Puja Mandala, Wujud Keindahan Keberagaman di Bali. 12 Gambar Ini Buktinya!

1367 views

Selalu saja ada yang menarik jika berhubungan dengan Pulau Dewata. Provinsi dengan mayoritas penganut hindu ini selalu memiliki hal-hal menarik untuk dibahas dari pariwisata, adat istiadat, makanan, kesenan dan banyak lainnya. Ada salah satu tempat di Pulau Dewata yang menggambarkan bagaimana keberagaman sangat dijaga disini.

foto by blog.vokamo.com

Tempat ini bernama Puja Mandala atau populer juga dengan nama Pusat Peribadatan Puja Mandala. Alamat ada di Jl. Kurusetra, Kabupaten Badung, Bali.Berjarak sekitar 30 menit dari Denpasar. Membutuhkan waktu 15 menit perjalanan jika Anda menggunakan jalan tol Laut Bali Mandara.

foto by this-is-bali.blogspot.co.id

Kehidupan beragama di Bali sangat terjaga dengan baik antara umat beragama satu dengan lainnya. Di pulau dewata semua agama saling menghormati dan hidup berdampingan tampa menimbulkan isu-isu tidak baik atau gesekan antar pemeluk agama lain. Wujud keharmonisan antar umat beragama adalah keberadaan Puja Mandala ini.

Puja Mandala atau Puja Mandala Worship Complex Bali yang berlokasi di Nusa Dua ini merupakan sebuah kompleks yang didalamnya terdapat 5 tempat ibadah. Ini salah satu bukti keselarasan dan keharmonisan antar pemeluk agama dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Bukti lainnya adalah tradisi ‘ngejot’ Bali yaitu sebuah tradisi saling memberi jika memiliki hajatan tidak perduli perayaan hari raya apapun seperti Lebaran, natal, hari raya Galungan. Tradisi baik seperti ini dapat meningkatkan hubungan silaturahmi yang baik antar umat manusia.

foto by kaltim.prokal.com

Profil

Kelima tempat ibadah disini ditata sedemikian rupa dengan pembagian luas area yang sama serta tingginnya antar tempat beribadah. Keberadaan mereka mempermudah para umat beragama untuk melakukan rutinitas beribadahnya tanpa mengganggu.

foto by islamindonesia.id

Dikarenakan keunikannya ini, banyak sekali wisatawan yang sengaja kesini tidak hanya karena ingin beribadah saja tetapi penasaran. Keunikan seperti ini tidak dapat ditemukan di tempat lain hanya ada di Puja Mandala Bali. Para wisatawan baik lokal maupun asing biasanya berjalan-jalan, berkeliling area dan mengabadikannya dalam sebuah foto.

foto by singgahkemasjid.blogspot.co.id

Puja Mandala Bali adalah bentuk nyata dari Bhinneka Tunggal Ika. Keindahan puja Tri Sandya, kemudian bunyi lonceng gereja, dan dilanjutkan dengan gema suara adzan selalu terdengar setiap hari tanpa mengganggu kegiatan beribadah umat lainnya.

Baca Juga  Gunung Agung, Wisata Alam yang Tak Boleh Terlewatkan Saat Singgah Ke Bali

Untuk para wisatawan yang sedang ada di Pulau Dewata, sangat disayangkan jika melewati lokasi satu ini. Akses kesini cukup mudah dan dekat dengan Pantai Sawangan, Tanjung Benoa serta satu arah ke tempat wisata GWK dan pantai Pandawa.

foto by garudawisnukencanabali.wordpress.com

Letaknya adalah di Nusa Dua, Bali atau mengarah ke jalan menuju Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua atau terkenal dengan sebutan kampus STP. Berada dekat dengan area penginapan, hotel dan villa sehingga lebih memudahkan akses wisatawan yang kebetulan juga menginap di kawasan tersebut.

Sejarah dan Latar Belakang

Berdirinya Puja Mandala ini adalah atas karena semangat kebersamaan antar umat yang harmonis di Bali sehingga melahirkan sebuah area simbol kedamaian dan perbedaan, Puja Mandala. Pada mulanya, umat islam ingin mendirikan masjid di Nusa Dua.

foto by ordinarysparta.blogspot.co.id

Ide tersebut diterima oleh Joop Ave (Menteri Pariwisata), bak gayung bersambut inisiatif tersebut juga melahirkan ide untuk sekaligus membangun panca atau 5 tempat ibadah dalam satu kawasan. Pebangunan ini akan menjadi sebagai simbol kerukunan umat beragama di pulau dewata. Pembangunan dimulai pada tahun 1994 dengan luas lahan 2 hektar.

Tanah ini merupakan bantuan dari BTDC (Bali Tourism Development Corporation). PT. BTDC merupakan badan pengelola kawasan Nusa Dua yang telah sukses menjadikan Nusa Dua sebagai salah satu destinasi wisata populer di Provinsi Bali. Pada tahun 1997, Puja Mandala diresmikan oleh Bp. Tarmidzi Taher selaku Menteri Agama yang menjabat kala itu.

Pembangunan tempat ibadah dilakukan secara bertahap diantaranya Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa yang rampung di tahun 1997, kemudian GKPB atau Gereja Kristen Prostestan Bukit Doa selesai juga di tahun 1997.

Baca Juga  Daftar Aktivitas yang Bisa Anda Lakukan di Beachwalk Bali, Pusat Perbelanjaan dengan Lokasi Strategis

Masjid Ibnu Batutah selesai di tahun yang sama dengan catholic church ataupun protestan yaitu 1997, sedangkan Vihara Budhina Guna selesai pada tahun 2003 dan menyusul Pura Jagat Natha pada tahun 2005.

Meskipun rencana awal pembangunan kompleks Puja Mandala untuk fasilitas beribadah para wisatawan yang sedang berlibur atau menginap di Nusa Dua. Namun seiring waktu berjalan, tempat ini menjadi tujuan wisata favorit para wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Selain keunikannya, lokasinya kurang lebih hanya 12 kilometer dari Bandara Ngurah Rai. Disamping itu, Puja Mandala juga dekat dengan patung Garuda Wisnu Kencana yang amat populer, Pura Sad Khayangan Jagad Uluwatu serta 18 menit ke Ungasan, Kuta.

foto by mantrahindu.com

Masjid Ibnu Batutah Nusa Dua

Masjid Ibnu Batutah Nusa Dua menjadi tempat sholat jum’at raja Salman dan keluarga serta rombongan ketika bentandang ke Indonesia dan kemudian melakukan liburan di pulau dewata, bali. Masjid dengan tiga lantai ini memiliki gaya arsitektur masjid Indonesia yang cukup menonjol.

foto by priantimuslimah.wordpress.com

Masjid ini dapat menampung 3.000 jamaah. Disini juga terdapat perpustakaan mini serta madrasah. Setiap harinya kondisi masjid selalu ramai oleh wisatawan baik dari agen travel atau pribadi yang berkunjung.

Masjid Ibnu Batutah masuk dalam ITDC (Indonesia Tourism Development Center). Kondisi masjid selalu dijaga kebersihan serta kerapiannya. Sehingga para jama’ah yang melakukan sholat, i’tikaf atau juga melihat-lihat kondisi masjid merasa nyaman.

foto by simas.kemenag.go.id

Term ‘Mandala’

Di wikipedia, mandala berasal dari bahasa sansekerta yang merupakan sebuah konsep agama Hindu, namun juga digunakan dalam konteks agama Buddha, untuk merujuk kepada berbagai benda nyata.

Jika ditelisik kata per kata menurut kamus besar bahasa indonesia tentang arti puja mandala, puja atau pooja memiliki meaning upacara penghormatan atau beribadah sedangkan pengertian mandala adalah lingkungan. Jika keduanya digabung artinya menjadi lingkungan atau area untuk melakukan ibadah. Jadi sesuai dengan description atau definisinya.

foto by bali-indonesia.com

Jika Anda sedang mencari term tentang ‘mandala’ ada beberapa term serupa yang digunakan di seluruh dunia salah satunya adalah ‘Mandala Pooja di Kuil Sabarimala, Pathanamthitta, India.

foto by tourmyindia.com

Ini merupakan upacara atau festival meriah yang benar-benar memukau dengan ribuan peserta atau pemuja dari seluruh India yang ikut berpartisipasi dalam pemujaan. Musim annual pilgrim ke Sabarimala dimulai dengan musim Mandalakala dan diikuti oleh musim Makaravilakku. Kemudian juga ada perayaan Laxmi Puja Mandala di India.

Baca Juga  Goa Gajah, Objek Wisata di Bali yang Penuh dengan Sejarah

Kemudian ada Museum Mandala Bhakti. Ini adalah museum yang berada di Kota Semarang Jawa Tengah. Museum ini merupakan museum perjuangan Tentara Nasional Indonesia yang berlokasi di Jalan Soegijapranata No. 1 berhadapan langsung dengan monumen Tugu Muda. Banyak benda-benda peninggalan TNI serta cerita atau kisah yang dapat dipelajari.

foto by jateng.tribunnews.com

Lokasi: Jalan Nusa Dua, Kuta Selatan, Benoa, Kabupaten Badung, Bali 80361
Map: KlikDisini
HTM: Free
Buka/Tutup: 24 Jam
Telepon: (0361) 771010

Related Post

Leave a reply