Ingin Wisata Edukasi dan Sejarah yang Murah Meriah di Semarang? Ke Museum Mandala Bhakti Aja

601 views

Dalam berwisata, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan, tak hanya asal liburan, senang-senang, menghabiskan uang tetapi tidak dapat apa-apa. Sungguh disayangkan bila setelah pulang wisata tidak meninggalkan kesan mendalam, salah satu alternatif yang bisa dicoba adalah wisata sejarah dan edukasi.

Museum mandala bhakti, foto: tstatic.net

Wisata sejarah tak perlu jauh-jauh keluar kota dan mengunjungi tempat bersejarah tertentu, hal itu pun bisa didapatkan dengan mengunjungi museum terdekat di kota masing-masing. Tidak benar bahwa jika wisata ke museum itu membosankan, justru menambah pengetahuan dan kesan akan sejarah tanah air.

Bagi yang tinggal di daerah sekitar Semarang dan Jawa Tengah, terdapat salah satu objek wisata sejarah yang wajib dikunjungi, yakni Museum Mandala Bhakti di Barusari. Nama museum ini sendiri juga tidak asing mengingat terdapat Museum Mandala Bhakti Wanitatama yang namanya identik di Yogjakarta.

Suasana malam hari di sektiar, foto: instagram.com/masyharhisyam/

Salah satu objek wisata museum ini memiliki latar belakang sejarah menarik karena menyimpan koleksi beberapa benda jaman penjajahan. Bangunannya pun juga bersejarah karena sempat digunakan oleh Belanda sebagai Pengadilan Tinggi hingga dijadikan markas besar pertahanan oleh Pangeran Diponegoro.

Museum ini juga terkenal sebagai tempat yang menyimpan sejarah perjuangan Tentara Nasional Indonesia , isi dari museum ini menginformasikan makalah-makalah tentang sejarah TNI. Bangunan ini sendiri berdirinya sudah dari tahun 1930an sebelum kemudian dijadikan museum pada tahun 1985.

Patung jendral sudirman, foto: instagram.com/kimlana2811/

Kunjungan ke objek wisata sejarah dan edukasi di kawasan Semarang Selatan ini akan membangkitkan rasa nasionalisme pengunjung akan gigihnya perjuangan TNI jaman dulu. Berikut informasi alamat, harga tiket masuk dan jam buka Museum Mandala Bhakti ini disertai gambar dan foto tempat tersebut.

Baca Juga  Menilik Museum eks-Stasiun Kereta Api Warisan Kolonial Belanda di Ambarawa

Fasilitas dan Akomodasi

Museum identik dengan koleksi benda-benda di dalamnya, sama seperti Museum Mandala Bhakti ini sendiri. Karena tempat ini sendiri menyimpan sejarah perjuangan kemiliteran Indonesia, maka isi di dalamnya tak lepas dari persenjataan TNI dari jaman penjajahan dahulu hingga masa modern sekarang.

Koleksi tank, foto: wikimedia.org

Salah satu contoh benda bersejarah tersebut adalah senjata besar dan berat berupa field gun dengan tipe 25 PDR diletakan tepat di depan museum. Bukti fisik dari senjata-senjata yang digunakan dalam perjuangan melawan penjajahan tersimpan di dalam museum dalam kondisi baik dan dapat digunakan.

Senjata lain yang juga memiliki nilai sejarah tinggi yakni adalah pistol kuno jenis Luger dan machine gun jenis Browning. Kedua senjata ini dahulunya digunakan selama lima hari berturut-turut dalam perang lima hari di Semarang. Bahkan senjata tradisional berupa bambu runcing pun terpajang dengan rapi.

Koleksi seragam tentara, foto: indonesiakaya.com

Bahkan laporan singkat mengenai dokumentasi hingga narasi selama masa peperangan juga tersimpan baik disini. Koleksi dan bukti bersejarah tersebut terdapat di beberapa ruangan terpisah yang berbeda-beda, benda tersebut ada yang berupa rampasan hasil perang dari penjajah hingga senjata tradisional.

Museum Mandala Bhakti memiliki total 30 ruangan yang dibagi dalam 2 lantai, masing-masing ruangan memamerkan koleksi bersejarah lain. Beberapa ruangan tersebut dinamakan ruang wanitatama atau ruang laskar wanita, ruang peristiwa, ruang seragam angkatan darat, perpustakaan hingga laboratorium.

Koleksi senjata, foto: kompas.com

Memasuki ruangan peristiwa, pengunjung akan disuguhkan oleh laporan dan makalah perjuangan rakyat Indonesia yang memukai. Mulai dari pertempuran lima hari yang terjadi di Semarang, sejarah Trikora, Palagan Ambarawa, serangan pada tanggal 1 Maret, hingga pemberontakan DI/TII tersimpan lengkap.

Baca Juga  Gua Maria Kerep Ambarawa Punya Ikon Baru? Ini Dia

Pada ruang angkatan darat, koleksi benda yang dipajang semakin unik, karena terdapat pakaian para TNI pada jaman dahulu mulai dari bahan karung goni hingga katun. Semua seragam tersebut sudah pernah dipakai oleh pejuang pada jaman dahulu, pakaian tersebut pun diawetkan sebagai bukti faktual sejarah.

Koleksi meriam, foto: instagram.com/victryanisuhartono/

Beberapa seragam militer Indonesia juga menampilkan pakaian para pasukan PETA (Pembela Tanah Air), Heiho (pasukan Indonesia bentukan Jepang untuk perang dunia kedua), TKR (Tentara Keamanan Rakyat), BKR (Badan Keamanan Rakyat), TNI, pakaian tentara asing dan seragam dinas Polisi Militer dan Kowad.

Harga Tiket Masuk

Pengunjung yang datang ke dalam museum ini tidak dikenakan tiket masuk perorangnya, mulai dari anak-anak, remaja, pelajar, hingga orang dewasa tidak dipungut biaya. Hal ini bertujuan agar masyarakat Semarang mau mempelajari dan mengapresiasi sejarah Indonesia dengan berkunjung ke tempat ini.

Koleksi kendaraan tentara, foto: dickie70.files.wordpress.com

Pengecualian bagi pengunjung rombongan seperti study tour atau kelompok pelajar, pihak pengelola mengenakan biaya tiket masuk sebagai bentuk operasional dari museum. Tetapi hal tersebut juga sebanding karena pihak museum sendiri menyediakan pemandu wisata untuk berkeliling sekitar area.

Untuk jam buka museum ini sendiri yakni setiap Selasa sampai Jumat dan hari Minggu, sedangkan hari Senin dan Sabtu tutup. Hari Selasa sampai Kamis, tempat ini dibuka dari pukul 08.00 – 18.00 WIB, hari Jumat sendiri buka pukul 08.00 – 10.30 WIB saja sedangkan hari Minggu buka pukul 08.00 – 12.00 WIB.

Letak dan Lokasi

Kendi raksasa, foto: tstatic.net

Lokasi persis dari bangunan tempat bersejarah ini berada yakni ada di alamat jalan Soegijapranata No. 1, tepatnya di dalam Kelurahan Barusari, bagian dari Kecamatan Semarang Selatan, provinsi Semarang, Jawa Tengah. Dilihat dari peta sendiri letak tempatnya berdekatan juga dengan jalan Dokter Sutomo IV.

Baca Juga  Air Terjun Semirang, Wisata Alam Semarang dengan Keindahannya

Museum ini juga dekat dengan Tugu Muda Semarang dimana letak bangunannya berada di sebelah selatan dari bundaran tugu tersebut. Tugu Muda Semarang ini juga merupakan salah satu bentuk monumen sejarah untuk mengapresiasi dan menghormati perjuangan para pahlawan di Semarang.

Rute Menuju Museum Mandala Bhakti

Suasana jalan di depan museum, foto: idsejarah.net

Tak jarang beberapa wisatawan dari Jakarta yang datang untuk berkunjung ke bangunan bersejarah ini, beberapa pengunjung dengan kampung halaman di Semarang pun juga datang kesini. Tak hanya itu, transportasi umum pun juga tersedia mulai dari fasilitas bis wisata hingga mobil kecil berupa angkot.

Bagi wisatawan yang tidak ingin repot menyetir menggunakan kendaraan pribadi dapat menaiki bus tingkat wisata kota Semarang secara gratis. Wisatawan lokal, dari luar kota, hingga luar negeri pun bisa menggunakan fasilitas bus ini dengan cara menitipkan KTP untuk tiket menaiki bus pada petugasnya.

Alat perang di halaman, foto: https://www.instagram.com/edrichosea/

Tidak perlu khawatir karena nantinya KTP akan dikembalikan setelah bus selesai melakukan perjalanan tur keliling kota Semarang. Tak hanya di Jakarta saja yang memiliki bus Trans Jakarta, Semarang pun juga mempunyai bus Trans Semarang (BRT) dimana beberapa rute melewati depan Museum Mandala Bhakti.

BRT atau Bus Rapid Trans di Semarang yang melewati bangunan ini adalah bus dengan jalur Mangkang – Penggaron yang berada di koridor 1. Bus ini bermula dari Taman Margasatwa Bonbin Mangkang dan berakhir di Masjid Agung Jawa Tengah, melewati Tugu Muda dan Museum Mandala Bakti.

Pintu masuk, foto: instagram.com/kimlana2811/

Lokasi: Jl. Soegijapranata No. 1, Kelurahan Barusari, Kecamatan Semarang Selatan, Jawa Tengah
Map: KlikDisini
HTM: Free
Buka/Tutup: 08.00 – 18.00
Telepon: (024) 3520921

0/5 (0 Reviews)
Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply