Kampung Pecinan Semarang, Wisata Perkampungan dengan Segudang Kekayaan Kulinernya

1386 views

Belakangan ini akun media sosial sering dibanjiri dengan seleb yang memiliki spesialisasi jalan-jalan. Mereka mempunyai pengikut mencapai jutaan orang. Meskipun kita bukan siapa-siapa, kita bisa menjadi seleb baru dengan cara mengandalkan foto pemandangan indah dengan segudang destinasi.

Salah satu ciri khas yang dimiliki, foto: instagram.com/yusmei/

Tinggal cuap-cuap di vlog, memberikan keindahan lokasi, makanan murah dan enak di sana, hingga hotel dan penginapan dengan memiliki harga terjangkau. Trend ini sepertinya tidak dilewatkan begitu saja oleh pelau bisnis di Semarang.

Pariwisata sepertinya menjadi peluang usaha masa depan yang cerah. Semarang, mungkin dulunya hanya kita kenal sebagai kota bisnis sedikit destinasi wisata, namun sekarang kota ini sudah berubah menjadi kawasan penuh dengan destinasi wisata.

Pariwisata Menarik di Kawasan Pecinan

Pecinan semarang, foto: instagram.com/isnan.k.u/

Tumpah ruah semangatnya para pelancong untuk menelusuri Semarang bisa kita buktikan dengan mengunjungi Pecinan Semarang di Pasar Semawis. Di hari Jumat hingga Minggu sesudah magrib, jangan harap bisa menyusuri pertemuan antara Gang Warung –  Beteng –  Wahid Hasyim – Pedamaran dengan santai.

Saat datang, Anda akan disambut banyaknya manusia yang berjejal masuk dan keluar di kawasan ini. apalagi banyak anak muda yang bergerombol di mulut gang sembari menyanyikan berbagai macam lagu untuk menghibur diri dan menarik mengunjung agar mamasukkan lembaran uang ke kotak kardus mereka.

Salah satu pedagang yang ada, foto: instagram.com/septabenny/

Keramaian seperti ini belum apa-apa, karena kita bisa melihat persaingan dari banyaknya sepeda motor serta mobil yang berebutan area parkir di jalanan. Hal ini membuat suasana menjadi semakin ramai. Kawasan ini juga sering digunakan sebagai tempat menggelar festival.

Contohnya ketika Imlek dan ketika acara-acara yang lainnya. Di dalam sepuluh tahun terakhir, banyak hotel baru muncul di sekitar kawasan ini, tapi hal itu tak mengurangi kesan tempo dulu. Ada juga klenteng-klenteng yang ada di kawasan ini. semua komunitas kebudayaan seperti berkumpul.

Baca Juga  Sumpek Dengan Suasana Perkotaan? Berwisata ke Wana Wisata Hutan Penggaron Semarang, Dijamin Menghilangkan Stress

Sejarah Kawasan Pecinan

Penjual sate favorit, foto: instagram.com/papa_albena/

Kawasan ini mempunyai sejarah tidak kalah panjang dengan sejarah Kota Lama. Rumah sejarah ini menjadi pemegang pengaruh besar pada pembentukan Semarang dan mempunyai nilai historis yak lekang dimakan waktu dan memiliki potensi sebagai kawasan wisata budaya.

Awal terbentuknya Pecinan Semarang disebabkan oleh pemberontakan orang Tionghoa di daerah Batavia tahun 1740 pada kompeni Belanda. Tetapi, berhasil digagalkan pada tahun 1743. Ketakutan Belanda pada orang Tionghoa ini yang membuat mereka memindahkannya ke Semarang.

Dulunya tinggal di Gedong Batu, sekarang pindah di kawasan ini. Tujuannya ialah, Belanda mudah mengawasi pergerakan orang Tionghoa karena berdekatan dengan Tangsi Militer Belanda yang ada di Jalan KH. Agus Salim atau Jurnatan.

Rumah warga yang ada di sektiar, foto: instagram.com/suwitowito21/

Sebagai sebuah kawasan yang dulunya menjadi pusat perdagangan serta jasa kaum Tionghoa di zaman dulu, lokasi ini mempunyai potensi budaya, sosial, ekonomi yang sangat kuat. Kawasan ini telah dipertegas oleh Pemkot Semarang masuk di kawasan revitalisasi sekaligus pusat budaya Tionghoa di Semarang.

Ada beberapa batas wilayah kawasan ini seperti batas utara adalah Jalan Gang Lombok. Untuk batas timur ialah Kali Semarang. Batas Selatan ialah Kali Semarang, Jalan Sebadaran I. Terakhir, batas Barat ialah Jalan Beteng.

Kuliner Kawasan Pecinan

Mie pangsit favorit, foto: instagram.com/fredy_hartanto/

Ketika mengunjungi kawasan ini, bukan hanya lumpia, ada beberapa menu kuliner jajanan bisa langsung kita coba. Beberapa diantaranya seperti:

  • Aneka Seafood. Di sepanjang jalan ini kita bisa menemukan penjual seafood. Biasanya mereka menjual hasil laut dalam keadaan segar dan baru dibumbui, serta dibakar ketika pembeli datang. Ragam pilihan seafood yang bisa dicoba seperti ikan, kerang, cumi, udang, sampai bakso ikan.Makanan mentah ini dibalut dengan berbagai bumbu rempah seperti saos tiram, rica-rica, asam pedas dan bumbu-bumbu spesial lainnya. tak perlu khawatir akan memberatkan kantong karena harganya dibanderol mulai dari Rp 15.000 untuk kerang.

Pintu masuk, foto: instagram.com/randacomm.asia/

  • Es Hawa. Pergi ke lokasi ini namun tak mencoba es hawa? Rugi rasanya. Es ini merupakan salah satu hidangan unik yang bisa membuat kita kembali ke masa lalu. Sebenarnya, es ini merupakan minuman dari Pekalongan.Menurut penjual, es ini di Pekalongan juga sudah langka, jarang keturunan yang mau meneruskan usaha es ini. Cita rasa es hawa sangat gurih dan manis karena dibuat dari bubuk cokelat, dan kelapa.Kita bisa melihat proses pembuatan yang unik saat membeli. Untuk masalah harga, harga es hawa ini dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, hanya beberapa ribu saja.
  • Jamu Jun bubur hangat dengan rempah-rempah. Tak suka jamu? Bagi Anda yang kurang menyukai jamu mungkin bisa menghindari kuliner ini. Tetapi jamu jun bukan hanya sekedar jamu. Kuliner ini memiliki wujud krim layaknya bubur dengan bola kenyal di dalamnya.Kuliner ini terdiri atas 40 rempah di dalamnya. Badan akan terasa hangat. Toppingnya pun santan kental serta merica. Jamu khas dari Demak ini dibanderol dengan harga mulai dari Rep 6.000 saja. Murah meriah tentunya.

Kedai kopi favorit, foto: instagram.com/budenk_budianto/

  • Soto ayam Pak Bambang. Ingin merasakan soto khas Kota Semarang yang lebih segar? Salah satu soto ini dapat menjadi pilihan Anda. Soto ini sudah eksis dari dulu, sejak tahun 1990-an.Soto ini mempunyai kuah yang kental dan bening. Sebenarnya, ini merupakan ciri khas soto dari Semarang yang lezat. Untuk seporsi sotonya dibanderol dengan harga Rp 8.000. kita bisa menyantapnya bersama dengan perkedel, sate kerang, tempe kering dan sate ayam.

Kleteng yang ada di dekat lokasi, foto: instagram.com/dianatjong_omahkuphotography/

  • Es teler durian. Untuk penggemar raja buah. Ini adalah pilihan yang paling tepat. Es teler durian di sini tercampur dengan toping lain. Tetapi, duriannya tetap utuh dan tidak digiling.Dari berbagai makanan yang ditawarkan, untuk kuliner satu ini memang cukup mahal, karena seperti yang kita tahu, durian juga memiliki harga tak murah. 1 porsinya mempunyai harga Rp 25.000.
  • Pisang plenet. Satu lagi makanan khas dari Semarang yakni Pisang Plenet. Kuliner dengan bahan dasar pisang ini dibuat dengan cara pemipihan pisang dan dioles margarin. Setelah itu pisang dibakar sembari diolesi dengan aneka toping.Penjual pisang di sekitar sini ada yang sudah legendaris karena berjualan dari tahun 1960. Harga satu porsi pisang Rp 10.000 saja.
Baca Juga  12 Gambar Jejak Penelusuran Sejarah Kolonial Belanda di Gereja Blenduk Kota Lama Semarang

Rute Menuju Kawasan Pecinan

Seruanya berwisata kuliner di malam hari, foto: instagram.com/marga_ulya/

Ada beberapa rute jalan yang bisa dilalui saat menuju ke Pecinan, beberapa diantaranya seperti:

  1. Dari Jurnatan atau Jalan KH. Agus Salim, masuk di Pekojan dan tembus di jalan Gang Pinggir.
  2. Dari Jagalan ke Jalan Ki Mangunsarkoro sampai tembus di Gang Pinggir.
  3. Jalan Gajahmada ke Kranggan dan masuk melalui Jalan Beteng.
  4. Dari Gajahmada ke Wotgandul dan melewati jalan Wotgandul Timur.

Salah satu daya tarik yang ada, foto: instagram.com/peonny_lady/

Bila masih bingung cara menuju ke kawasan ini, Anda bisa menggunakan Google Map. Tulis tujuan Anda dan dari titik kemana berasal. Setelah itu ikuti arah petunjuk di gambar peta tersebut. Entah menggunakan moda transportasi umum atau pribadi, kawasan ini mudah untuk dijangkau.

Mungkin Anda penasaran jam berapa lokasi ini dibuka, dari sore hari sudah  banyak warung menjual makanan, bagi Anda  beragama muslim, ada masjid di sekitar sini untuk melakukan ibadah.

Suasana pada malam hari, foto: instagram.com/zam29roni/

 

Lokasi: Pecinan, Semarang, Jawa Tengah
Map:
KlikDisini
Buka/Tutup:
24jam
HTM:
Free
Telepon:

0/5 (0 Reviews)
Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply