Eksplorasi 35 Rumah Adat Seluruh Propinsi Indonesia di Puri Maerokoco Semarang

2064 views

Jika di Jakarta ada tempat wisata rumah adat seluruh propinsi Indonesia, maka di kota Semarang juga ada wisata Puri Maerokoco yang memiliki wahana rumah adat se Jawa Tengah. Lokasi wisata ini berada di dekat Pantai Marina dan tidak jauh dari Bandara Ahmad Yani sekitar 500 meter di sebelah timur.

Tempat wisata bernama Puri Maerokoco ini telah berganti nama menjadi Grand Maerakaca sejak tanggal 12 Mei 2017. Pergantian brand ini dilakukan pengelola PT.PRPP untuk menghilangkan image tempa wisata ini karena sering mengalami rob dan sudah bisa teratasi dengan adanya hutan mangrove.

Maerokoco semarang, foto: instagram.com/riebeewahyoedie/

Selain itu, menggunakan nama Grand, tentunya akan mendongkrak popularitas sebagai wahana wisata berkelas serta tampak lebih elegan. Wisata ini merupakan tempet rekreasi andalan bagi warga Semarang karena menggambarkan kondisi setiap daerah di Jawa Tengah pada umumnya.

Wisata Grand Maerokoco menghadirkan 35 rumah adat atau anjungan dari kabupaten dan kotamadya di Jawa Tengah dan disertai bangunan miniatur wisata di daerah tersebut. Selain itu, terdapat pula miniatur bangunan dan beberapa patung tentang profil  sejarah dari setiap daerah.

Keseruan naik perahu keliling danau, foto: instagram.com/muhammadhasansubhi/

Lokasi Taman Puri Maerokoco masih dalam kawasan tempat wisata PRPP dan letak Taman Mini Jawa tengah ini berada di sebelah barat. Secara geografis lahan wisata ini di kelilingi danau dan sebagai gambaran letak propinsi Jawa Tengah diantara laut utara dan Samudera Hindia.

Pada setiap pinggir danau terdapat hutan mangrove dan berfungsi untuk mencegah banjir serta abrasi karena berada di kawasan dekat pantai utara. Bentuk tanahnya juga disesuaikan  wilayah Propinsi Jawa Tengah dan letak anjungan juga persis di wilayah yang sama seperti dalam peta.

Denah di ujung barat terdapat anjungan kabupaten Brebes dan di ujung timur ada 2 rumah adat, yaitu anjungan kabupaten Pati dan kabupaten Blora. Sedangkan di ujung utara terdapat anjungan kabupaten Jepara dengan tanah menjorok ke laut utara serta hutan mangrove gambaran pulau Karimunjawa.

Jalan setapak di dalam wisata, foto: instagram.com/dian_miharu/

Untuk wilayah barat daya terdapat anjungan kabupaten Cilacap dan ujung selatan di tempati anjungan kabupaten Purworejo serta kabupaten Magelang. Penataan terstruktur dan sangat rapi sesuai peta wilayahnya memudahkan pengunjung dalam memahami letak dan lokasi setiap daerah di Jawa Tengah.

Baca Juga  Tempat Wisata Keluarga yang Asyik di Semarang, Goa Rong View

Di samping itu, pada anjungan setiap daerah terdapat informasi hasil home industri dan menjadi andalan mayoritas masyarakat di kabupaten tersebut. Hal ini untuk mengenalkan jenis industri apa saja dan merupakan hasil karya dari setiap sudut wilayah di propinsi Jawa Tengah.

Bentuk anjungan setiap daerah bermacam-macam, ada rumah terbuat dari kayu ukir-ukiran dan ada pula rumah dengan menggunakan tembok.  Konstruksi bangunan juga bervariasi, ada juga dalam bentuk joglo dan ada pendopo yang luas serta memiliki halaman luas.

Keseruan berfoto di sekitar, foto: instagram.com/ida_nuraini/

Pada anjungan kabupaten Jepara tentu saja menonjolkan bentuk rumah kayu dengan ukir-ukiran serta terdapat pendopo kecil di halaman rumah dengan patung kayu ukiran. Bentuk atap dengan genteng menjulang tinggi dengan hiasan di puncak genteng serta halaman luas dan rumput serta pohon.

Hal ini berbeda dengan anjungan kotamadya Magelang dengan bentuk rumah modern dengan sebagian besar bahan baku bangunan berbentuk tembok. Sedangkan anjungan kabupaten Magelang memiliki pendopo besar di teras rumah dengan atap genteng berukuran tinggi.

Kegiatan warga sekitar, foto: instagram.com/vavaardianzah/

Pada anjungan kabupaten Cilacap juga memiliki pendopo sangat luas dan di atas tanah tinggi di teras rumah dengan atap joglo. Halaman rumah sudah menggunakan paving atau batako serta terdapat beberapa tanaman dan bunga sebagai taman mengelilingi rumah sampai di belakang.

Sementara anjungan kabupaten Kudus menjadi favorit bagi para pengunjung karena di halaman rumah terdapat menara Kudus mini berbentuk candi. Lokasi ini sering dijadikan backround selfi atau koleksi foto dan banyak juga pengunjung memanfaatkannya sebagai tempat pengambilan gambar prewedding.

Salah satu daya tarik, foto: instagram.com/mr.huw/

Para pengunjung bisa berkeliling untuk melihat semua anjungan dengan berjalan kaki karena lebih santai dan asyik serta bisa mampir ke setiap anjungan.  Selain itu, bisa lebih bebas untuk berlama-lama di setiap anjunan serta mengambil gambar rumah adat dengan kamera ataupun selfi.

Baca Juga  Kemegahan Masjid Agung Jawa Tengah, Tidak Kalah dari Bangunan Luar Negeri

Jika tidak ingin capek-capek berjalan kaki, maka bisa memilih naik kereta mini dan bisa berkeliling ke seluruh anjungan hanya dalam waktu 1 jam. Tentu saja akan lebih cepat dan tidak perlu mampir pada semua anjungan dan hanya beberapa rumah adat yang di pilih saja.

Wahana Wisata Air Puri Maerokoco

Pemandangan sekitar, foto: instagram.com/riebeewahyoedie/

Dengan adanya danau yang sangat luas sehingga terdapat beberapa wahana air seperti bebek air, berkeliling naik perahu serta kolam pemancingan. Dermaga perahu berada di sebelah utara di sekitar anjungan kabupaten Jepara berada di dekat hutan mangrove sebagai lokasi favorit pengunjung.

Ada beberapa jenis wisata berkeliling danau dan bisa menggunakan perahu dengan atap diatasnya berbentuk daun berwarna hijau tua berkapasitas sekitar 10 penumpang. Dengan perahu motor  hijau muda ini bisa melihat sudut danau dan menikmati pemandangan hutan mangrove lebih dekat.

Salah satu fasilitas yang ada, foto: instagram.com/lucaskwaa/

Selain itu, bisa juga menyewa sebuah perahu dayung kecil berkapasitas 2 sampai 3 orang untuk bisa menikmati danau dan hutan mangrove secara bebas. Perahu ini cocok disewa  muda-mudi jika ingin lebih romantis dalam berpacaran dan bisa mengambil foto danau dan hutan mangrove.

Pada hutan mangrove terdapat jembatan bambu melingkar di sepanjang tepian danau dan hutan mangrove sebagai jalan atau trekking berkeliling diantara pohon tersebut.  Banyak juga para pengunjung yang duduk dan bersantai di jembatan bambu ini dan menikmati keindahan danau berwarna hijau.

Hijaunya tumbuhan di sekitar, foto: instagram.com/m_u_f_i_d/

Dari jembatan bambu ini bisa melihat dermaga perahu dan café M2M di seberang danau serta melihat perahu hijau hilir mudik. Café M2M singkatan dari Malam Mingguan Maerokoco memiliki meja kursi pada jembatan tinggi diatas danau dengan view hutan mangrove sebagai tempat nongkrong.

Baca Juga  Menjelajahi Sejarah Perjuangan Indonesia Melawan Penjajah di Monumen Palagan Ambarawa

Selain itu, ada juga Taman M2M yang sangat ramai ketika malam minggu karena sebagai tempat berkumpulnya anak-anak muda Semarang untuk bermalam minggu. Banyak sekali lampu lampion warna-warni menghiasi taman serta terdapat aneka hiburan seperti konser musik, sulap dan lainnya.

Tiket Masuk Taman Wisata Grand Maerokoco 2018

Salah satu spot foto favorit, foto: instagram.com/raraseta/

Taman Grand Maerokoco memang tempat wisata yang sangat murah karena hanya dengan membayar harga tiket masuk Rp.10.000 bisa menikmati taman seluas 23,8 hektar. Banyak fasilitas wisata bisa dinikmati seperti 35 rumah adat Jawa Tengah, hutan mangrove, danau hijau serta kolam mancing.

Sedangkan untuk memasuki wisata hutan mangrove atau trekking mangrove dengan berkeliling menyusuri tanaman pantai ini dengan melewati jembatan bambu dengan membayar tiket Rp.5000. Wisata lainnya adalah menyewa perahu untuk berkeliling di danau dengan biaya sebesar Rp.5000.

Taman wisata Grand Maerokoco mulai buka pada jam 8 pagi dan tutup 6 sore pada hari-hari biasa dari senin sampai minggu. Sedangkan khusus pada malam minggu buka sampai jam 22.00 malam bagi para pengunjung yang ingin menikmati malam weekend di Taman M2M.

Alamat dan Tempat Taman Wisata Grand Maerokoco PRPP

Salah satru tempat duduk di sekitar, foto: instagram.com/anik_rosyida_efzedka/

Berdasarkan peta wilayah Semarang, lokasi Taman Wisata Grand Maerokoco berada di kawasan Tawangsari di Jl. Anjasmoro-Tawangsari, Semarang Jawa Tengah 50144, Indonesia. Rute menuju lokasi wisata ini memang mudah ditemukan karena berada di sebelah timur Bandara Ahmad Yani.

Jika melewati Bundaran Kalibanteng lalu melewati Jl.Jenderal Sudirman menuju arah timur. Selanjutnya di traffic light pertama, ambil belok kiri dan lurus ke arah utara menuju sampai tiba di Jl. Puri Anjasmoro dan bisa mengikuti papan petunjuk yang menuju ke arah Taman Wisata PRPP.

Untuk menuju Taman Wisata Grand Maerokoco bisa melalui kawasan wisata PRPP bagian dalam atau dari bagian luar di jalan raya sebelah barat PRPP. Selanjutnya terdapat belokan jalan menuju arah utara di sebelah selatan Rumah Makan Kampung Laut dan cukup mengikuti jalan tersebut.

Pemandangan di sekitar jembatan, foto: instagram.com/krisnaddewi/

Lokasi: Jalan Puri Anjasmoro, Tawangsari, Kota Semarang, Jawa Tengah 50144
Map:
KlikDisini
Buka/Tutup:
08.00-16.00
HTM:
Rp.10.000/Orang
Telepon:
(024) 7617433

5/5 (1 Review)
Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply