Museum Puri Lukisan, Tempat Sarat Sejarah yang Tak Boleh Terlewat Saat Singgah Ke Bali

684 views

Salah satu hal yang membuat Bali terkenal di seluruh penjuru dunia ialah tingkat kreativitas para senimannya. Tidak terkecuali di bidang seni lukis, entah modern atau pun tradisional.

Oleh sebab itu, tak heran berbagai sudut Bali sering ditemukan museum lukis. Salah satu museum yang harus dikunjungi ketika singgah ke Bali adalah Museum Pari Lukisan.

Museum puri lukisan, foto: rentalmobilbali.net

Banyak review di Tripadvisor mengenai lokasi wisata ini. Sekarang ini cukup banyak wisatawan entah dari dalam negeri atau dari luar negeri yang sengaja datang mengunjungi museum ini. Uniknya para pengunjung bukan hanya di dominasi dari kalangan pecinta budaya dan seni.

Banyak masyarakat biasa tertarik untuk mengunjungi lokasi ini karena penasaran dengan sajian wisata yang berbeda serta baru untuk mereka. Bila Anda juga tertarik, berikut sedikit ulasan untuk Anda.

Alamat Museum Puri Lukisan

Patung di tengah kolam, foto: instagram.com/kazuekirsch/

Alamat wisata ini berada di Jalan Raya Ubud, Kec Ubud, Kab Gianyar, Provinsi Bali 80571. Lokasinya cukup dekat dengan puri Ubud serta pusat wisata belanja yang cukup terkenal di Bali yakni Pasar Seni Ubud.

Sejarah Pendirian Museum Puri Lukisan

Pendirian museum ini berawal dari khawatirnya masyarakat akan terjadinya pemiskinan budaya yang berad adi Bali. Karya pelukis yang berasal dari Pulau Dewata sudah mendapat pengakuan internasional dari abad ke 20. Dari beberapa dekade silam, karya pelukis pun menyebar di berbagai belahan dunia.

Keadaan di dalam area wisata, foto: rentalmobilbali.net

Karya pelukis digunakan sebagai cendera mata para turis. Hal ini membuat ciri khas karya lukis di Pulau Dewata dicemaskan hilang serta sulit untuk ditemukan di masa mendatang.

Baca Juga  Daftar Aktivitas yang Bisa Anda Lakukan di Beachwalk Bali, Pusat Perbelanjaan dengan Lokasi Strategis

Pemikiran ini memunculkan inisiatif beberapa toko untuk mendirikan perkumpulan seniman yang memiliki nama Putamaha di tahun 1936. Para seniman yang mendirikan Pitahama seperti Walter Spies, Tjokorda Gde Agung Sukawati, dan Rudolf Bonnet.

Misi yang dibawa oleh perkumpulan ini ialah melestarikan dan mengembangkan seni Bali, entah tradisional atau pun modern. Di awal keberadaannya, aktivitas perkumpulan ini seperti membuat pameran memperkenalkan karya para anggotanya yang sudah mencapai 125 seniman di tingkat internasional.

Salah satu lukisan yang ada, foto: instagram.com/ditchthislife/

Dengan perjalanan waktu, organisasi ini pada akhirnya mengalami pasang surut. Salah satu masa krisis yang dialami ketika Perang Dunia II. Ketika masa itu, para seniman mulai merasa kebutuhan adanya museum.

Di tahun 1953, dibentuklah wadah baru bernama Yayasan Ratna Wartha. Tatasan ini hakikatnya meneruskan gagasan yang sudah dicetuskan Pitamaha, dengan melalui Yayasan Ratna Wartha, gagasan mendirikan museum mulai diwujudkan dengan perancangan Museum Puri Lukisan.

Ruangan pameran, foto: pexels.com

Peletakan batu pertama menandai pembangunan yang dilakukan oleh perdana menteri Ali Sastroamidjojo di tanggal 31 Januari 1954. Museum ini diresmikan oleh Mohammad Yamin selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa itu di tanggal 31 Januari 1956.

Ketika itu, Tjokorda Gde Agung Sukawati adalah direktur museum dan Rudolf Bonnet bertindak sebagai kurator. Koleksi museum adalah sumbangan para seniman, ada juga koleksi yang dibeli dari dana donasi.

Koleksi Museum Puri Lukisan Bali

Taman yang ada di sekitar, foto: instagram.com/kristina_ilyina/

Banyak koleksi hasil karya seniman asal Bali yang dapat kita lihat dari dekat. Berbagai hasil karya seni hebat di museum diletakkan di 4 bangunan berbeda di kompleks museum.

Agar bisa menikmati semua karya seni di museum ini, paling tidak Anda harus meluangkan waktu kurang lebih 2 jam lamanya. Koleksi lukisan ialah karya seni dari Batuan Painting, Sanur Painting, hingga Ubud Painting.

Baca Juga  Situs Bersejarah Pura Gunung Kawi Sebatu, Akan Membuatmu Terpesona. Simak 12 Foto ini

Dua lainnya ialah wood carving dan yang paling baru ialah Young Artis Painting. Di tiap kategori di atas, kita akan menemukan hal unik dan menarik bahkan baru bagi kita. Koleksi lukisan yang ada di museum sangat lengkap sehingga tempat ini bisa disebut sebagai surga pecinta seni lukis.

Fasilitas Museum Puri Lukisan

Bangunan utama museum, foto: tempatwisatadibali.info

Fasilitas yang disediakan pengelola museum sangat lengkap. Di dalam kompleks ini terdapat toko buku, bale, toko oleh-oleh. Untuk fasilitas umum yang disediakan seperti toilet, tempat parkir. Parkir disediakan secara gratis.

Selain menikmati karya seni di dalamnya, sebenarnya kita juga diizinkan mengambil gambar. Tetapi, ketika mengambil photos atau video di dalam museum, hindari menggunakan lampu kilat dan tripod. Usahakan tetap tenang di dalam museum.

Harga Tiket Masuk

Tiket masuk, foto: instagram.com/springdays13/

Tiap pengunjung yang berusia 15 tahun ke atas, akan dikenakan entrance fee sebesar Rp 75.000 per orang. Untuk usia di bawah 15 tahun, bila bersama dengan orang tua, tidak perlu membayar tiket masuk. Harga tiket masuk ini sudah termasuk gratis welcome drink serta camilan kue.

Bila dilihat, harga tiket masuk di atas masih terjangkau.

Cara Mencapai Lokasi

Akses jalan di sekitar lokasi, foto: instagram.com/kathkaye07/

Selama berlibur ke Bali, dan memilih menginap di Ubud, untuk sampai di lokasi wisata ini bisa menggunakan taksi.

Taksi adalah moda transportasi paling mudah untuk sampai di tempat wisata ini. Lantas bagaimana dengan wisatawan yang tak menginap di kawasan Ubud? Cara paling baik untuk sampai di sini dengan menggunakan jasa penyewaan mobil.

Bila bingung mencapai tempat wisata, gunakan Google Map. Ikuti petunjuk yang berada di dalam peta map.

Baca Juga  Berkunjung Ke Pulau Dewata? Jangan Lewatkan Wisata Belanja di Discovery Shopping Mall

Wisata Lainnya di Bali

Patung yang ada di tengah pohon, foto: instagram.com/ditchthislife/

  • Pantai Balangan. Pantai nan eksotis dengan pasir warna putih berada kurang lebih 8 km dari wisata Garuda Wisnu Kencana. Warna air laut pantai ini biru bersih dan ombaknya juga digemari oleh peselancar yang ingin mencoba menyatu dengan air laut. Kita bisa berselancar dan berenang.

Tetapi jika ingin menikmati dari bibir pantai juga tak masalah. Dari jauh, aktivitas bandara Bali bisa terlihat. Kita juga bisa melihat keindahan dari Pantai Dreamland.

Selain itu aktivitas dari masyarakat lokal yang membongkar hasil tangkapan ikan pagi hari juga memberi nuansa tersendiri. Untuk menikmati keindahan pantai, kita hanya perlu membayar biaya Rp 2000 untuk parkir.

Salah satu koleksi yang dimiliki, foto: instagram.com/springdays13/

  • Pantai Dreamland. Sesuai nama yang cukup persuasif, Pantai Dreamland seperti pantai impian. Laut biru luas serta bersih dengan tebing menjulang di sekelilingnya bisa memanjakan mata kita.

Ditambah dengan suasana tak begitu ramai. Kita bisa dibuat seperti di pantai privat. Untuk masuk, kita hanya perlu membayar biaya parkir Rp 15.000 untuk mobil serta Rp 3.000 untuk motor.

  • Pantai Nusa Dua. Pantai ini ada di wilayah Nusa Dua yang terkenal dengan kawasan elite. Tetapi tak perlu cemas dengan biaya yang perlu dikeluarkan. Ombak di sini cukup tenang, kita bisa mengunjungi pantai ini bersama dengan buah hati. Berenang, berselancar, berjemur dengan tenang.
  • Pantai tuban. Bila baru datang dari Bandara, pasti Anda ingin melihat pantai ini. Pantai Tuban adalah solusi yang paling pas. Keadaan pantai ini tak seramai seperti Kuta. Sesudah membayar Rp 2.000, kita bisa dengan puas menghabiskan waktu di lokasi ini.

Pintu masuk, foto: instagram.com/carlosreyesdc/

Lokasi: Jalan Raya Ubud, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571
Map: KlikDisini
HTM: Rp.75.000/Orang
Buka/Tutup: 09.00 – 20.00
Telepon:  (0361) 4749838

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply