Megahnya Pura Ulun Danu Batur di Kintamani Bali

584 views

Alamat: Desa Kalanganyar di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Pulau Bali.
HTM: Rp. 35.000
Jam buka/ tutup: 08.00 – 18.00 WITA.
Map: KlikDisini

foto by instagram.com/stevenchu2402/

Jika Anda berlibur ke Pulau Bali, sebaiknya Anda tidak hanya fokus berjalan-jalan di sekitar Denpasar saja yang merupakan ibu kota Bali.

Bukan hanya itu saja, selain menikmati keindahan alamnya yang eksotis sebaiknya Anda juga menyempatkan waktu untuk berkunjung ke sejumlah pura terkenal yang ada di pulau tersebut.

Diantara sekian banyak pura yang ada di Bali, setidaknya Anda perlu untuk berkunjung ke sebuah pura bernama Ulun Danu Batur.

Namun, ada satu hal yang perlu Anda perhatikan dengan teliti, sebab ketika Anda membuka Google Map untuk mencari lokasi pura ini maka Anda akan menemukan 2 pura dengan nama yang mirip tetapi berada di tempat yang berbeda.

yaitu sebuah pura yang berlokasi di dekat danau Beratan kecamatan Baturiti, Tabanan Bali dikenal dengan nama Pura Ulun Danu Bratan, dan terdapat satu lagi pura yaitu Pura Ulun Danu Batur yang letaknya ada di dekat danau Batur daerah Kintamani.

foto by instagram.com/annatacchino/

Mengapa Anda sangat direkomendasikan untuk berkunjung ke Pura Ulun Danu Batur? Alasan utamanya disebabkan karena destinasi wisata yang satu ini merupakan salah satu tempat yang sangat menarik apalagi jika Anda memang sedang berlibur di daerah Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

Selain itu, perlu Anda ketahui, bahwa Pura Ulun Danu Batur ini merupakan pura terpenting kedua di Pulau Bali, setelah Pura Besakih.

Oleh sebab itu, tak mengherankan jika hingga saat ini, cukup banyak upacara keagamaan Hindu yang dilakukan di pura ini.

Bukan hanya itu saja, dilihat dari “usianya” pura yang juga dikenal dengan nama lain, yaitu Pura Batur atau Pura Bat ini bisa dibilang sudah sangat tua, sebab pura ini didirikan pada tahun 1926.

Baca Juga  Bali Bird Park Jadi Alternatif Wisata Edukasi Bersama Keluarga

Sejarah berdirinya Pura Ulun Danu Batur

foto by instagram.com/iputurisalyuniarta/

Sebenarnya, pada awalnya, lokasi bangunan Pura Ulun Danu Batur bukan berada di tempat yang saat ini, melainkan letaknya tepat di kaki Gunung Batur.

Namun, ketika terjadi erupsi Gunung Batur pada tahun 1926, bangunan pura pun mengalami kerusakan parah, sehingga masyarakat Bali, memutuskan untuk memindahkan pura ke lokasi lain di dekat segara atau danau Batur.

Satu hal yang paling unik adalah diantara sekian banyak bagian bangunan pura yang mengalami kerusakan, ada sebuah kuil yang tidak rusak, kuil tersebut khusus untuk Dewi Ulun Danu, sehingga bagian kuil itu pun akhirnya bisa dibawa ke lokasi pura yang baru.

Lalu, apa sebenarnya yang mendasari masyarakat Bali untuk memindahkan dan kemudian mendirikan kembali Pura Ulun Danu Batur di tempat yang lebih aman?

foto by instagram.com/katushkavl_baranka/

Hal tersebut disebabkan karena, karya bangunan Pura Ulun Danu Batur ini merupakan wujud penghormatan masyarakat Bali terhadap Dewi Danu yang mereka percayai sebagai dewi sungai dan danau.

Seperti nama dari pura ini, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Ulun Danu memang berarti dewi danau.

Asal usul berdirinya Pura Ulun Danu Batur ini tertulis di beberapa lontar suci Bali kuno.

Ditilik dari cerita yang tertulis di lontar, Pura Batur adalah bagian dari “sad kahyangan” yaitu enam kelompok pura yang berlokasi di Bali dan tercatat dalam tiga lontar, yaitu lontar Widhi Sastra, lontar Raja Purana dan Babad Pasek Kayu Selem.

Selain itu, masyarakat umum juga kerap kali menyebut bahwa Pura Batur ini merupakan Pura “Kayangan Jagat” yang berarti pura tempat pemujaan Tuhan bagi umat Hindu.

foto by instagram.com/travel_mark127/

Sejarah Pura Ulun Danu Batur ini memang sangat berkaitan tentang dewi air danau yang dikenal dengan nama Dewi Danu.

Baca Juga  Berkunjung Ke Pulau Dewata? Jangan Lewatkan Wisata Belanja di Discovery Shopping Mall

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, fungsi utama didirikannya pura ini adalah untuk persembahan kepada Dewi Danu, sebab bagi masyarakat Bali, mereka sangat bersyukur akan aliran air kaya mineral dari Danau Batur yang kemudian mengaliri sawah-sawah mereka.

Sementara itu, dalam sebuah lontar tepatnya lontar Usana Bali, diceritakan pula legenda yang berkaitan dengan mitos terbentuknya Gunung Batur.

Kisah dalam lontar tersebut tertulis bahwa Gunung Mahameru di India, puncaknya hampir menyentuh langit, padahal jika langit sampai tersentuh puncak gunung tersebut maka alam pun akan hancur.

foto by instagram.com/bungutjaran/

Oleh sebab itu, Sang Hyang Pasupati memutuskan untuk mengambil puncak Gunung Mahameru, dan kemudian bongkahan puncak gunung tersebut dibelah menjadi dua.

Bagian pertama dari bongkahan puncak gunung Mahameru yang ada di genggaman tangan kanan Sang Hyang Pasupati menjadi Gunung Agung, dan bagian lainnya dari bongkahan puncak gunung Mahameru yang ada di genggaman tangan kiri Sang Hyang Pasupati menjadi Gunung Batur.

Kemudian, Sang Hyang Putra Jaya (Sang Hyang Maha Dewa) distanakan untuk Gunung Agung, sedangkan Dewi Danuh yang merupakan saktinya Dewa Wisnu, distanakan untuk Gunung Batur.

Hal yang menarik dari Pura Ulun Danu Batur

foto by instagram.com/de_wanderer_soul/

Pada dasarnya, jika Anda berkunjung dan menikmati keindahan Danau Batur, akan terasa kurang lengkap jika Anda tidak berkunjung pula ke Pura Ulun Danu Batur.

Meskipun pura ini letaknya tidak di tepi danau, namun, Anda juga masih bisa menikmati keindahan danau dari lokasi pura ini, sebab pura terbesar kedua di Pulau Bali ini memiliki letak geografis di ketinggian 900 meter dari permukaan laut.

Keunikan pura bernilai sejarah ini akan semakin terasa ketika Anda melihat megahnya candi bentar yang menjulang tinggi bagaikan ingin mencakar langit. Bukan hanya itu saja, selain beragam candi yang berdiri gagah, terdapat pula beragam meru dengan tingkat yang berbeda-beda.

Baca Juga  Bali Safari and Marine Park, Wahana Satwa Langka di Bali yang Cocok Dikunjungi Bersama Keluarga

Peraturan mengunjungi wisata

foto by instagram.com/toetsupri/

Namun, sebelum Anda memasuki area pura, untuk menikmati seluruh objek wisata yang terdapat di pura tersebut.

Anda perlu memperhatikan peraturan yang mengharuskan setiap pengunjung untuk mengenakan sebuah kamen yaitu kain yang dikaitkan ke pinggang sehingga menyerupai sebuah rok panjang. Kain seperti ini wajib digunakan umat Hindu saat memasuki pelataran pura.

Harga tiket masuk dan jam buka

foto by instagram.com/infogrambali/

Sementara itu, untuk harga tiket masuk termasuk cukup terjangkau sebab berdasarkan ulasan wisatawan yang ada di situs tripadvisor, per orang hanya dikenakan entrance fee sebesar Rp. 35.000. Sedangkan untuk opening hours dari pura ini mulai pukul 08.00 – 18.00 WITA.

Rute Menuju Pura Ulun Danu Batur

foto by instagram.com/al_mahdy/

Rute untuk menuju destinasi wisata Pura Ulun Danu Batur memang terbilang cukup mudah, karena pada dasarnya akses jalan dan lokasi tempat ini terbilang cukup bagus dan strategis.

Misalnya saja, jika Anda berangkat dari Singaraja atau dari Pantai Lovina maka Anda hanya akan menempuh jarak sekitar 60 km, sementara itu untuk waktu tempuhnya sekitar 2,5 jam saja.

Sedangkan jika Anda berangkat dari Denpasar, maka jarak tempuh yang harus Anda lalui sekitar 50 km dengan waktu tempuh kurang lebih selama 2 jam.

Jika Anda tertarik untuk berkunjung ke Pura Ulun Danu Batur ini disarankan pula Anda menyewa jasa travel lokal, sehingga Anda akan lebih mudah untuk sampai ke tempat tersebut.

Related Post

Leave a reply