Pesona Pura Lempuyang yang akan Menyejukkan Hati Saat Masuk Kedalamnya

441 views

Pura Lempuyang, tempat ini merupakan objek wisata di Pulau Dewata yang juga menjadi sebuah tempat suci untuk umat Hindu. Pura yang berada di wilayah bagian Timur dari Pulau Dewata, tepatnya di Kab Karangasem ini menjadi tujuan wisata yang sangat menarik bagi para wisatawan.

foto by tempatwisatadibaliii.blogspot.co.id

Panorama gunung nan memukau dan udara sejuk menjadi sebuah pesona tersendiri dari tempat ini. Pura Luhur Lempuyang disebut-sebut sebagai salah satu pura paling tua di Bali karena di duga kehadirannya sudah dari zaman pra Hindu Budha.

foto by flickr.com

Sejarah Pura Lempuyang

Dalam buku diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan Bali dengan memiliki judul Lempuyang Luhur, kata lempuyang berasal dari kata lampu memiliki arti sinar sedangkan hyang adalah sebutan untuk menyebut Tuhan. Dari kata inilah lempuyang diartikan sebagian sinar suci Tuhan yang terang.

Ada pula versi lain menyebut bila lempuyang merupakan sejenis tanaman digunakan sebagai sebuah bumbu masak. Hal ini juga dikaitkan dengan nama banjar di sekitar Lempuyang yakni Bangle serta Gamongan.

foto by in.kura2guide.com

Bangle serta Gamongan adalah tanaman sejenis dan sering digunakan sebagai bumbu dan obat. Versi lainnya menyebutkan jika lempuyang merupakan kata dari empu yang diartikan menjaga. Bhatara Hyang Pasupati mengutus 3 putranya untuk turun menjaga kestabilan Bali dari berbagai macam bencana alam dan guncangan.

Di dalam lontar Kutara Kanda Dewa Putra Bangsul, disana dinyatakan Sang Hyang Parameswara membawa gunung di Bali dari India yakni dari Mahameru.

Potongan Gunung Mahameru tersebut dibawa ke Dewata dan dipecah menjadi 3 bagian berukuran besar. Bagian tengah dijadikan sebagai gunung Batur serta Gunung Rinjani, dan bagian puncak dijadikan sebagai Gunung Agung.

foto by phinemo.com

Pecahan lebih kecil dijadikan sebagai deretan gunung di Bali dan berhubungan antara satu dengan lainnya. gunung-gunung tersebut ialah Tapsahi, Siladnyana, Pengelengan, Nagaloka, Puncak Sangur, Trate Bang, Padang Dawa, Uluwatu, Sraya serta Gunung Lempuyang.

Gunung tersebut digunakan sebagai istana para dewa dan manifestasi Tuhan menjaga Bali. Di dalam lontar juga menyebutkan jika Sang Parameswara menugaskan putranya yakni Sang Hyang Agnijayasakti untuk turun ke Bali serta menjaga kesejahteraan Bali.

Beliau tinggal di Gunung Lempuyang bersama dengan dewa lainnya. Kurang lebih di tahun 1950, ditempat didirikannya pura ini, baru ada tumpukan batu serta sanggar agung dari pohon hidup.

foto by wisatabaliaga.com

Ppura ini mempunyai status penting, entah dalam konsep padma phuwana, dewa nawa sanga atau pun catur loka pala.

Keunikan Pura Lempuyang

Ketika ingin mengunjungi tempat ini, traveler harus menapaki hingga 1.700 anak tangga. ketika menapaki tangga tersebut, Anda akan melihat suasana yang menegarkan serta udara yang sejuk bersama dengan suara satwa serta pemandangan alam Karangasem nan memukau.

foto by dmcbaliplus.com

Hal unik yang dapat kita temukan ketika menuju puncak ialah adanya kera liar yang bergelantungan di sekitar pohon. Terdapat sebuah cerita yang berkembang di masyarakat. Bila ujung timur pulau Bali muncul cahaya terang dan hanya terlihat di luar angkasa, sinar nan terang tersebut diyakini datang dari Lempuyang.

Pura ini merupakan pura indah di Bali. Dalam konsep Dewata Nawa Sanga, tempat ini adalah Sthana Dewa Iswara.

Untuk umat Hindu yang ingin datang untuk sembahyang di sini, dan juga wisatawan dengan tujuan berwisata, ada beberapa hal yang harus disiapkan seperti ketahanan fisik serta hati yang suci dan tulus.

Bagi umat Hindu yang bersembahyang ke pura ini sudah pasti memerlukan usaha ekstra karena harus menapaki tangga yang menanjak hingga ribuan jumlahnya.

foto by inputbali.com

Pantangan di Pura Lempuyang

Jero Mangku Gede Wangi menjelaskan, terdapat beberapa pantangan yang tak boleh dilanggar saat akan naik ke pura ini. Bila di langgar akan memberikan dampak buruk. Beberapa pantangan tersebut seperti:

1. Dari awal akan masuk, pikiran, perkataan serta perbuatan harus benar-benar disucikan,

2. Hindari berkata kasar ketika melakukan perjalanan,

3. Wanita haid, orang cuntaka, menyusui, serta anak yang belum tanggal gigi susu lebih baik jangan dulu masuk atau sembahyang di sini,

4. Hindari membawa perhiasan emas, karena perhiasan emas sering hilang dengan misterius,

5. Hindari membawa makanan atau makan daging babi.

Ada juga cerita dari Jero Mangku Gede Wangi, pernah terdapat rombongan orang sembahyang, rupanya sebelum kemari, mereka melayat orang meninggal terlebih dulu. Menurut cerita mistis yang berkembang, mobil tersebut jatuh terperosok karena tak bisa naik di tanjakan sebelah atas rumah dari Mangku pesek.

Sebetulnya rombongan sudah dicegah agar jangan secara langsung masuk ke pura, namun sayangnya saran tersebut tidak digubris.

foto by flickr.com

Harga Tiket Masuk

Sebetulnya tak ada biaya tiket masuk yang harus dibayar untuk masuk ke pura ini, namun terdapat biaya parkir. Biaya parkir untuk mobil hanya Rp 5.000 saja.

Fasilitas

Untuk fasilitas umum, di tempat ini sudah memiliki fasilitas umum yang cukup lengkap seperti toilet, tempat untuk beristirahat dan fasilitas umum lainnya.

Akses ke Pura Luhur Lempuyang

Pura ini terdapat di Puncak Bukit Gamongan, kurang lebih 17 kilometer dari Amlapura, Karangasem. Untuk mencapai lokasi ini, kita bisa menyewa mobil beserta sopir. Jika ingin lebih hemat yakni dengan mengendarai mobil sendiri, Anda bisa menggunakan Google Map dan mengikuti arah petunjuk.

Tips Mengunjungi Pura Lempuyang

1. Siapkan tenaga. Seperti sudah dijelaskan, karena harus naik ribuan anak tangga, sebelum mengunjungi pura ini, lebih baik siapkan tenaga terlebih dahulu agar tetap fit.

foto by balicili.com

2. Gunakan sandal tidak licin dan tidak berat. Jangan sampai perjalanan Anda ke atas terhambat karena menggunakan sandal terlalu tinggi atau licin.

3. Bawa uang cukup. Tak perlu membawa uang terlalu banyak, secukupnya saja saat membawa uang.

Pilihan Wisata di Karangasem

Selain mengunjungi Pura Lempuyang, ada beberapa wisata yang bisa dikunjungi, antara lain:

a. Gunung Agung. Gunung Agung merupakan gunung aktif di Indonesia dan mempunyai ketinggian lebih dari 3000 meter di atas laut. Gunung ini adalah objek wisata di Bali Timur cukup digemari oleh wisatawan.

Seperti nama dimilikinya, tempat ini dipercaya sebagai tempat tinggal roh leluhur masyarakat Hindu Bali. Oleh sebab itu banyak pura sakral indah di sekitar tempat ini.

foto by mapalaptm.com

b. Ujung Water Palace. Istana air ini merupakan sebuah cagar budaya dilestarikan negara. Peninggalan sejarah ini adalah kompleks istana raja dari Kerajaan Karangasem Bali dan dikelilingi dengan taman air. Taman Ujung di sana di bangun oleh arsitek Belanda, Tiongkok dan arsitek adat Bali.

foto by tripadvisor.fr

c. Pantai Amed. Pantai Amed adalah salah satu wisata di Karangasem, Almapura, Bali. Pantai ini terkenal dengan pemandangan bawah laut nan indah serta sayang untuk dilewatkan. Spot dive dan snorkeling terkenal di sini ialah kapal Jepang dan sudah tenggelam.

Bagi Anda yang gemar bermain pasir, sayangnya tempat ini mempunyai pasir hitam berbatu. Tetapi tak kalah indahnya bila melihat pemandangan di pagi hari, yakni sunrise indah.

foto by water-sport-bali.com

Lokasi: Puncak Bukit Gamongan, Karangasem, Bali, Indonesia
Map: KlikDisini
HTM:
Buka/Tutup:
Telepon:

Related Post

Leave a reply