuju pelabuhan Gilimanuk yang ditempuh selama 30 menit. Kemudian dari pelabuhan Gilimanuk hanya berjarak 2 km bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi, kendaan umum maupun ojek.

Tiket Masuk

Harga tiket masuk (htm) sebesar adalah Rp. 2.500 per orang untuk wisatawan domestik dan Rp. 20.000 per orang untuk wisatawan asing. Entrance fee ini bisa dibayarkan pada pos yang terdapat pada pintu masuk.

Kelemahan pada taman nasional ini adalah minimnya fasilitas MCK yang hanya tersedia di Teluk Terima dan Labuan Lalang.

Salah satu pura yang ada di sekitar, foto: instagram.com/pariartha80/

Lokasi: Cekik, Kabupaten Jembrana, Bali Barat 82253
Map: KlikDisini
HTM: Rp.2.500/Orang
Buka/Tutup: 08.00 – 18.00
Telepon: (0365) 61060, 61173

0/5 (0 Reviews)
Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply