Bisa Menikmati Pemandangan Laut Dari Taman Diponegoro Semarang, Benarkah?

669 views

Kawan, ketika berkunjung di kawasan kota Semarang, temperatur serta kondisi udara di tempat ini memang sedikit lebih tinggi dibandingkan beberapa daerah sekitarnya. Jelas saja karena ibukota Provinsi Jawa Tengah ini berada di pesisir pantai.

Taman diponegoro semarang, foto: hellosemarang.com

Tentu masih ingat bukan dengan Tanjung Emas yang merupakan pelabuhan di Semarang? Jangan salah kawan. Sekalipun merupakan kota pesisir pantai dengan suhu udara cukup lembap, di kota Semarang juga terdapat banyak daerah hijau lho.

Kawasan ini bahkan sudah dibangun dari beberapa tahun yang lalu. Penataan Kota Semarang memang tidak main-main mengingat bahkan ketika masa penjajahan, daerah ini merupakan salah satu pusat kegiatan pemerintahan.

Suasana yang ada di sekitar, foto: flickr.com

Bila rekan-rekan mengunjungi Semarang atau sekedar melihat kawasan ibukota Jawa Tengah dengan menggunakan satelit serta Online Maps, kalian akan melihat beberapa ruang terbuka hijau yang disediakan pemerintah untuk membuat Kota ini tetap asri.

Beberapa taman yang dibangun, antaralain Tabanas, KB, Singosari, serta beberapa kawasan terbuka hijau dengan beberapa skala.

Lokasi

Tempat duduk yang ada di sekitar, foto: pemkotsemarang2016.wordpress.com

Bila berjalan-jalan di area Semarang, jangan lupa untuk mampir di kawasan Taman Diponegoro. Letak city park ini ada di daerah pemukiman Candi Baru, yaitu kawasan Semarang atas. Daerah ini disebut juga sebagai suatu simpul pusat Candi Baru yang merupakan pertemuan antara batas-batas daerah kelurahan Wonotingal, Gajahmungkur, Tegalsari, serta Lempongsari.

Taman Diponegoro ini menghubungkan wilayah Semarang atas dan bawah, yaitu antara Tugu Muda di Jalan S. Parman serta Simpang Lima di kawasan Jl. Diponegoro. Taman Diponegoro, karena berada di titik pertemuan jalan-jalan besar di Semarang, adalah salah satu lokasi dengan tingkat arus lalu lintas tinggi.

Foto sejarah pembangunan taman, foto: pamboedifiles.blogspot.co.id

Rekan-rekan bisa dengan mudah untuk menemukan Taman Diponegoro di Online Map hanya dengan melihat titik yang menjadi pertemuan keenam jalan ini, yaitu S. Parman, Telomoyo, Sultan Agung, Diponegoro, Kawi, serta Argopuro.

Baca Juga  12 Bukti Foto Keindahan Curug 7 Bidadari di Ungaran Semarang

Sejarah

Pada tahun 1906, setelah terbentuknya Kota Praja Semarang, dibangunlah sebuah taman dan diberi nama Diponegoro. Taman itu dibangun sebagai suatu langkah untuk menjaga agar daerah Semarang tidak kumuh.

Keseruan pengunjung saat piknik, foto: instagram.com/aydyah85/

Taman Diponegoro, yang pada waktu itu disebut sebagai Raadsplein, merupakan pusat dari pemukiman Candi Baru. Kita akan sedikit berbicara mengenai sejarah serta langkah untuk memperkirakan usia atau tahun pembangunan melalui bukti-bukti kawan.

Pada tahun 1916 seseorang bernama Thomas Karsten membangun suatu kawasan, yang diberinama Candi Baru, dengan mengusung konsep Garden City. Karena adanya bukti ini, maka diperkirakan Raadsplein mulai dibangun pada tahun yang sama pula, yaitu 1916.

Salah satu daya tarik yang dimiliki, foto: pemkotsemarang2016.wordpress.com

Konsep ini dilakukan dengan membangun kota berdasarkan penataan bangunan membentuk public urban space sebagai pokok persoalan. Perancangan tata kota ini juga bertujuan untuk menggambarkan kekuasaan Walikota kolonial Belanda yaitu dengan membangun Burgermeesterwoning di sisi utara Raadsplein.

Bangunan ini, selain membentuk aksis kuat, juga merupakan suatu jalan keluar bagi topografi daerah Semarang yang miring. Pada awal pembangunannya, taman dengan ukuran 50×15 m ini membentuk empat persegi panjang dengan tambahan plaza bulat di bagian tengahnya.

Lokasi olahraga yang cocok, foto: pemkotsemarang2016.wordpress.com

Pada waktu itu, Taman ini dibangun dengan menghadap ke arah Rumah Dinas Kasdam Diponegoro. Jadi, Walikota Semarang yang tinggal di rumah dinas ini bisa sekaligus menikmati keindahan taman, kawan.

Daya Tarik

Kemampuan para arsitektur Belanda dalam melakukan tata kota serta bangunan memang tidak diragukan lagi mengingat mereka berhasil membangun bendungan yang begitu kuat untuk menjaga negaranya agar tidak tenggelam di air laut.

Kebersihan yang dimiliki taman, foto: fariable.blogspot.co.id

Hingga tahun 2019 ini, kondisi serta arsitektur taman tetap dipertahankan sebagaimana mestinya. Kondisi topografi tanah yang miring ternyata dimanfaatkan pemerintah untuk menambahkan beberapa pohon rindang di taman ini.

Baca Juga  Wahana Permainan Air Yang Berada di Perumahan Bukit Wahid, Jungle Toon Waterpark

Bila dilihat dengan teliti, kita juga akan bisa menikmati kekhasan gaya Renaisance-Perancis melalui Taman Diponegoro ini kawan, karena konsep pembangunan memang lebih condong ke style itu. Namun demikian, kawasan Diponegoro Park juga mengalami perubahan sebagaimana daerah-daerah di Semarang lainnya.

Keadaan jalan raya di sekitar, foto: wisatalengkap.com

Beberapa bangunan modern seperti pertokoan, susteran, Puri Wedari, serta susteran, mulai banyak dibangun di sekitar taman. Sekalipun demikian, pembangunan gedung-gedung modern ini tetap terkontrol dan tidak mengurangi ruang hijau yang disediakan pemerintah untuk mengimbangi kepadatan Semarang.

Taman Diponegoro adalah yang paling disukai masyarakat Semarang kawan. Pendapat ini dinyatakan melalui koran Jawa Tengah, Suara Merdeka, yang melakukan survey. Kalau kalian, manakah yang paling menarik, kawan?

Masyarakat Semarang menyukai kawasan ini karena memiliki nilai estetika tinggi dengan berbagai potensi. Di tempat ini terdapat berbagai fasilitas pendukung taman seperti lampu, bangku, dan beberapa tanaman hijau yang tinggi serta rindang.

Rimbunanya pepohonan yang ada di sektiar, foto: oogleusercontent.com

Namun kawan, sekalipun demikian, ternyata juga terdapat kendala ketika pengunjung ingin menikmati keindahan taman. Bisakah menebak kenapa itu?

Akses atau rute-nya kawan. Seperti yang disebutkan di atas, Taman Diponegoro berada di kawasan persimpangan enam jalan besar, dan terletak sebagai suatu bundaran diantara keenamnya.

Sementara itu, keenam jalan ini merupakan lokasi dengan arus lalu lintas tinggi. Hal ini akan sangat menyulitkan pengunjung yang hendak menikmati keindahan taman.

Arus lalu lintas yang tinggi ini menjadi salah satu alasan mengapa Taman Diponegoro tidak begitu banyak dikunjungi seperti seharusnya. Nah, bila rekan-rekan ingin menikmati keindahan Taman Diponegoro, bisa dengan berbagai cara, baik menggunakan transportasi umum ataukah dengan kendaraan pribadi.

Salah satu fasilitas yang ada, foto: wisatalengkap.com

Bila membawa kendaraan, bisa memarkirnya di kawasan pertokoan yang ada di seberang Taman. Lahan parkir yang ada di tempat ini cukup luas sehingga siapapun bisa memanfaatkannya untuk menitipkan kendaraan bila hendak menuju Taman Diponegoro.

Baca Juga  Ternyata Semarang Juga Memiliki Wisata Alam yang Menarik Lho, Umbul Songo Kopeng

Tidak perlu khawatir mengenai keamanannya, karena sudah terdapat petugas parkir dan rekan-rekan hanya tinggal membayar retribusi parkir. Di taman ini, rekan-rekan bisa melakukan berbagai kegiatan, tidak hanya duduk atau menikmati udara saja.

Bila anda adalah seorang penggemar fotografi, silakan membawa camera ke tempat ini dan mengambil landscape kota Semarang dalam bentuk foto. Bisa juga dengan membawa buku sketsa dan menggambar pemandangan kepadatan lalu lintas Ibukota Jawa Tengah.

Kondisi jalan yang ada di sekitar, foto: orepras.files.wordpress.com

Beberapa masyarkat juga sering mengadakan berbagai kegiatan hiburan di kawasan ini. Tidak dalam artian suatu acara besar, namun hanya sebagai suatu cara untuk merefresh pemikiran dan menikmati pemandangan.

Sudah terdapat fasilitas berupa tong sampah untuk pengunjung bisa membuang bekas makanan atau minuman di tempat ini sehingga kebersihan tetap terjaga. Bisa juga menikmati panorama alam, sunset atau sunrise melalui kepadatan yang dinikmati dari bukit kecil di kawasan taman ini.

Nah, tunggu apa lagi? Silakan ke lokasi ini kapan saja kawan, karena memang terbuka 24 jam dengan tanpa dipungut biaya retribusi atau karcis taman. Salam traveler.

Lokasi: Lempongsari, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kode pos; 5023
Map: KlikDisini
HTM: Free
Buka/Tutup: 24jam
Telepon: –

0/5 (0 Reviews)
Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply