Situs Bersejarah Pura Gunung Kawi Sebatu, Akan Membuatmu Terpesona. Simak 12 Foto ini

1011 views

Ketika Anda berwisata di Ubud, ada banyak pilihan objek wisata yang dapat Anda datangi diantaranya rafting, melihat pertunjukan tari kecak, dan banyak hal lainnya. Untuk Anda para penggemar wisata sejarah atau situs-situs bersejarah, pura Gunung kawi harus masuk dalam list destinasi Anda.

Karena mayoritas masyarakat Bali beragama Hindu, jadi banyak sekali ditemukan pura baik d sudut jalan bahkan rumah warga. Itulah kenapa Bali berjuluk ‘Pulau Seribu Pura’. Selain makna asli kesucian sebuah Pura terdapat sisi lain yaitu keindahan. Perpaduan bangunan pura dengan kawasan tempatnya berdiri memberi keunikan tersendiri.

foto by liriknya-mbakwid.blogspot.co.id

Letak geografis yang berada di dataran tinggi menjadikan pemandangan di sekitar pura candi gunung kawi begitu asri, indah dan udaranya sejuk. Meskipun berada di dataran tinggi, akses kesini tidak sulit.

Nama gunung kawi diberikan disebabkan candi di kompleks ini serupa seperti simbol gunung. Di Pulau Dewata terdapat candi dengan nama gunung kawi yang berada di 3 lokasi berbeda diantaranya Candi Gunung kawi Desa sebatu, Candi Gunung kawi Desa Keliki, dan Candi Gunung kawi Desa babitra.

foto by travel.kompas.com

Deskripsi

Seperti pada kebanyakan pura di Bali yang menggabungkan pesona keindahan alam hanya bedanya Pura Gunung Kawi tidak dekat pantai. Dapat dilihat dari namanya, pura ini memang berada diatas gunung. Keunikan lainnya adalah pura dibuat langsung dari tebing sungai dengan memahatnya sedemikian rupa bukan dari batu bata merah.

foto by travel.kompas.com

Ketika Anda datang kesini, ada sebuah aturan yang diwajibkan untuk semuanya yaitu memakai kain sarung untuk pria terutama yang mengenakan celana pendek. Sedangkan wanita harus memakai selendang dengan cara diikatkan dipinggang.

foto by instagram.com/sukocy/

Ada beberapa petugas yang siap siaga membantu memakaikannya kepada para wisatawan yang datang. Di sini juga menjadi lokasi untuk diadakan ritual melukat. Apa itu melukat? melukat merupakan mandi penyucian. Mandinya langsung dari kucuran air suci di pura ini.

foto by instagram.com/marcianangkah/

Alamat

Baca Juga  Kuy Ah Kalau ke Bali Jangan Lupa Datang ke 90 Rumah Makan Ini

Untuk Anda yang ingin kesini, location tidak terlalu jauh dari Ubud kurang lebih 20 menit perjalanan atau berjarak sekitar 20 km. Berada disebelah jalan sebatu. Address atau alamatnya di Banjar Penaka, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Opening hours pura ini dari pukul 08.00 pagi samai 17.00 sore.

Para wisatawan yang datang kesini jika bukan untuk beribadah, belajar sejarah tentunya mengambil foto. Candi-candi yang dipahat lansung ditebing ini sangat unik. Jadi sangat disayangkan jika tidak diabadikan dalam gambar. Banyak fotografer atau para hobby photography yang hunting photos disini.

foto by instagram.com/lysan10_/

Asal Usul dan Misteri Keberadaan Pura Gunung Kawi

Gunung Kawi ini adalah objek wisata dan juga berfungsi sebagai cagar budaya. Cagar Budaya di Gunung Kawi ini adalah bangunan yang telah didirikan dari abad 11. Letaknya ada di Banjar Penaka, Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampak siring, Gianyar, Bali.

Bangunan ini adalah sebuah peninggalan bersejarah berupa candi yang terletak di bagian utara Gianyar. Di kawasan undakan sawah ada 10 candi yang dipahat langsung di dinding tebing batuan pasir. Mahakarya ini bernama Candi Tebing Gunung Kawi.

foto by balitourislandubud.com

Latar belakang keberadaan Candi Gunung Kawi diprediksi telah didirikan dari abad ke-11 M, saat dibawah pemerintahan dinasti Udayana (Warmadewa). Menurut penelitian, awal mula bangunan candi ketika pemerintahan di bawah kekuasaan Raja Sri Haji Paduka Dharmawangsa pada tahun 1025-1049 Masehi dan berakhir pada saat pemerintahan Raja Anak Wungsu.

Jika dilihat dari posisinya, kesepuluh candi ini berada di tiga lokasi. Lima ada di sebelah timur Sungai Tukad Pakerisan, sedangkan lainnya berada di dua lokasi di sebelah barat sungai. 5 terletak di sebelah timur sungai menjadi titik utama dari Tebing Gunung Kawi.

foto by balitourislandubud.com

Dibagian utara dari sebelah barat sungai ada 4 candi berjejeran dari arah utara sampai selatan yang posisinya menghadap sungai. Dan satu ada di sebelah selatan berjarak sekitar 200 m dari keempat candi itu.

Baca Juga  Pura Taman Saraswati, Tempat Pementasan Tari Kecak Paling Menarik. 12 Foto Ini Buktinya

Berdasarkan sejarah, kisah mengenai Raja Udayana dan istrinya mempunyai 3 anak bernama Airlangga, Marakata, dan Anak Wungsu. Airlangga sebagai sulung menjadi Raja Kediri sebagai pengganti sang kakek bernama Mpu Sendok.

Ketika Raja Udayana tiada, kekuasaan diberikan ke Marakata dan berlanjut ke Anak Wungsu. Kawasan Tebing Gunung Kawi pertama didirikan oleh Raja Marakata dimanfaatkan untuk tempat pemujaan arwah Raja Udayana (sang ayah).

Dari 10 di area kompleks ini diduga bangunan yang pertama dibuat adalah posisinya paling utara berjejeran dengan di sebelah timur sungai. Analisa ini dikuatkan dari tulisan “Haji Lumah Ing Jalu” menggunakan huruf kadiri kwadrat di bagian atas pintu gerbang candi.

foto by anishidayah.com

Arti dari tulisan ini adalah ‘sang raja dikebumikan di jalu’ jalu bermakna Sungai Tukad Pakerisan. Inilah yang jadi kesimpulan jika candi tersebut merupakan tempat pemujaan untuk arwah Raja Udayana. 4 candi lain yang berjejeran diperkirakan untuk sang ratu dan anak-anak dari Raja Udayana.

Menurut Dr. R. Goris (arkeolog), 4 candi yang ada di sebelah barat adalah padharman yang diperuntukkan untuk 4 selir Raja Udayana. Sementara satu candi yang agak ke selatan letaknya diduga diperuntukkan untuk penasehat raja.

Menurut beberapa sumber, candi-candi disini berkaitan dengan cerita tentang Empu Kuturan. Empu Kuturan merupakan utusan dari Raja Airlangga yang dikirim ke adiknya (Raja Anak Wungsu). Suatu hari, Empu Kuturan naik pangkat jadi penasihat utama raja dan mempunyai peran berarti untuk mengembangkan Kerajaan Bedahulu.

Oleh Raja Anak Wungsu, Seluruh kawasan candi berfungsi sebagai pura untuk tempat beribadah keluarga kerajaan. Ada yang unik disini, yaitu keberadaan beberapa ceruk. Ceruk dimanfaatkan sebagai tempat meditasi umat beragama Buddha.

foto by anishidayah.com

Ceruk-ceruk tersebut dipahat pada dinding tebing persis seperti candi-candi Hindu di area sekitar ceruk. Adanya kompleks candi umat Hindu berdekatan dengan ceruk atau tempat bertama umat Buddha memperlihatkan bahwa Kerajaan Bedahulu saat itu sudah mengaplikasikan toleransi dan keselarasan dalam kehidupan beragama.

Baca Juga  Ingat! Jangan Lupa Datang ke 10 Lokasi Makanan Enak di Kuta Ini

More Info

Harga tiket masuk/ entrance fee/ precio nya sebesar Rp. 10.000 saja. Penjelasan diatas semoga membantu Anda yang hendak melakukan wisata ke Pura Candi gunung Kawi Bali. Jika masih kurang lihat saja di wikipedia. Untuk review tempat wisata ini, Anda dapat cek di tripadvisor.

Selain Pura Gunung Kawi, di gianyar juga ada Pura Tirta Dawa dan di tegalalang. Tegalalang adalah tempat yang terkenal akan sawah teraseringnya. Tidak heran jika Unesco menetapkan persawahan terasering pulau dewata sebagai warisan budaya.

foto by kintamani.id

Ternyata Gunung Kawi tidak hanya ada di Pulau Dewata. Gunung Kawi yang terkenal adalah dari Jawa Timur tepatnya di Malang. Di Gunung Kawi Malang juga terdapat objek wisata populer yang menjadi tujuan para wisatawan.

foto by sewarga.com

Lokasi : Banjar Penaka, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali 80552
Map : KlikDisini
HTM : Rp. 10.000/ Orang
Buka/Tutup : 08.00-21.00
Telepon : 0817-555-365

Related Post

Leave a reply