Rawa Pening Ambarawa Semarang, Destinasi Wisata yang Terlupakan

442 views

Obyek wisata di Indonesia memang sangat beragam. Negara kita memiliki potensi wisata besar yang layak untuk dieksplore, baik berupa wiata alam, budaya atau sejarah. Kesemuanya memiliki keunikan masing-masing dan saling melengkapi satu dnegan lainnya. Menjelajahi serta menikmati keindahan Indonesia memang tidak cukup satu kali saja.

Rawa Pening, foto: allesgroen.files.wordpress.com

Salah satu Provinsi dengan potensi wisata besar adalah Jawa Tengah. Banyak yang mengenal lokasi ini sebagai pusat kebudayaan Jawa bersama dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Terutama dengan adanya Keraton Kasunanan, Pura Mangkunegaran di Solo, serta Kasultanan Yogyakarta.

Selain itu, di JaTeng juga terdapat destinasi alam menarik, dimana pemerintah sedang mengembangkan untuk mencapai kualitas internasional dan dikenal dunia. Mari lihat salah satu contoh serta profil singkat lokasinya.

Rawa Pening, Sejarah dan Kisahnya

Keindahan sunset di sekitar, foto: panwis.com

Namanya adalah Rawa Pening. Sebuah danau –lebih tepat disebut dengan rawa, di kawasan Ambarawa, Jawa Tengah. Ambarawa sendiri adalah sebuah cekungan –kemungkinan merupakan kaldera, berasal dari letusan Gunung Berapi pada masa lalu. Kapan terbentuknya kaldera ini tidak dijelaskan, mungkin sudah ada sejak setelah zaman dinosaurus.

Pening merupakan suatu nama yang diambil dari kata Bahasa Jawa, bening, dengan arti jernih atau bening. Sesuai dengan namanya, pada waktu itu, airnya sangat jernih sehingga mampu memantulkan keindahan awan di atasnya. Seperti daerah wisata kebanyakan, Rawa Pening juga memiliki legenda serta kisah misteri.

Rumah makan apung, foto: tripadvisor.com

Secara resmi, memang baru dibuka untuk wisata pada tahun 2012, namun rupanya lokasi ini masih populer hingga 2018. Pemerintah bahkan memiliki rencana untuk mengenalkannya sebagai salah satu objek wisata bertaraf internasional. Selain menikmati pemandangan alam, pengunjung juga bisa melakukan banyak kegiatan lain seperti memancing dan mencoba aktivitas air.

Baca Juga  Nyari Tempat Buka Puasa di Solo? Nih 50 Lokasi yang Bisa Jadi Referensi

Cerita mitos ini adalah mengenai Naga Baru Klinting. Masyarakat memercayai mengenai asal usul terbentuknya suatu rawa alami yang luas ini secara mistis. Bahkan di beberapa kesempatan, beberapa pihak sering mengadakan ritual atau memohon doa kepada dewa melalui tempat yang dianggap keramat atau angker ini.

Kebenarannya juga masih dipertanyakan karena ada beberapa versi kisah hantu. Bahkan mungkin sempat disangkutkan dalam film fiksi pratama ‘Mak Lampir’ (beberapa menyebutnya nonfiksi karena dianggap memang angker).

Dimana Letak Lokasi Wisatanya?

Nelayan yang mecari ikan, foto: kesiniaja.com

Danau dengan luas sekitar 2.670 hektar, menempati beberapa Kecamatan di Kabupaten Semarang, yaitu Kec. Bawen, Ambarawa, Banyubiru, serta Tuntang. Keempatnya adalah daerah kaki gunung dari Pegunungan Menoreh. Di sekitarnya terdapat Gunung Merbabu, Ungaran serta Telomoyo. Beberapa kilometer di arah tenggara juga terdapat Bukit Andong, di Ungaran, Salatiga.

Rawa Pening berada di kawasan Jl. Lingkar Selatan Ambarawa KM 3. Jarak dari Semarang adalah sekitar 34 km dan bisa ditempuh dengan perjalanan darat menggunakan motor, mobil atau bus sekitar 1,5-2 jam perjalanan.

Bagaimana Rute Akses Menuju Ke Sana?

Perahu, foto: triptrus.com

Sekalipun terletak di empat Kecamatan, rute akses yang paling direkomendasikan adalah melalui Ambarawa. Namun, rute perjalanan wisata semakin mudah dengan adanya jalan penghubung antara Semarang-Jogja, yaitu Jalan Lingkar Selatan.

Bagi Anda yang ingin mengunjungi lokasi wisata ini, bisa dengan menggunakan kendaraan pribadi, menyewa ataupun menggunakan transportasi umum. Sepanjang perjalanan, anda akan menikmati keindahan pemandangan daerah Kabupaten Semarang. Di sana masih terdapat tanah lapang, persawahan warga, disertai dengan perbukitan serta gunung.

Apakah Ada yang Menarik? Apa Fungsi Danau ini?

Pemandangan alam sekitar, foto: sinarharapan.net

Tentu banyak, bukan hanya ada. Ambarawa, lebih tepatnya Rawa Pening, termasuk dalam salah satu lokasi terbaik menikmati sunset di Indonesia. Banyak fotografer datang ke daerah ini sekedar untuk mengambil foto. Banyak pula para seniman yang datang dan menikmati keindahan alam sambil menuangkan dalam gambar atau lukisan.

Baca Juga  Inilah Yang Harus Kamu Tahu Sebelum Wisata Ke Sam Poo Kong: Harga Tiket Masuk dan Hotel Terdekat

Lokasi ini menjadi suatu pemasok mata pencaharian utama bagi masyarakat sekitar. Banyak diantara mereka yang menggunakannya untuk mencari ikan atau sebagai lahan pertanian. Beberapa kali akan tampak penduduk yang pergi ke tengah danau dengan menggunakan sampan atau perahu sederhana dan mencari ikan air tawar.

Keindahan yang Terlupakan

Kampoeng wisata rawa, foto: utiket.com

Suasana kaki gunung dan pedesaan yang asri, murni, sayangnya tertutup oleh banyaknya vegetasi gulma air yaitu Enceng Gondok. Sebenarnya, dalam jumlah kecil, tanaman air satu ini tidak termasuk dalam tumbuhan parasit. Namun, karena perkembangannya yang sangat cepat serta dibarengi oleh aliran limbah, keberadaan tumbuhan ini sangat merugikan bagi ekosistem danau.

Bukan hanya menyebabkan berkurangnya oksigen dalam air (di mana ikan-ikan akan banyak yang mati) tetapi juga dikhawatirkan menimbulkan kedangkalan pada danau. Beberapa pihak juga menyayangkan kalau danau sampai menyempit. Masyarakat sekitar kemudian memanfaatkan Enceng Gondok sebagai bahan baku kerajinan sebagai upaya pemberantasan vegetasi gulma.

Rawa Pening dan Kampoeng Wisata Rawa

Jembatan biru, foto: tstatic.net

Didaerah sekitar danau, ternyata terdapat salah satu akomodasi wisata yang didirikan oleh kelompok nelayan serta petani. Pendirian akomodasi wisata ini bertujuan untuk memberikan pengalaman liburan yang menyenangkan bagi pengunjung sehingga mereka lebih betah berlibur di Ambarawa.

Di Kampoeng Wisata Rawa, pengunjung bisa menikmati berbagai fasilitas serta aktivitas. Di tempat ini juga tersedia berbagai macam wahana permainan air, pemancingan air tawar, pusat oleh-oleh serta pendopo atau gazebo khas Jawa. Salah satu tempat menarik adalah rumah makan apung yang dapat menampung kurang lebih 300 pengunjung.

Kegiatan warga sektira, foto: wikipedia.org

Menu makanan yang ditawarkan adalah kuliner khas Indonesia antara lain nasi goring, berbagai olahan gurame, nila, lele, tilapia, serta beberapa ikan air tawar yang diambil dari Danau. Bagi wisatawan yang ingin makan di tempat ini, harus menyeberang terlebih dahulu dengan menggunakan rakit yang dibuat dari jajaran bambu.

Baca Juga  Nikmati Wisata Alam Keluarga Murah Meriah di Kebun Teh Medini Kab Kendal

Harga Tiket Masuk

Gerbang masuk ke wisata, foto: hellosemarang.com

Tarif wisata tidak terlalu mahal, baik untuk Rawa Pening ataupun Kampoeng Wisata Rawa. Tiket masuknya hanya sebesar Rp 2.500 dengan jam buka loket mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Namun, bila Anda ingin menikmati berbagai wahana, kegiatan, serta fasilitas yang ditawarkan pengelola, Anda diharuskan untuk membayar tiket masing-masing.

Tiket yang disediakan oleh pengelola adalah dua jenis, yaitu tiket satuan (untuk masing-masing fasilitas) dan juga tiket terusan (keseluruhan fasilitas, dimana Anda hanya perlu membayar satu kali untuk semua fasilitas wisata). Harga tiket terusan di weekdays adalah sekitar Rp90.000, sedangkan untuk weekend dipatok harga Rp100.000.

Gembok cinta, foto: kompas.com

Beberapa saran untuk menikmati wisata di Rawa Pening. Usahakan untuk datang pada waktu musim kemarau. Hal ini akan lebih nyaman karena tidak adanya curah hujan. Curah hujan yang tinggi ini akan memberi resiko terjadinya luapan air Rawa dan membahayakan pengunjung. Satu lagi, bila berkunjung, tetaplah menjaga kondisi lingkungan dengan terus membuang sampah pada tempatnya.

Jangan khawatir mengenai hotel dan penginapan. Di daerah Bandungan sudah banyak terdapat villa. Kami juga menyarankan untuk menghampiri Bukit Cinta, suatu mini garden di tepi Danau. Mari jaga ekologi air tawar di Rawa Pening.

Daya tarik pemandangan yang ada, foto: bonvoyagejogja.com

Lokasi: Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Map: KlikDisini
HTM: Rp.2.500/Orang
Buka/Tutup: 08.00-21.00
Telepon: –

0/5 (0 Reviews)
Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply