Bangunan Cagar Budaya Stasiun Tawang Semarang Menjadi Tempat Nongkrong Asyik di Malam Hari

1239 views

Stasiun Tawang Semarang merupakan stasiun terbesar dan tertua di Indonesia serta menjadi pusat pelayanan bagi para penumpang kereta api di kota Semarang. Selain itu, bangunannya juga termasuk paling megah dengan berbagai ornamen dan banyak hiasan seni yang menambah keindahan gedung.

Gedung tersebut memang bekas peninggalan penjajah Belanda dan dibiarkan tetap utuh sehingga nuansa klasik masih terasa dan bisa terlihat dari struktur bangunannya. Karena itulah gedung kereta api ini diresmikan sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan SK Daerah tahun 1992 Mendikbudpar.

Stasiun tawang, foto: instagram.com/zam29roni/

Stasiun ini sebagai tempat pemberhentian dan pemberangkatan kereta api penumpang kelas A eksekutif dan bisnis. Pada awalnya memang digunakan sebagai tempat para penumpang elit pada zaman Belanda dan hal ini berlanjut hingga hari ini untuk kereta api cepat kelas 1 di Indonesia.

Sementara itu, Stasiun Tawang tidak melayani pemberhentian kereta api kelas ekonomi seperti kereta Tawangmangu Jaya karena lokasi ini khusus untuk kereta cepat. Namun jalur rel keretanya bisa dilewati kereta ekonomi dari Solo atau kereta dari Stasiun Poncol, baik datang maupun pergi.

Kereta api kelas eksekutif dari Stasiun Tawang tidak berhenti di stasiun kecil seperti lokasi pemberhentian di Salatiga dan Jepara serta tempat pemberhentian lain. Untuk jalur kereta api wilayah selatan, pusat pemberhentiannya berada di Stasiun Jember dan tidak sampai ke Banyuwangi.

Suasana pada malam hari, foto: instagram.com/corazon_id/

Total panjang bangunan Stasiun Tawang sekitar 175 meter dengan ruang utama berbentuk kubah dan memiliki hall dengan  ukuran 20 x 18 meter. Gedung ini terdiri atas 3 bangunan, yaitu ruang utama berada di tengah dan terdapat kubah diatasnya serta 2 bangunan panjang di kanan kirinya.

Interior ruangan utama sangat megah dengan tinggi sekitar 15 meter dan terdapat 4 tiang utama berada di tengah sebagai penopang bangunan kubah. Kondisi bangunan masih dipertahankan seperti dahulu dan hanya sedikit sentuhan perawatan serta penambahan interior agar tidak merusak bentuk aslinya.

Tentu saja ruangan ini sangat cantik dijadikan backround foto untuk selfi ataupun koleksi gambar bangunan indah dengan gaya klasik khas Eropa. Ruangan ini memiliki banyak pintu dan terdapat sekitar 8 pintu kayu jati serta dihiasi dengan kaca sehingga pemandangan dalam dan luar bisa terlihat jelas.

Keadaan di dalam stasiun, foto: instagram.com/catatanruslan/

Langit-langit atap ruangan menggunakan ornamen sangat indah dengan desain minimalis berbentuk kotak-kotak dengan lubang di tengahnya. Selain itu, dilengkapi dengan 5 lampu gantung cantik dan setiap lampu memiliki 10 bolam lampu yang membantu menerangi ruangan.

Baca Juga  Berwisata ke Semarang Contemporary Art Gallery Bikin Kamu Ternganga Sekejab Dengan Karya Seni Kontemporer Indonesia

Dalam ruangan tersebut terdapat 3 loket penjualan tiket dan juga ada stan costumer service sebagai pusat informasi dan keluhan tentang layanan dari PT.KAI. Di tengah ruangan ini juga digunakan sebagai tempat ruang tunggu dan terdapat banyak kursi sebagai sarana untuk bersantai bagi calon penumpang.

Selain itu, pihak pengelola juga sering memberikan fasilitas hiburan bagi pengunjung  dengan menghadirkan grup musik dari Semarang dengan menyanyikan lagu nostalgia. Biasanya hiburan musik disajikan saat malam hari hingga tengah malam agar para calon penumpang tidak jenuh menunggu.

Foto stasiun pada jaman dulu, foto: instagram.com/lmn.project/

Banyak juga pengunjung yang datang hanya untuk memesan tiket atau melihat jadwal keberangkatan kereta atau juga menjemput dan mengantarkan teman atau sanak saudara. Biasanya para pengunjung memanfaatkan momen di gedung ini untuk mengambil foto dan mengunggahnya di akun Instagram.

Sedangkan 2 bangunan lainnya digunakan untuk ruangan akomodasi, kantin, musholla, toilet serta ruang tunggu berada di teras. Kondisi stasiun memang rapi dan tertib, karena hanya para penumpang saja bisa diizinkan masuk ke jalur kereta api dan tidak ada pengamen maupun pedagang asongan.

Selain sebagai stasiun kereta api, tempat ini sangat cocok digunakan untuk nongkrong terutama pada malam hari. Banyak sekali orang yang duduk di teras dan di sekitar halaman parkir untuk menikmati keindahan bangunan elok era kolonial tempo dulu yang tetap berdiri dan tidak lekang oleh waktu.

Nomor Telepon Stasiun Tawang Semarang

Pemandangan dari ketinggian, foto: instagram.com/herupermadi044/

Pihak kantor Stasiun Tawang Semarang memberikan pelayan 24 jam bagi para calon penumpang yang ingin mendapatkan info harga tiket ataupun jadwal kereta api. Layanan Costumer Service memiliki 4 nomor telepon dan bisa dihubungi kapan saja, yaitu (024) 3544544, 3511072, dan 3582859.

Baca Juga  Keindahan Benteng Pendem Cilacap Merupakan Spot Terbaik Untuk Pemotretan

Selain itu tersedia juga contact center KA dengan nomor telepon 121 bagi pengguna telepon rumah dan 021 121 bagi costumer dengan telepon genggam. Dengan banyaknya nomor telepon yang tersedia akan membuat pelayanan kepada calon penumpang semakin cepat untuk mendapatkan informasi.

Sejarah Stasiun Tawang Semarang

Pemandangan dari kejahuan, foto: instagram.com/paman.djimmy/

Stasiun Tawang dibangun perusahaan Belanda bernama NIS Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij tahun 1864. Pembangunan gedung ini dilakukan karena kondisi stasiun di Tambak Sari sering dilanda banjir dan membutuhkan tempat baru yang lebih luas dan strategis di tepi jalan raya.

Selanjutnya bangunan tersebut diresmikan dan digunakan tahun 1870 dengan jalur kereta api menuju stasiun Tanggung di Grobogan. Kemudian dilanjutkan dengan jalur rel menuju kota Solo dan Yogya dan jalur tembus ke Ambarawa untuk memudahkan transportasi darat dan pengangkutan hasil panen.

Tanah di lokasi bangunan ini memang lembek dan sering terjadi penurunan sehingga pihak Belanda menggunakan teknologi pelat baja. Sebelum membangun gedung, pelat baja dengan bobot 2 kali dari bangunan ditanam selama 2 bulan yang berfungsi untuk menguatkan tanah dan sebagai percobaan.

Pemandangan rel dari ketinggian, foto: instagram.com/herupermadi044/

Setelah tanah menjadi kuat, kemudian dilakukan pembangunan 3 gedung secara terpisah antara gedung utama dan gedung tambahan. Hal ini berfungsi jika gedung utama mengalami penurunan tanah, maka tidak akan merusak keseluruhan gedung dan hanya bangunan utama saja yang mengalami penurunan.

Stasiun Tawang memang dibangun khusus untuk jalur transportasi darat dari Semarang menuju kawasan selatan di pulau Jawa. Sedangkan jalur kereta api jurusan Semarang menuju Demak dan Kudus dibangun perusahaan kereta Belanda lainnya yaitu SJS pada tahun 1882 dengan jalur rel yang berbeda.

Foto background kereta, foto: instagram.com/ndrue_rvj/

Masih ada lagi perusahaan kereta api Belanda lainnya yaitu SCS yang membangun Stasiun Poncol Semarang yang berada di sebelah barat. Jalur kedua stasiun memang tidak terhubung dan rel kereta api  Poncol hanya melayani pemberangkatan dan perhentian kereta  dari Jakarta.

Cerita unik pernah terjadi di Stasiun Poncol ketika ada kereta hantu bisa berjalan tanpa awak masinis dan berjalan ke arah barat sekitar 17 km. Kemudian kereta tersebut terguling di area persawahan dimana terdapat kandang kambing dan rumah warga letak kejadian tersebut agak jauh dari rel kereta.

Baca Juga  Hirup Udara Segar di Desa Wisata Watu Gunung Lerep Ungaran yang Masih Alami

Alamat Lokasi Map dan Peta Stasiun Tawang Semarang

Kereta yang berhenti, foto: instagram.com/annisasyaroni/

Alamat Stasiun Tawang berada di Jl.Tawang no.1 Tanjung Mas Semarang Utara dan lokasinya berada di sebelah utara Taman Kota Lama. Jarak dari Alun-alun Semarang atau Simpang Lima sekitar 5 km dan bisa ditempuh dalam waktu 20 menit menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum.

Rute termudah melewati Jl.Gajah Mada menuju ke arah Pasar Johar  dan selanjutnya  menuju Kota Lama lalu ke arah utara dan sampai di depan gedung. Sedangkan jarak dari Bandara Ahmad Yani sekitar 10 km dan bisa ditempuh selama 30 menit melewati Jl.Jenderal Sudirman menuju jalan lingkar Tugu Muda.

Dari Tugu Muda bisa mengambil Jl.Imam Bonjol atau Jl.Pemuda di depan gedung Lawang Sewu dan menuju ke arah utara sampai tiba di Taman Kota Lama. Jika melewati Jl.Imam Bonjol di malam hari tidak perlu heran jika  menjumpai para kawanan PSK berada di sepanjang jalan sampai daerah Poncol.

Berfoto di dekat rel, foto: instagram.com/arlitsaputri/

Untuk dari Terminal Terboyo jaraknya sekitar 5,5km dan bisa dijangkau dalam waktu 20 menit melewati Jl.Kaligawe Raya dan Jl.Raden Patah menuju Kota Lama. Namun jalanan agak memutar karena melewati satu jalur sehingga perlu berputar melewati Taman Kota Lama.

Peta rute di kawasan Semarang menuju kawasan Tawang bisa diakses melalui Google Map untuk mengetahui informasi cara mengambil jalan yang mudah ke lokasi. Saat ini sudah banyak angkutan umum berupa angkot atau bus kota (BRT)dan cukup berada di halte menunggu bus berwarna merah.

Danau di dekat stasiun, foto: instagram.com/irawan_nawari/

Angkutan bus kota sangat menguntungkan para mahasiswa yang belajar di kampus Unnes ataupun Undip Tembalang dan biasa pulang pergi setiap minggu. Mereka dengan mudah menggunakan angkutan umum ketika akan pergi ke stasiun ataupun bertolak dari stasiun menuju lokasi kampus.

Bagi para penumpang yang ingin mencari tempat penginapan, banyak sekali hotel di sekitar stasiun dan jaraknya cukup dekat. Salah satunya adalah Hotel Pelangi Indah di Jl.Merak sekitar 500 meter di sebelah selatan dan  Aston Semarang Hotel yang berada di sebelah selatan di Jl.MT Haryono sekitar 700 meter.

Bagian dalam bangunan, foto: instagram.com/widhazkurniawan/

Lokasi: Jl. Taman Tawang No.1, Tanjung Mas, Semarang Utara, Jawa Tengah 50211
Map:
KlikDisini
Buka/Tutup:
24 Jam
HTM: Rp.5000/Orang
Telepon:
(024) 3544544

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply