Menjelajahi Sejarah Perjuangan Indonesia Melawan Penjajah di Monumen Palagan Ambarawa

1072 views

Semarang memang kaya akan destinasi wisata alamnya yang indah, namun selain itu juga terdapat tempat-tempat bersejarah yang bisa dijadikan sebagai destinasi wisata.

Salah satunya yaitu Monumen Palagan Ambarawa yang bertempat di Jl. Mgr. Sugiyopranoto, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Semarang, Provinsi Jawa Tengah 50614, Indonesia.

Monumen palagan ambarawa, foto: instagram.com/sulisjwn/

Mengunjungi museum saat liburan tentunya bukan hanya sekedar ajang rekreasi saja. Tetapi juga tetap menambah wawasan serta edukasi dari sejarah masa lalu. Oleh karena itu, selain wisata alam, mengunjungi museum bisa menjadi alternatif liburan.

Dengan mengunjungi museum, wisatawan akan diajak untuk menelusuri jejak-jejak di masa lalu. Jeka tersebut bisa ditemukan lewat benda-benda peninggalan, gambar atau potret dengan keterangan di masa lampau. Hingga relief ataupun diorama biasanya ada di museum.

Oleh karena itu, sudah seharusnya museum menjadi salah satu daftar untuk menghabiskan waktu liburan. Sekaligus juga untuk menambah pengetahuan.

Salah satu koleksi meriam, foto: instagram.com/bangkemed69/

Monumen Palagan Ambarawa merupakan salah satu museum dengan koleksi benda-benda bersejarahnya yang banyak. Para wisatawan yang datang bersama keluarga atau mengajak putra-putrinya berlibur jangan melewatkan museum ini untuk mendapatkan pengetahuan.

Berkunjung ke Monumen Palagan Ambarawa menjadi salah satu liburan yang menyenangkan. Para pengunjung bisa menemukan beberapa gambar tentang kejadian di masa lalu. Seperti gambar peperangan di zaman dulu yang akan menjadi pengetahuan bagi para pengunjung.

Mengetahui sejarah dari Monumen Palagan Ambarawa di Semarang

Berfoto di depan monumen, foto: instagram.com/sammas_rayyan/

Didirikan untuk mengenang perjuangan rakyat mengusir tentara indonesia pada sekitar tahun 1973. Sehingga termasuk peninggalan sejarah pada zaman. Monument ini langsung diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, yaitu Presiden Soeharto.

Seperti namanya, monumen ini merupakan simbol perjuangan akan terjadinya pertempuran Ambarawa. Bukan hanya sebagai simbol saja, Monumen Palagan Ambarawa juga menjadi kenangan dari pertempuran yang terjadi pada tanggal 12 hingga 15 Desember 1945 yang lalu.

Koleksi lokomotif, foto: instagram.com/narendamaz/

Pertempuran tersebut dipimpin oleh Jenderal Soedirman dengan keberhasilan mengalahkan dan juga mengusir sekutu. Tanggal 15 Desember menjadi salah satu kejadian perjuangan dari Jenderal Soedirman dalam membela rakyat.

Baca Juga  Nikmati Waktu Santai Bersama Keluarga di Salib Putih Salatiga

Dengan adanya kejadian dari pertempuran tersebut, maka setiap tanggal 15 Desember merupakan hari peringatan Infanteri. Hari peringatan ini bukan hanya untuk mengenang perjuangan dari Jenderal Soedirman saja. Tetapi juga peringatan perjuangan bangsa Indonesia.

Saat berkunjung ke sana, para wisatawan akan menemukan banyak relief di Monumen Palagan Ambarawa. Relief tersebut menggambarkan peperangan Ambarawa. Tentunya penggambaran lewat relief sangat lengkap mulai dari awal hingga akhir peperangan dalam melawan penjajah.

Tempat foto favorit, foto: instagram.com/es_tehsusu/

Selain relief dan juga gambar mengenai peperangan melawan penjajah di masa lalu. Monumen Palagan Ambarawa juga merupakan tempat alat-alat tempur yang dulu digunakan untuk melawan penjajah di simpan.

Berbagai alat untuk bertempur merupakan peninggalan dari tentara jepang ada di Monumen Palagan Ambarawa. Seragam lengkap yang digunakan para tentara saat bertempur pun ada di sana. Mulai dari seragam tentara Indonesia, juga seragam sekutu yaitu Belanda dan Jepang.

Dan yang paling menarik lagi yaitu para pengunjung juga bisa mengetahui kendaraan atau transportasi milik sekutu saat sedang berperang. Kemudian Meriam yang mereka gunakan saat sedang melawan tentara Indonesia.

Suasana pada malam hari, foto: instagram.com/sonafauzin/

Selebihnya lagi yaitu terdapat pesawat Mustang P51 buatan Amerika namun digunakan oleh Belanda, dan juga pesawat yang jatuh di Rawa Pening bisa ditemukan di museum Ambarawa tersebut. Adapun kendaraan milik tentara Indonesia yaitu tank saat melawan para penjajah.

Banyaknya peninggalan di masa lampau itu, tentunya para pengunjung akan memiliki banyak pengetahuan serta gambaran mengenai peperanga sebagai perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan para penjajah. Sehingga akan lebih menghargai dan mencintai bangsa serta negara ini.

Akses menuju Monumen Palagan Ambarawa, Semarang

Lapangan yang ada di dalam tempat wisata, foto: instagram.com/indrha_bi/

Berada di daerah Ambarawa dengan jarak sekitar kurang lebih memakan waktu 2 jam dari Semarang untuk sampai di Monumen Palagan Ambarawa. Meskipun memiliki jangka waktu yang cukup lama, namun akses jalan menuju ke sana tidak terlalu sulit untuk dilalui.

Baca Juga  Sumpek Dengan Suasana Perkotaan? Berwisata ke Wana Wisata Hutan Penggaron Semarang, Dijamin Menghilangkan Stress

Baik menggunakan kendaraan mobil, motor hingga bis besar bisa melewati jalan menuju ke Monumen Palagan Ambarawa. Jalanan menuju ke sana cukup besar dan juga indah. Sehingga tidak jarang banyak rombongan sekolah hingga luar daerah berkunjung ke sana.

Jika pemberangkatan dimulai dari kota Semarang, maka perjalanan dimulai dari jalan Dr. Wahidin menuju Jalan Raya Suruh ke Karang Gede. Kemudian akan ditemukan jalan raya provinsi yang menghubungkan antara Semarang ke Jogjakarta.

Koleksi pesawat, foto: instagram.com/wis4win/

Sampai di jalan besar, selanjutnya ambil arah ke Jalan Palagan yang terhubung ke Jalan Jenderal Sudirman. Di sana akan banyak ditemukan papan yang menunjukan arah ke Monumen Palagan Ambarawa. Sehingga perjalanan tidak terlalu sulit karena banyaknya petunjuk arah.

Kalaupun kesulitan untuk menemukannya, terdapat titik koordinat yang ada pada google map sehingga perjalanan akan lebih mudah.

Berkunjung dan menelusuri sejarah di Monumen Palagan Ambarawa

Patung letkol isdiman, foto: instagram.com/anietautomo/

Setelah sampai di lokasi Monumen Palagan Ambarawa, para pengunjung biasanya mengambil foto di tugu depan. Bukan hanya sekedar kenang-kenangan karena telah berkunjung ke sana, tetapi juga menjadi salah satu ciri destinasi wisata yang telah dikunjungi.

Adapun cara untuk masuk ke sana setiap wisatawan harus memiliki tiket masuk dengan harga yang sangat bersahabat, yaitu 5 ribu rupiah per orang. Dengan harga tersebut para pengunjung bisa mendapatkan pengetahuan mulai dari cerita dan sejarah tentang perang di zaman itu.

Hingga perlengkapan tempur mulai dari kendaraan hingga seragam, baik itu milik penjajah maupun juga milik pejuang bangsa Indonesia.

Pintu masuk, foto: instagram.com/wis4win/

Namun jangan lupa untuk tahu info dari jadwal kunjungan Monumen Palagan Ambarawa. Meskipun setiap hari, yaitu dari Senin hingga Minggu Monumen Palagan Ambarawa ini dibuka. Namun memiliki batas waktu yaitu mulai dari pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore.

Baca Juga  Ayana Gedong Songo, Spot Foto Kece di Lereng Gunung Ungaran

Para pengunjung yang telah memiliki karcis biasanya akan diperiksa oleh petugas di sana yaitu dengan menunjukan karcis yang telah dibeli pada mereka. Dari pintu loket penjualan karcis, para pengunjung berjalan kaki kurang lebih sekitar 100 meter dari gerbang masuk.

Meskipun harus berjalan kaki untuk menuju gerbang masuk, namun pengunjung akan mendapatkan banyak spot untuk berfoto. Karena sepanjang perjalanan ke sana akan disuguhi taman dengan pepohonan yang hijau. Sehingga tidak rugi untuk berjalan ke sana.

Salah satu koleksi tank, foto: instagram.com/my_nabawi/

Perlu diketahui jika Monumen Palagan bukan hanya berada di Semarang saja. Akan tetapi di kota-kota lain di Indonesia juga bisa ditemukan Monumen Palagan dengan cerita dan sejarah yang tentunya berbeda dengan Ambarawa.

Beberapa Monumen Palagan yang bisa ditemukan yaitu seperti di Sukabumi dengan nama Bojongkokosan. Kemudian Monumen Palagan Tumpak Rinjing yang ada di Pacitan Jawa Timur. Lalu Monumen Palagan Sambi di Kotawaringin Barat.

Selebihnya lagi yaitu Pangkalan Bun dan Monumen Palagan Lengkong yang ada di Tangerang. Banyaknya lokasi dari monumen bersejarah tersebut tentunya jangan sampai terlewatkan sebagai daftar kunjungan liburan.

Salah satu acara yang di adakan di sekitar, foto: instagram.com/ns_engsun/

Karena dengan mengunjungi museum-museum tersebut, pengertian akan sejarah dan juga perjuangan dari bangsa Indonesia di masa lalu akan lebih banyak. Wisata sambal belajar ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi para pengunjung atau wisatawan.

Lokasi: Jl. Mgr. Sugiyopranoto, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Semarang, Provinsi Jawa Tengah 50614, Indonesia
Map: KlikDisini
HTM: Rp.5.000/Orang
Buka/Tutup: 08.00 – 18.00
Telepon: 024 6921424

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply