12 Foto Indahnya Masjid Kauman Semarang yang Sayang Anda Lewatkan

712 views

Masjid Kauman merupakan salah satu masjid yang paling tua di Jawa. Letak masjid ini berada di Pasar Johar, Semarang. Dulunya, kompleks ini adalah alun-alun yang digunakan sebagai tempat berkumpul warga Semarang.

Sampai saat ini, bangunan ini tetap berdiri dengan kokoh walaupun lingkungan yang berada di sekitarnya sudah padat dengan pedagang kaki lima, kios dan tempat angkot menunggu penumpang.

Sekilas Tentang Masjid Kauman Semarang

Masjid kauman semarang, foto: edupaint.com

Masjid Kauman berdiri di awal abad ke 16. Pendiri dari tempat ibadah ini ialah Ki Ageng Pandanaran dan kemudian mendirikannya kembali di sekitar Bubakan dan menjadi tempat kab sesudah hijrah karena pemberontakan orang-orang China dan dikenal dengan Perang Semarang di tahun 1742.

Masjid ini mengalami renovasi selama berkali-kali. Kiai Adipati Surohadimenggolo III adalah bupati Semarang ketika itu dan mengganti masjid ini dengan yang lebih besar di tahun 1759 hinga 1760.

Pembangunan ini diperingati dengan 3 buah inskripsi yang sekarang masih menempel di gapura utama masjid dan bertuliskan huruf Arab, Latin, dan Jawa.

Pintu masuk, foto: ruangsore.com

Tulisan prasasti ini masih sangat jelas terbaca walaupun telah usang dimakan usia. Hal tersebut sangat menarik untuk di kaji bila masjid ini merupakan salah satu masjid yang paling besar serta berpengaruh pada zamannya.

Tempat ini juga banyak dikunjungi oleh orang dari berbagai macam daerah. Hal tersebut menandakan jika Semarang dari dulu adalah salah satu kota besar dan kota pelabuhan nan maju.

Suasana di sektiar masjid, foto: queertransgeek.files.wordpress.com

Ketika RM Tumenggung Ario Purboningrat berkuasa di tahun 1867, ia melakukan renovasi dan di tahun 1889 dengan bantuan Asisten Residen Semarang GI Blume serta Bupati, masjid ini lagi-lagi direnovasi.

Baca Juga  Pesona Wisata Brown Canyon Eksotis Untuk Hunting Foto,  Lokasi Alamat dan Tiket Masuk Wisata

Arsitek berkebangsaan Belanda dipercaya menangani pekerjaan tersebut dan selesai direnovasi pada tahun 1890.

Walaupun sampai sekarang Semarang sudah mempunyai Masjid Agung Jawa Tengah nan megah serta besar, keberadaan tempat ibadah ini tetap dipertahankan. Hingga sekarang masjid ini tetap dijadikan sebagai penyelenggaraan ritual dugderan.

Fasilitas Masjid

Mimbar yang ada di dalam, foto: myimage.id

Beberapa fasilitas di dalamnya sudah disediakan seperti kamar mandi, tempat berwudu, sarana ibadah, parkir, tempat penitipan sandal dan sepatu, mobil dan yang lainnya.

Tips Mengunjugi Masjid Kauman Semarang

Bila Anda berwisata ketika bulan ramadhan, berkunjung ke lokasi ini dapat menjadi kegiatan yang sangat bermanfaat. Namun berkunjung di tempat ibadah juga memiliki tips. Bagi Umat Islam khususnya, masjid adalah tempat ibadah yang digunakan untuk melaksanakan kewajiban beragama.

Bagian depan masjid, foto: edupaint.com

Berkunjung ke destinasi ini sudah pasti memerlukan tips jitu sehingga bisa berwisata dan melakukan ibadah menjadi semakin maksimal. Berikut beberapa tips traveler yang ingin mengunjungi Masjid Kauman Semarang:

1. Gunakan pakaian sopan atau menutup aurat. Bagi Anda yang ingin berwisata ke tempat ini, sebaiknya mengikuti aturan berpakaian sehingga menghargai umat muslim yang beribadah. Gunakan pakaian yang sopan atau menutup aurat.

Bila memilih pakaian yang menutup aurat namun di T-shirt bertuliskan kata-kata kasar, berarti kurang sopan. Hindari berpakaian pendek atau ketat. Paling pas ialah menggunakan baju koko bagi pria serta hijab untuk wanita. Bila bukan koko, gunakan kemeja biasa, T-shirt yang memiliki tulisan dan gambar yang wajar.

Suasana di dalam ruangan, foto: tstatic.net

2. Menjaga sikap. Meskipun tempat ibadah ini besar dan mempunyai keindahan tersendiri, namun Anda tidak boleh melupakan jika masjid merupakan tempat ibadah. Sehingga, Anda yang berkunjung wajib menjaga sikap ketika memasuki wilayah.

Baca Juga  Jangan Lupa, Di Semarang Bakal Hambar Kalau Gak ke 67 Rumah Makan Ini

Jangan bersuara lantang dan keras. Bisa saja ada orang yang saat itu sedang menjalankan ibadah dan terganggu dengan suara Anda.

3. Foto dengan tertib traveler yang sedang berwisata biasanya akan melakukan hal apapun agar bisa memperoleh foto yang unik dan menarik.

namun jangan sampai Anda melakukannya di masjid jika ingin mengambil gambar video dan foto, jangan sampai mengganggu orang yang sedang beribadah, selain itu jangan merusak properti atau barang di kawasan masjid.

Suasana di malam hari, foto: instagram.com/intandevy/

4. Nikmati keindahan sembari bersantai. Berwiasata di tempat ibadah seperti masjid hindari tergesa-gesa. Nikmati secara seksama berbagai filosofi dan keunikannya. Resapi seluruh keunikan dan renungkan dengan seksama.

5. Jangan lupa beribadah. Untuk traveler yang beragama Islam, masjid sudah pasti memiliki kesan tersendiri, apalagi mengunjunginya ketika bulan Ramadhan, sehingga jangan lupa beribadah.

6. Perhatikan waktu shalat. Bingung kapan jam yang tepat untuk berwisata di sini? Lebih baik Anda memperhatikan waktu shalat karena jangan sampai kegiatan wisata di masjid mengganggu orang yang sedang menjalankan ibadah.

Rute Perjalanan

Kegiatan mengaji bareng, foto: gulalives.co

Sebetulnya masjid ini hanya memiliki jarak kurang lebih 3 kilometer jika dari pusat kota. Bila Anda dari pusat kota Semarang, Anda bisa mengarahkan mobil ke Jalan Majend Sutoyo, setelah itu ke Jalan Gajah Mada dan arahkan ke Masjid Kauman Semarang.

Jika jalanan sedang sepi, kita hanya memerlukan waktu 12 menit saja. Perjalanan bisa dilakukan dengan menggunakan moda transportasi umum atau pun kendaraan pribadi.

Bila memilih moda transportasi umum, kita bisa menggunakan angkutan kota dan bis. Memang, akan lebih cepat jika menggunakan kendaraan pribadi.

Baca Juga  50 Tempat Makan Terbaik di Solo, Sayang Banget Kalau Ga Didatengin

Wisata Lain Semarang

Foto masjid pada jaman dulu, foto: bujangmasjid.blogspot.co.id

Beberapa wisata Semarang lainnya juga bisa dikunjungi, antara lain:

a. Gua Kreo. Banyak wisata di kota Semarang dengan tema alam seperti Gua Kreo. Kata Kreo berasal dari Mangreho. Artinya adalah menjaga dan memelihara. Gua ini konon katanya adalah tempat petilasan Sunan Kalijaga saat beliau tengah mencari kayu sebagai bahan membangun masjid.

Menurut legenda, saat melintasi gua, Sunan Kalijaga berpapasan dengan kera dan disuruh menjaga kayu jati. Semenjak saat itu gua ini dijadikan sebagai tempat bermukim kawanan kera.

Daya tarik yang dimiliki, foto: semarangkota.com

b. Simpang Lima. Belum sah sepertinya bila mengunjungi Semarang namun tidak singgah di Simpang Lima. di sini kita bukan hanya melihat pemandangan kota, namun bisa menikmati berbagai jajanan khas kota ini.

Ingin mencoba menaiki becak, Anda bisa menyewa becak dan berhias lampu berkeliling kawasan Simpang Lima. Karena semaraknya orang datang ke kawasan ini, banyak dari mereka yang berkeliling dan berfoto.

c. Kawasan Pecinan Semarang. Tidak jauh dari kota lama, kita bisa singgah sejenak di Pecinan. Kawasan ini bisa dijadikan sebagai tempat duduk-duduk sembari menikmati jajanan kuliner.

Salah satu tempat paling sibuk di Semarang ini mempunyai sejumlah kelenteng dengan pesona arsitektur magis. Bagi penggila kuliner, coba datang ke Pasar Semawis yang banyak disebut sebagai surga kuliner Pecinan.

Kondisi bagian dalam, foto: kemenag.go.id

d. Hutan Tinjomoyo. Mencari lokasi untuk piknik asik? Tak perlu bingung karena Hutan Tinjomoyo bisa dijadikan pilihan. Lokasinya ada di Bayumanik.

Hutan ini bukan hanya asyik dipergunakan sebagai tempat piknik keluarga, tetapi banyak aktivitas menarik seperti kemping, trekking hinga outbond. Hobi memotret? Pilih tempat ini karena deretan pohon rindang dan asri cocok diabadikan.

Kondisi atap, foto: myimage.id

Lokasi: Jalan Aloon-Aloon Barat no 11, Bangunharjo, Kota Semarang Tengah, Jawa Tengah 50139
Map: KlikDisini
HTM: Free
Buka/Tutup: 04.00-21.00
Telepon: (024) 3543051

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply