Menilik Pesona Koleksi Sejarah Jawa di Museum Ronggowarsito Semarang

1176 views

Sebagian besar penduduk Indonesia pasti mengetahui bahwa Pulau Jawa adalah kawasan terpadat di nusantara. Bukan hanya sebagai pulau dengan penduduk terpadat, namun tempat ini juga menjadi pusat berbagai kegiatan di negara kita. Hal ini tentu tampak dari peranan serta denah keunikan wilayah Indoneisa.

Museum ronggowarsito, foto: instagram.com/museumranggawarsita/

Sudah sejak zaman dahulu, berbagai kegiatan, terutama pemerintahan dan ekonomi terjadi di Pulau Jawa. Bahkan disebut juga sebagai pusatnya. Bukan hanya pada zaman setelah merdeka, namun bahkan di masa Kolonial pun, banyak pusat pemerintahan serta gedung-gedung besar perkantoran. Hingga saat ini, kegiatan pemerintahan maupun ekonomi terus berkembang di kawasan ini. Sekaligus memberikan sumbangsih tinggi bagi pencemaran udara karena penggunaan bahan bakar.

Enam daerah administratif di Pulau Jawa (denah wilayahnya bisa dilihat di map sendiri atau melalui gambar serta artikel deskripsi di website/web/wikipedia) menjadi saksi dari berbagai aktivitas berpusatkan lokasi ini. Banyak peninggalan sejarah beserta dengan jejak peninggalan berbagai masa, tersimpan rapi. Beberapa diantaranya masih terkubur dan belum ditemukan. Beberapa diantaranya sudah mulai muncul namun masih menyimpan sejuta misteri.

Luas area wisata, foto: instagram.com/kempho.antaka/

Berikut adalah secuil profil mengenai pengelolaan salah satu tempat wisata di Jawa Tengah. Silakan juga menjadikannya sebagai referensi untuk berapa cerita, makalah, job fair. Pastikan untuk serta melihat isi dari berbagai pengertian segi manfaat.

Lokasi dan Rute Perjalanan

Studi tour yang dilakukan oleh siwa sekolah, foto: instagram.com/museumranggawarsita/

Kali ini, the next holiday destination kita adalah suatu museum yang ada di pusat pemerintahan Provinsi Jawa Tengah. Adalah suatu museum yang diresmikan pada tahun 1989, tepatnya tanggal 5 Juli. Namanya adalah Museum Ranggawarsita atau Ronggowarsito. Bangunan bersejarah ini terletak di kota pusat pemerintahan Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga  Kemegahan Masjid Agung Jawa Tengah, Tidak Kalah dari Bangunan Luar Negeri

Lokasinya adalah di daerah Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat. Tepatnya adalah di Jalan Abdul Rahman Saleh no. 1. Ronggowarsito adalah nama seorang pujangga yang pernah hidup pada abad ke-19 di Jawa Tengah, to be precise, Solo. Dia adalah seorang ahli nujum serta penasihat raja dari Keraton Kasunanan Solo. Karena kemampuan serta popularitasnya, namanya diabadikan dalam suatu gedung.

Daya Tarik

Koleksi peralatan panda besi jaman dulu, foto: instagram.com/gigih.saja/

Museum Provinsi Jawa Tengah ini menyimpan berbagai koleksi, foto, warisan budaya khas daerah Jateng baik barang asli ataupun replikanya. Banyak benda yang erat kaitannya dengan budaya Jawa masih terpelihara baik dan dapat dinikmati oleh kalangan luas masyarakat. Berdasarkan laporan pihak pengelola, jumlah total koleksi di bangunan museum mencapai 59.802 buah, berasal dari penemuan di beragam daerah yang terus digali hingga sekarang.

Secara arsitektur dan penataan bangunan dari pendiri, museum ini memiliki empat gedung terpisah dengan masing-masing memiliki sejarah sendiri. Di dalam gedung juga menyimpan koleksi dengan arah pengelompokan tertentu. Penataan koleksi ini sangat memudahkan wisatawan dalam berkunjung karena memang sudah dikelompokkan berdasarkan klasifikasi tertentu.

Kisah, Sejarah, Arsitektur serta Klasifikasi

Ruangan tengah museum, foto: instagram.com/museumranggawarsita/

Berdirinya bangunan ini bukan hanya menyediakan ruang pameran, tapi juga terdapat beberapa ruang seperti laboratorium, perpustakaan, dan auditorium. Bila memasuki kawasan ini, pengunjung akan disambut dengan bangunan bergaya Joglo, yaitu rumah adat Jawa Tengah. Di sisi kiri, terdapat patung kereta dengan ksatria beranak panah. Di kanan dan kiri pintu masuk juga terdapat arca dwarapala.

Hal ini menunjukkan adanya kekhasan budaya Jawa yang dipertahankan melalui penataan letak bangunan. Pemandangan ini sangat khas budaya Jawa serta memiliki asal usul filosofi seperti yang dianut oleh Keraton. Sebenarnya, pembangunan tempat ini sudah dimulai pada 1975 dan merupakan hasil karya arsitektur UNDIP, Ir. Totok Rusmanto. Berbicara mengenai gedung, masing-masing gedung memiliki dua lantai dan menyimpan jenis koleksi berbeda.

Baca Juga  Kampung Pecinan Semarang, Wisata Perkampungan dengan Segudang Kekayaan Kulinernya

Gedung A

Salah satu replika candi yang ada, foto: instagram.com/wis4win/

Di gedung ini banyak tersimpan koleksi yang berhubungan dengan bumi serta perkembangan zaman. Di first floor terdapat wahana Geografi serta Geologi, wisatawan bisa melihat sendiri berbagai jenis batuan yang ada di bumi, tentunya berasal dari berbagai wilayah dan zaman. Ada juga batu meteorit dari daerah Mojodedang yang ditemukan di Karanganyar tahun 1984.

Koleksi batu meteorit ini berkaitan erat dengan budaya Jawa. Penduduk zaman dahulu menggunakan batuan ini sebagai bahan campuran keris, senjata tradisional dari Jawa Tengah. Selain iu, ada juga koleksi berupa batuan alam, beberapa batu mulia serta mineral. Salah satu koleksi uniknya adalah stalagtit serta stalagmite yang ada di gua. Di tempat ini, rekan-rekan juga bisa sekaligus mempelajari mengenai pembagian perkembangan zaman di bumi.

Replika candi prambanan, foto: instagram.com/aris.gunawan23/

Rincian mengenai zaman akan lebih lengkap di second floor. Di lantai dua akan terdapat berbagai informasi serta koleksi yang berhubungan dengan Paleontologi atau zaman purba. Koleksinya antara lain adalah fosil kayu kuno, batu-batuan, serta tulang manusia serta hewan yang pernah hidup pada masa tersebut. Beberapa binatang langka seperti bajing peluncur, burung rajawali, kancil serta babi hutan juga diawetkan.

Gedung B

Pantung jendral sudirman, foto: instagram.com/jonathankurnia19/

Gedung B lantai satu merupakan tempat bagi bukti peninggalan Hindu-Budha. Tentu pameran koleksi di sini juga khas, seperti Lingga-Yoni, Kendhu, patung dewa serta candi. Di lantai ini juga terdapat koleksi dengan corak budaya Islam seperti seni hias, replica kaligrafi, Salinan Al Qur’an, miniatur Masjid Mantingan Jepara serta Masjid Agung Demak. Di sini juga disimpan cerobong sumur dari Caruban Lasem.

Baca Juga  Inilah Yang Harus Kamu Tahu Sebelum Wisata Ke Sam Poo Kong: Harga Tiket Masuk dan Hotel Terdekat

Di lantai dua terdapat berbagai koleksi berbahan dasar keramik atau batik. Barang-barang ini berasal dari berbagai daerah, baik lokal (nusantara) atau dari Eropa dan Tiongkok. Bermacam kerajinan gerabah juga disimpan di Gedung B beserta dengan informasi bagaimana cara pembuatannya. Informasi ini biasanya dituliskan dalam suatu deskripsi berbahasa Inggris atau Indonesia.

Koleksi pemalu, foto: instagram.com/gigih.saja/

Pengunjung juga bisa menikmati serta melihat sendiri berbagai macam motif batik khas masing-masing daerah di Jawa Tengah. Tiap daerah penghasil batik, memang memiliki corak unik seperti Surakarta, Pekalongan, Lasem, serta Banyumas.

Gedung C

Koleksi patung budha, foto: instagram.com/muri_org/

Gedung ini adalah rumah bagi koleksi sejarah, terutama ketika bangsa Indonesia bertempur merebut dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Beberapa ruang di gedung C adalah suatu diorama dari berbagai pertempuran di Indonesia, terutama Jawa Tengah serta Yogyakarta. Sementara, bila masuk ke lantai dua akan menemukan berbagai koleksi kerajinan trandisional serta teknologi industry.

Gedung D

Gambar rumah adat, foto: instagram.com/pramuka_inovatif.id/

Di lantai satu gedung D, terdapat koleksi yang berhubungan dengan pembangunan, tradisi nusantara, heraldic, munismatik, serta ruang hibah dan intisari. Sementara itu, di bagian lantai dua terdapat koleksi benda-benda yang berhubungan dengan kesenian, yaitu seni pagelaran (seperti wayang), pertunjungan (seperti kuda lumping dan barongan), dan seni musik.

Segala Fasilitas serta koleksi ini dapat dinikmati oleh pengunjung setiap hari pada pukul 08.00-15.00 WIB. Bagi wisatawan asing, diminta untuk membayar dengan harga sekitar Rp10.000 sementara untuk wisatawan domestik hanya diminta membayar Rp2.000 untuk anak-anak dan Rp4.000 untuk orang dewasa.

Fossil mahmot, foto: instagram.com/seputarsemarang/

Lokasi: Jalan Abdul Rahman Saleh no. 1, Kalibanteng Kulon, Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Map:
KlikDisini
Buka/Tutup:
08.00-15.30
HTM:
Rp.4.000/Orang
Telepon:
0247602389

 

0/5 (0 Reviews)
Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply