Pura Taman Saraswati, Tempat Pementasan Tari Kecak Paling Menarik. 12 Foto Ini Buktinya

355 views
Belum ada Rating

Pulau Bali disebut juga pulau seribu pura. Tak lain karena hampir di setiap sudut di pulau ini terdapat pura sebagai tempat sembahyang bagi penduduk mayoritas pulau ini. Maka tak heran jika berlibur ke Bali menjadikan pura sebagai destinasi yang wajib dikunjungi bagi wisatawan.

Wisatawan yang mempunyai tujuan wisata ke pura sebaiknya mengunjungi Ubud. Pura Taman Saraswati merupakan satu dari pura di Ubud yang sebaiknya di kunjungi wisatawan. Di artikel ini akan dijelaskan mengapa wisatawan harus memilih pura ini sebagai destinasinya.

foto by zena.aktualne.cz

Nama resmi dari Pura Taman Saraswati adalah Pura Taman Kemuda Saraswati, tak sedikit pula yang menyebut dengan Pura Taman Kemuda. Wisatawan asing menyebut dengan Taman Kemuda Temple. Penduduk lokal dengan ciri khas logat Bali sering mengatakan dengan Templo Taman Kemude atau Taman Kemude Tempel.

Sejarah Pura Taman Saraswati

I Gusti Nyoman Lempad merupakan seorang undagi, arsitek Bali yang merancang tempat peribadatan dan perlengkapan ritual lainnya. Beliau tinggal di istana kerajaan Blahbatuh. Kemudian pindah ke Ubud karena peristiwa perselisihan serius dengan raja Blahbatuh.

foto by instagram.com/hotelindonesiagroupofficial/

Di Ubud, beliau dipekerjakan oleh keluarga kerajaan Sukawati. Dan atas perintah pangeran Ubud, Cokorda Gede Agung Sukawati, I Gusti Nyoman Lempad membangun tempat peribadatan untuk penyembahan Dewa Saraswati (dewa pengetahuan, sastra dan seni).

Dimulai pada tahun 1951 dan selesai tahun 1952. Tempat itu kemudian dinamakan Pura Taman Saraswati. Temple ini semakin cantik dengan adanya kolam teratai yang dibangun di sekitarnya. Maka pura ini juga disebut sebagai Ubud Water Palace. History ini disarikan dari website wikipedia.

foto by bali-indonesia.com

Pencarian artikel lain bisa dicari di situs wiki yang akan mengarahkan ke link-link lain terkait dengan artikel sesuai pencarian.

Baca Juga  Kunjungi Tempat Suci Pura Pulaki yang Penuh Peninggalan Sejarah

Keunikan Pura

Pengunjung bisa mengagumi pura ini yang dipenuhi dengan relief menakjubkan. Relief dan arca merupakan hasil karya dari seniman asli Bali. Desain interior dan eksterior sangat cantik, bisa dikatakan pura ini adalah master piece dari sang pembuatnya.

foto by lacarmina.com

Arca berukuran sedang ditempatkan di sekeliling kolam sekaligus difungsikan sebagai air mancur yang keluar dari mulut arca. Setiap sudut dipenuhi dengan karya-karya cantik relief dan arca khas Bali.

Pemandangan menarik lainnya adalah kolam yang dipenuhi dengan bunga teratai berwarna merah muda dan dikelilingi oleh pohon plum.

foto by instagram.com/daniela.isca/

Patung Jero Mecaling berdiri gagah di kawasan pura ini. Jero Mecaling merupakan raja yang pernah memimpin bumi Nusa Penida, Klungkung, Bali. Dan tentu saja patung Saraswati berdiri anggun di tengah-tengah dengan tinggi 3 meter.

foto by indonesia.howittco.com

Terdapat sebuah bale dengan tiga singgasana untuk penyembahan Trimurti Hindu Brahma, Wisnu, dan Siwa. Temple ini juga dijadikan sebagai bale barong, tempat menyimpan barong. Barong adalah media berbentuk hewan digunakan oleh penduduk desa untuk mengusir roh jahat.

Barong sendiri ada dua tokoh yakni Barong Ket (berbentuk singa) dan Barong Pangkal (berbentuk babi hutan).

Dengan aristektur interior didominasi warna emas, eksterior penuh dengan arca dan relief menakjubkan, ditambah kolam teratai cantik serta suasana tenang, pengunjung bisa mengabadikan keindahan tempat wisata melalui kamera maupun ponsel. Liburan di sini pasti tak terlupakan.

foto by instagram.com/photohenhen/

Pementasan Tari Kecak

Hal yang paling menarik sesungguhnya adalah tempat ini menjadi lokasi pementasan tari kecak. Tari kecak adalah tarian asli Bali yang dipentaskan oleh banyak penari laki-laki. Penari-penari itu mengenakan kain selendang bermotif kotak seperti papan catur kain khas bali dan penutup kepala atau disebut udeng.

foto by lionmag.net

Para penari hanya memakai celana pendek yang dilapisi selendang kotak tanpa memakai baju atasan. Kecuali penari yang berperan sebagai Rama, Shinta, Rahwana, dan Hanoman. Tangan mereka dijulurkan ke atas dengan irama tertentu sambil mengucap ‘cak-cak-cak’ bersahut-sahutan sebagai pengganti musik pengiring.

Baca Juga  Ingin Berwisata Ke Tempat Menarik dan Penuh Misteri? Danau Tamblingan Bisa Langsung Dituju

Tari Kecak bercerita tentang kisah dalam babad Ramayana, yaitu pembebasan Shinta oleh Rama dari tangan Rahwana. Meskipun tarian ini tak ada musik yang mengiringi aura mistis terasa kuat sepanjang pementasan.

Pementasan dilakukan di tengah pelataran yang dikelilingi kolam teratai. Dengan desain artistik dan tari Kecak yang dibawakan oleh grup tari Sandhi Suara yang khidmat, menyaksikan pementasan ini sungguh sangat kental dengan aura spiritual.

Dua kali dalam seminggu pementasan tari Kecak opening setiap Selasa dan Kamis malam. Hari spesial pementasan tari Kecak adalah ketika hari Saraswati, pengunjung bisa sekaligus menyaksikan para pemeluk agama Hindu berkumpul untuk melakukan sembahyang kepada Dewi Saraswati.

foto by absbalitour.com

Apabila pengunjung datang bukan di hari Selasa dan Kamis, tak perlu khawatir sebab pementasan tari Kecak ini dilakukan setiap hari di daerah Ubud, hanya lokasi pementasan yang berbeda.

Sebelum melakukan visit ke pura ini sebaiknya baca review di berbagai situs dan blog traveller, misalnya situs travel terkenal Tripadvisor. Di situs Tripadvisor sudah banyak yang mereview positif tempat wisata ini.

foto by tripadvisor.com

Lokasi Pura Taman Saraswati

Pura ini terletak di kabupaten Gianyar. Jika pengunjung dari Denpasar, pura ini dapat diakses ke arah utara melalui jalan raya Ubud, ambil kanan setelah jalan raya Ubud yaitu di jalan Kajeng, tepatnya di belakang Cafe Lotus. Perjalanan dari Denpasar menuju lokasi memakan waktu sekitar 40 menit.

Alamat lengkapnya adalah jalan Kajeng Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali Indonesia 80571. Di artikel ini telah kami sediakan location di Google map, ikuti directory untuk keterangan address lebih lengkap.

Tiket Masuk

Untuk masuk ke pura ini bebas entrance fee alias gratis. Hanya saja ketika ada pertunjukan tari Kecak dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 75.000 per orang. Jadwal pementasan tari Kecak adalah setiap hari Selasa dan Kamis pukul 19.30.

Baca Juga  Ingin Melihat Air Terjun Kembar di Bali? Langsung Kunjungi Banyumala Waterfall

Jika pengunjung masuk melalui Cafe Lotus pengunjung wajib membeli makanan di cafe minimal Rp. 200.000 agar bisa menyaksikan tari kecak secara gratis.

Jam Buka

Untuk menikmati keindahan Taman Pura Kemuda dibuka 24 hours. Namun jika malam hari di luar hari pertunjukan pura ini terlihat sepi.

Hotel di Sekitar Pura Taman Saraswati

Wisatawan yang mengunjungi Ubud tak perlu khawatir dengan penginapan, sebab banyak hotel yang tersedia mulai dari kelas melati sampai hotel bintang lima. Semua pilihan disesuaikan dengan budget yang tersedia.

Hotel-hotel terkenal diantaranya The Mansion Resort Hotel & Spa, Aria Villas Ubud, Como Uma Ubud, KajaNe Mua Private Villa & Mansion, Kayumanis Ubud Private Villa & Spa, Alaya Resort Ubud, The Ubud Village Resort & Spa, Komaneka at Rasa Sayang, The Kayon Resort, dan lain-lain.

foto by hotels.balitoursclub.com

Jika hotel yang Anda booking berlokasi agak jauh dari Ubud, disarankan untuk menggunakan taxi atau menyewa mobil sekaligus supir. Ini memudahkan Anda untuk berpindah dari lokasi satu ke lokasi lain.

Lokasi: Jl. Kajeng, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571
Map: KlikDisini
HTM: Rp.0; Rp. 75.000 ketika ada pementasan tari Kecak
Buka / Tutup: 24 jam
No Telp:

Yuk Beri Rating Tempat Diatas

Related Post

Leave a reply