Pura Besakih, Pura Agung Termegah di Bali

578 views

Alamat: Desa Besakih, kecamatan rendang, kabupaten Karangasem, Bali
HTM: Rp. 15.000
Jam buka/tutup: jam 08.00 sampai jam 17.00
Map: KlikDisini

foto by instagram.com/taksu.ubud/

Membicarakan Bali memang tidak akan pernah ada habisnya. Pura Agung Besakih menjadi tempat sakral yang mesti Anda coba kunjungi.

Pura Agung Besakih Karangasem ini banyak dikunjungi para wisatawan dengan tujuan untuk menikmati suasana pura yang biasanya digunakan oleh masyarakat Bali untuk melakukan upacara keagamaan.

Kepopuleran Pura Agung Besakih sudah sampai ke mancanegara, hal ini dibuktikan dari banyaknya para wisatawan asing yang berwisata ke empat ini.

Pura Agung Besakih juga terkenal sebagai pusat kegiatan dari semua pura yang ada di Bali. Dahulunya, sebelum menjadi pura yang sangat indah seperti sekarang ini, Pura Agung Besakih adalah kawasan hutan belantara.
Anda bisa membayangkan bagaimana seramnya pura ini sebelumnya.

foto by instagram.com/lcmonta/

Di Pura Agung Besakih juga terdapat banyak tempat yang dipakai ole masyarakat untuk melakukan persembahyangan.

Beberapa tempat tersebut aantara lain satu pusat pura yang bernama Pura Panataran Agung besakih dan memiliki 28 pura pendamping yang lokasinya berada di sekeliling Pura Penataran Agung Besakih, serta 1 buah Pura Baukian, dan 17 pura lainnya.

Pura Agung Besakih ini didirikan dengan mengambil konsep Tri Hita Kirana yang artinya seimbangan antara Tuhan, manusia, dan Alam.

foto by instagram.com/athalia1549/

Tempat ini memiliki mitos yaitu di dapat dari kata Basuki yang merupakan penjaga pura Agung Besakih pada zaman dalulu.

Selain itu, Pura Agung Besakih mempunyai tujuh unsur kebudayaan antara lain peralatan hidup dan teknologi, organisasi sosial kemasyarakatan, sistem pengetahuan, mata pencaharian hidup, sistem bahasa, upacara, religi, dan kesenian.

Sejarah Pura Agung Besakih

Rasa penasaran Anda pasti begitu besar ketika Anda melihat bangunan megah Pura Agung Besakih. Pura ini pertama kali dibangun oleh seorang tokoh masyarakat beragama Hindu yang berasal dari India bernama Rsi Markandeya, dimana Rsi Markandeya sudah lama tinggal di Bali.

Baca Juga  Daftar Aktivitas yang Bisa Anda Lakukan di Beachwalk Bali, Pusat Perbelanjaan dengan Lokasi Strategis

Menurut sejarah, dulunya belum ada dikenal selat Bali seperti sekarang, itu karena dahulu antara pulau Bali dan Pulau Jawa masih bersatu dan belum dipisahkan oleh lautan.

foto by instagram.com/miriam_llop/

Dikarenakan memiliki pulau yang sangat panjang dengan sekarang sebutannya pulau Bali dan Pulau Jawa, maka pulau ini diberi julukan nama sebagai pulau Dewa yang memiliki arti yaitu pulai panjang.

Konon awalnya Sri Markadeya yang merupakan pendiri dari pulau ini melakukan pertapaan di Gunung Hyang atau yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Dieng yang berlokasi di Jawa Tengah.

Beberapa lama bertapa di Gunung Dieng akhirnya Rsi Markandeya memperoleh wahyu untuk membersihkan hutan tersebut yang berada di pulau Dawa mulai dari arah selatan menuju ke arah utara.

Di lokasi pembersihan hutan tersebut, Rsi Markandeya menyimpan sebuah kendi di dalam tanah yang berisikan logam beserta air suci.

foto by instagram.com/lorenzofaini/

Logam yang ditanam tersebut antara lain logam perak, logam emas, logam besi, logam tembaga serta logam perunggu. Kelima logam yang ada di dalam kendi tersebut di kalangan masyarakat Bali dikenal dengan sebutan Pancadatu.

Tidak hanya logam yang ditanam di tempat perambahasan hutan itu, tapi juga permata yang dikenal dengan nama Mirahadi yang memiliki makna mirah utama. Lokasi penyimpanan ini disebut dengan nama Basuki yang artinya selamat.

Pemberian nama Basuki ini konon karena dalam pembersihan hutan para pengikut dari Rsi Markandeya berhasil melaksanakan tugasnya. Seiring berjalannya waktu, akhirnya ama Basuki dirubah menjamasi nama Besakih seperti sekarang ini.

Lokasi Pura Agung Besakih

foto by instagram.com/sugoibali/

Pura Agung Besakih buka mulai dari jam 08.00 sampai jam 17.00, tapi jika Anda mengunjungi Pura Agung Besakih untuk beribadah maka akan dibuka selama 24 jam. Lokasinya berada di Desa Besakih, kecamatan rendang, kabupaten Karangasem, Bali.

Baca Juga  Nusa Dua dan 10 Restoran Favorit Disana

Rute Menuju Wisata

Jika Anda berangkat dari kota Denpasar, Anda akan memerlukan waktu sekitar 2 jam perjalanan dengan jarak tempuh mencapai 90 kilometer.

Pilihan jalur bypass Prof. Ida bagus mantra ke arah timur, dilanjutkan perjalanan ke Pantai Lepang belok ke arah utara menuju Kota Semarapura adalah pilihan pertama yang bisa Anda lalui, atau bisa juga Anda menggunakan akses jalan Klungkung.

foto by instagram.com/djantjoekforever.hd/

Nah jika sudah sampai daerah Klungkung, Anda akan banyak menemukan penunjuk jalan yang akan membantu Anda sampai di objek wisata Pura Agung Besakih. Untuk melihat rute perjalanan yang lebih jelas, Anda bisa mencari melalui google maps.

Estimasi harga Tiket Masuk

Untuk masuk ke objek wisata Pura Agung Besakih Anda cukup membayar tiket seharga Rp. 15.000 rupiah per orang, dengan biaya parkir untuk motor Rp. 2000 rupiah per motor dan mobil Rp. 3000 rupiah per mobilnya.

Tempat Wisata Sekitar Pura Agung Besakih

foto by instagram.com/miriam_llop/

Berikut beberapa tempat wisata yang lokasinya dekat dengan Pura Agung Besakih antara lain Desa Panglipuran yang menjadi desa adat ikon di pulau Bali.

Pura Tirta Empul yang letaknya di Desa Manukaya, Tampaksiring, Kabupaten Giayar yang biasa digunakan untuk ibadah umat Hindu.

Taman Air Gangga yang merupakan peninggalan pada masa kerajaan Karangasem yang letaknya sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Karangasem.

Dive Spot di Desa Tulamben atau USAT Liberty Ship Wreck, satu kabupaten dengan wisata air Gangga, tempat ini sangat terkenal sebagai dive spot di kalangan turis mancanegara.

Dive spot tersebut adalah bangkai kapal USAT Liberty Ship Wreck milik Angkatan Darat Amerika Serikat. Terakhir Pantai Amed, salah satu pantai eksotik di Bali yang letaknya berada di Desa Amed, Kecamatan Abang, Kabupaten Karang asem.

Baca Juga  Seminyak Square, Mall Kelas Atas yang Sayang Dilewatkan Saat Ke Bali

Tips Berlibur ke Pura Agung Besakih

foto by instagram.com/spicymusings/

Sebelum berlibur ke Pura Agung Besakih, ada baiknya ada mengikuti beberapa tips berikut agar perjalanan liburan Anda menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.

Beberapa tips berikut bisa Anda terapkan ketika Anda menuju Pura Agung Besakih antara lain; pertama, Anda harus menggunakan pakaian yang bersih dan sopan karena untuk menghormati masyarkat yang hendak melakukan ibadah serta sebagai bentuk hormat pada tempat suci yang digunakan.

Kedua, Anda wajib menggunakan penutup kepala khas dari Bali atau yang dikenal dengan sebutan Udeng sejenis sarung, meskipun Anda bukan merupakan umat Hindu.

foto by instagram.com/miriam_llop/

Ketiga, bagi Anda yang perempuan jika sedang dalam keadaan haid, Anda tidak boleh memasuki Pura Agung Besakih ini karena tempat ini suci bagi umat Budha.

Keempat, jika Anda adalah baru saja mengunjungi Bali dan membutuhkan tour guide maka Anda bisa menyewa pemandu dengan tarif kisaran RP. 175.000 rupiah per orang, harga tersebut masih bisa Anda tawar ya, Anda bisa mendapatkan harga dibawah tarif tersebut jika Anda pintar bernego harga.

Kelima, yang tidak kalah penting adalah Anda harus menjaga tutur kata selama berada di komplek Pura Agung Besakih ini.

Serta jika Anda ingin mengambil ambar disarankan agar Anda mengambil gambar dari samping atau belakang untuk menghormati umat Hindu yang sedang melakukan ibadah maupun upacara adat.

Related Post

Leave a reply