Kunjungi Tempat Suci Pura Pulaki yang Penuh Peninggalan Sejarah

237 views
Belum ada Rating

Bali, kawasan ini seperti penuh dengan berbagai macam tempat wisata menarik. Bukan hanya pantai indahnya saja yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu lokasi wisata yang harus kita kunjungi adalah tempat suci Pura Pulaki.

foto by id.balibalibeach.com

Sulit ditampik bila lingkungan Pura Pulaki merupakan sebuah tempat suci yang bisa dikatakan sangat sempurna. Selain mempunyai pemandangan yang bagus dan menakjubkan, di sekitar sini kita bisa merasakan aura religius yang sangat kental. Kesucian yang ada di kawasan ini juga terasa begitu jelas seperti masuk di pori-pori kulit.

Banyak umat yang sembahyang di pura ini bahkan mengaku jika bulu tipis yang ada di leher mereka sesekali tegak. Mungkin takjub karena keindahan alam atau terkesan dengan kuatnya aura religius yang terasa.

Sedikit Ulasan Mengenai Pura Pulaki

Tempat suci ini berdiri di atas tebing berbatu serta langsung menghadap laut. Latar belakang tempat ini ialah bukit yang berbatu dan terjal. Sesekali, kita akan melihat hamparan hijau ketika musim penghujan.

foto by instagram.com/rah_jo/

Lokasi ini seperti terlihat begitu berwibawa, agung dan teguh. Hal ini disebabkan karena berdiri di tempat yang sulit. Apalagi pemandangan yang diberikan sangat menawan. Bila berdiri di dalam pura dan memandang ke arah depan, bukan hanya lautan yang terlihat, tetapi gugusan bukit berukuran kecil di sebelah barat pun tak kalah indah.

Kera-kera yang hidup di sekitar tempat ini juga memiliki daya tarik tersendiri, walaupun terkesan sedikit galak.

Pura ini berlokasi di Desa Banyupoh, Gerokgak, Buleleng. Kurang lebih 53 kilometer dari Singaraja. Tempat ibadah ini berada di pinggir jalan raya jurusan Singaraja – Gilimanuk, sehingga umat Hindu selalu singgah untuk melakukan sembahyang bila kebetulan lewat.

foto by buleleng.dewatanews.com

Tetapi, bila ingin melakukan sembahyang secara beramai-ramai, umat dapat datang ketika digelar rangkaian piodalan yang dimulai ketika Puranama Sasih Kapat.

Baca Juga  Bendungan Tukad Unda Klungkung, Lokasi Prewed Gratis Dengan Sejuta Pesona

Sejarah Pura Pulaki

Sebenarnya sejarah dari tempat ini tidak bisa dijelaskan dengan tepat. Tetapi, dari berbagai macam potongan data yang ada di sana, sejarah pura ini bisa diruntut dari zaman dulu.

Ketua dari Kelompok Pengkajian Budaya Bali Utara, yakni Drs. I Gusti Ketut Simba menuiturkan bila mengacu pada sistem kepercayaan umum di nusantara, dari zaman sejarah, gunung dianggap sebagai sebuah tempat suci serta dijadikan istana para dewa bahkan tempat suci untuk roh nenek moyang.

foto by nyomanyudiastrawan.blogspot.co.id

Oleh sebab itu, diperkirakan bila pura ini telah berdiri dari zaman prasejarah. Hal tersebut menurut konsep pemujaan Dewa Gunung yang menjadi ciri masyarakat prasejarah. Sebagai sebuah tempat pemujaan, biasanya dibuat tempat yang berundak-undak.

Bila semakin tinggi indakan, nilai kesucian di dalamnya pun juga menjadi semakin tinggi. Seperti pura yang ada di deretan pegunungan barat ke timur ini.

foto by teluklove.com

Di kawasan pura, di sekitar Melanting, tahun 1987 yang lalu, ditemukan beberapa alat perkakas yang terbuat dari batu, seperti berbentuk batu picisan, bentuk kapak serta alat lain. Dari hal itu, serta dilihat dari tata letak, diduga latar belakang dari pendirian pura awalnya berkaitan dengan sarana pemujaan masyarakat prasejarah.

Di sisi lainnya, bila dilihat dari lokasi pura yang ada di Teluk Pulaki serta mempunyai banyak sumber mata air tawar, kawasan ini di duga telah didatangi manusia dari berabad-abad lalu. kawasan ini menjadi cukup ramai dikunjungi perahu dagang yang membutuhkan air sebagai bahan dalam pelayaran menuju ke Jawa atau pun ke Maluku.

foto by kintamani.id

Banten Pejati

Bila Anda sekalian melakukan iabdah, lebih baik hanturan seperti Banten Pejati, sebaiknya sudah dipersiapkan dengan menutup bagian kebennya, agar tidak mengundang respons dari monyet yang sering berkeliaran di pura.

Baca Juga  Shopping Mall Sekaligus Nonton, Lippo Mall Kuta Tempatnya

Semua hanturan kecuali Canang serta Kewangen sebagai saran, saat melakukan sembahyang, dimasukkan di tempat yang dikurung dengan kawat sehingga bisa terhindar dari jamahan monyet yang sedang berkeliaran.

Tidak perlu cemas atau merasa terganggu dengan hadirnya monyet ini karena rumahnya di sana. selama haturang sembah, Pemangku Penyande nantinya menjaga kita dari gangguan monyet tersebut.

foto by wisatabaliutara.com

Persembahyangan di sini memiliki sifat biasa serta tidak ada yang khusus kecuali bila Anda mempunyai acara khusus seperti ingin mendak tirta atau lainnya.

foto by jejakpiknik.com

Tips Mengunjungi Pura Pulaki

Agar kegiatan wisata atau bahkan ibadah Anda nyaman di sini, ada beberapa tips yang bisa dilakukan, seperti:

• Hindari membawa makanan yang mencolok. Karena banyak monyet di sini, hindari membawa makanan yang terlihat terlalu mencolok. Bila membawa buah hati, jangan biarkan mereka membawa makanan di tangan, karena bisa mengundang monyet-monyet untuk mendekat.

• Membawa kamera. Jangan lupa mengabadikan seluruh momen Anda ketika mengunjungi pura ini dengan menggunakan kamera. Namun hati-hati saat menggunakan flash kamera karena bisa menarik perhatian dari monyet.

foto by instagram.com/peacelilly515/

• Kunjungi ketika hari kerja. Agar bisa bebas berkeliling dan tidak begitu ramai wisatawan, Anda bisa mengunjungi pura ini ketika hari kerja atau saat hari Senin hingga Jumat.

Fasilitas

Seperti sebagaimana tempat ibadah pada umumnya, fasilitas yang berada di dalamnya cukup lengkap. Fasilitas standar seperti kamar mandi umum, ada di dalamnya. Ada juga tempat parkir, sehingga tak perlu cemas bila membawa kendaraan.

Rute Perjalanan

Karena Pura Pulaki berlokasi di pinggir jalan antara Gilimanuk – Singaraja, untuk mencapainya, kita hanya perlu mencari jalan raya tersebut. Agar memudahkan perjalanan, gunakan Google Map dan ikuti petunjuk di sana.

Baca Juga  90 Kuliner Terbaik di Bali yang Sayang Buat Ditinggalkan

Wisata Lainnya di Bali

1. Pantai Canggu. Canggu, mungkin tak asing lagi di telinga pecinta selancar baik lokal atau pun internasional. Pantai dengan pasir hitam ini juga menjadi lokasi diadakannya acara Indonesia Sufing Championship dengan taraf internasional.

Peserta kegiatan dari kompetisi ini bukan hanya diikuti peselancar lokal, namun juga mancanegara. Tetapi Pantai Canggu bukan hanya cocok untuk mereka yang gemar menantang ombak, bila wisatawan ingin belajar melatih keseimbangan di atas papan selancar, Pantai Canggu juga menjadi pilihan yang terbaik.

foto by wisatabaliutara.com

2. Pasar Badung. Bukan hanya suguhan pantai, namun Bali juga menjadi lokasi tempat belanja yang tak boleh dilewatkan. Salah satu pilihan tempat belanja di sini ialah Pasar Badung.

Pasar Badung merupakan pasar tradisional yang paling besar di Bali, pasar ini seperti tidak pernah tutup, mulai dari dini hari sampai malam hari. Ada saja transaksi yang dilakukan. Di sini, semua kebutuhan sehari-hari disediakan entah bahan pangan. Pakaian, aksesoris sampai barang seni khas dari Bali.

foto by gulalives.co

3. Pasar Sukawati. Bila secara spesifik ingin membeli barang kesenian khas dari Bali, Pasar Sukawati adalah pilihan yang paling tepat dan pas. Lokasi Pasar Sukawati ini ada di Desa Sukawati, Ginyar, Bali.

Apabila dari bandara, cukup dengan menempuh perjalanan 45 menit. Berbagai macam barang dapat ditemukan di Pasar Sukawati ini. Kita juga bisa menawar dengan harga yang terjangkau.

foto by travel.tribunnews.com

Lokasi: Desa Banyupoh, Gerokgak, Buleleng
Map: KlikDisini
HTM:
Buka/Tutup:
Telepon:

Yuk Beri Rating Tempat Diatas

Related Post

Leave a reply