Jejak Langkah Kaki Sejarah dan Budaya di Kota Lama Semarang

866 views

Pernahkah mendengar mengenai Jembatan Berok? Pernahkah mendengar beberapa istilah khas kolonial seperti Spiegel? Tahukah anda bahwa di salah satu kawasan Semarang, masih terdapat daerah dengan tata kota khas Belanda? Ada dimana ini? Baiklah untuk menyimak artikel berikut ini.

Lokasi Wisata: Secuil Kisah dan Cerita

Kota lama semarang, foto kompas.com

Nama Kota Lama di wilayah Semarang nampaknya bukanlah suatu daerah asing di telinga para pecinta wisata. Letak kawasan ini ada di Semarang Utara, dekat dengan Stasiun Kereta Api Tawang serta Pasar Tradisional Johor. Disebut ‘Kota Lama’ karena memang bangunan serta wilayah ini sudah ada sejak zaman Kolonial Belanda.

Tepatnya pada sekitar abad ke-18, berita menyebutkan bahwa kawasan ini merupakan suatu pusat pemerintahan di Semarang serta merupakan tempat tinggal masyarakat Belanda. Fakta ini dapat tercermin dari gaya bangunan karya arsitek Belanda. Baik dari bangunan rumah, pertokoan, ataupun bangunan Masjid maupun Gereja. Kawasan ini memiliki gaya arsitektur dengan nilai seni tinggi.

Danau yang ada di sekitar, foto: zi4arah.files.wordpress.com

Arsitek Belanda terkenal akan kemampuannya membuat gedung tahan roboh, salahsatunya adalah benteng pertahanan. Penataan serta tata kotanya pun sangat khas dengan gaya Belanda dan masih dipertahankan sampai sekarang. Di sekeliling kota, terdapat kanal air plus jembatan.

Rute Akses Perjalanan

Taman bunga, foto: kompasiana.com

Mudah sekali mengenali daerah yang termasuk dalam Kota Lama Semarang. Selain karena arsitektur serta gaya tata daerahnya, banyak cara menuju lokasi ini juga sangat mudah dijangkau. Bila datang dari arah Terminal Bus Terboyo, Anda bisa berkendara melalui Jl. Raden Patah untuk mencapai daerah Kota Lama.

Bisa juga menyusuri rute dari Banyumanik kemudian pergi ke arah Jalan M.T. Haryono lalu ke Jl. Cenderawasih, dan kemudian masuk ke kawasan Kota Lama. Dari arah Bundaran Tugu muda atau Lawang Sewu juga bisa menuju Kota Lama dengan melalui Jalan Pemuda. Rute akses tersebut adalah bagi mereka yang membawa kendaraan pribadi.

Salah satu tempat nongkrong favorit, foto: tstatic.net

Namun bagi para backpacker bisa menuju Kota Lama dengan memanfaatkan transportasi umum. Terdapat banyak angkutan umum (angkot) atau juga Bus Rapid Transit (BRT), Trans Semarang, yang menuju ke daerah ini. Bila Anda naik Kereta Api, silakan turun di Stasiun Tawang. Tepat di depan Anda akan terdapat Polder Tawang, menandakan bahwa sudah masuk batas kawasan Kota Lama.

Baca Juga  Menikmati Keindahan Bunga Krisan di Taman Bunga Bandungan, Kebun Setiya Aji Flower Farm

Nilai Seni serta Keindahan

Suasana pada malam hari, foto: coretanpetualang.files.wordpress.com

Pada masa itu, daerah ini merupakan kawasan perkantoran Belanda dengan banyak bangunan mewah serta bertingkat seperi Gedung Marba, Asuransi Jiwasraya, Gereja Blenduk serta Gendangan. Orang-orang biasa menyebutnya dengan outstadt.

Mengunjungi Kota Lama Semarang, Anda akan menikmati keindahan serta gaya arsitektur khas Eropa, terutama Belanda. Bangunan-bangunan ini sudah termasuk dalam gaya arsitektur elit, mengingat besarnya ukuran jendela serta pintu, pembuatan atap, kaca patri, serta adanya beberapa ruang rahasia di bawah tanah sebagai tempat penyimpanan atau persembunyian.

Salah satu spot foto favorit, foto: kitanesia.id

Kawasan Little Netherland ini mulai ditinggalkan penghuninya beberapa waktu setelah kemerdekaan Indonesia. Tidak banyak pula masyarakat yang bertahan hidup di daerah ini sehingga yang tersisa hanyalah bangunan-bangunan besar nan kokoh dan belum direnovasi. Saksi bisu sejarah ini sayangnya juga tidak begitu terawat dengan baik, padahal para arsitek sudah merancang dengan baik daerah ini dengan bahan baku berkualitas tinggi.

Ketika pagi serta siang hari, masih banyak masyarakat yang berlalu lalang. Baik untuk melakukan kegiatan perdagangan maupun sekedar melalui jalan-jalan kota. Namun, ketika malam menjelang, suasananya lebih sepi, sunyi, dan rawan begal atau psk. Beberapa pihak menyatakan bahwa daerah ini memiliki kesan misterius. Mereka bahkan masih meyakini cerita mistis atau misteri mengenai noni Belanda menyebut wilayah ini angker.

Menghidupkan Kembali Kota Lama

Proses renovasi, foto: tstatic.net

Pemerintah dan warga sekitar bahu membahu membangun kembali Kota Lama. Mereka banyak mengadakan festival atau acara lomba dengan menampilkan beberapa artis di daerah ini. Taman Srigunting dan Gedung Marabunta yang pernah digunakan sebagai gedung pertunjukan juga mulai difungsikan kembali oleh Pemerintah.

Baca Juga  Kampung Wisata Taman Lele Semarang Menjadi Destinasi Wisata Favorit Keluarga Yang Murah Meriah

Kawasan Srigunting saat ini digunakan berbagai pedagang untuk menjajakan barang dagangan yang unik serta antik. Beberapa barang lawas seperti setrika, mainan anak tempo dulu, barang kebutuhan rumah tangga, serta buku atau komik, dapat ditemukan di tempat ini. Srigunting juga menjadi spot berkumpulnya komunitas pecinta sepeda antik dan pusat oleh-oleh kerajinan seni.

Salah satu daya tarik yang dimiliki, foto: klimg.com

Saat ini, malam bukanlah menimbulkan mister tersendiri bagi pengunjung. Di kawasan ini sudah banyak berjajar penjual makanan atau angkringan dengan berbagai hidangan wisata kuliner yang layak untuk anda coba seperti IBC/Ikan Bakar Cianjur. Kehidupan malam hari tidaklah semenyeramkan dulu. Bagi wisatawan yang menikmati beberapa style retro atau vintage sangat disarankan mengunjungi daerah ini.

Hampir di setiap sudut Kota Lama adalah sebuah lokasi fotografi yang baik. Para fotografer bisa mendapatkan kesan vintage ataupun retro tanpa harus bersusah payah mengatur background serta suasana. Banyak sekali gambar yang diproduksi melalui kawasan ini. Beberapa diantara mereka juga melakukan sesi foto pre-wedding dengan latar belakang Kota Lama.

Salah satu gedung yang ada di sekitar, foto: klikhotel.com

Di kawasan ini terdapat Galeri Seni dan Museum Koleksi Barang kuno, Semarang Contemporary Art Galery. Bangunan bekas Indische Llyod ini kabarnya sudah mencapai usia 100 tahun. Di lantai dua galeri ini, terdapat Spiegel Bar&Resto, sebuah restaurant plus café bar yang terkenal di Semarang. Di tempat ini juga sudah terdapat hotel atau penginapan plus restoran, ada juga Noeri’s, serta beberapa spot bermail Bilyard/Billiard.

Salah satu kegiatan paling menarik, terutama bagi para seniman selain photo hunting adalah sketching baik 2D atau 3D. Di tahun 2018, sudah banyak seniman menghasilkan gambar terbaru dari sketsa bangunan tua serta kuno. Beberapa hasilnya adalah seperti gambar Gereja Blenduk (disebut demikian karena atap Gereja ini berbentuk setengah bola, mirip seperti kubah) serta gambar dua semut besar di Gedung Marabunta.

Pemandangan dari ketinggian, foto: tstatic.net

Banyak pula komunitas seni serta pecinta barang antik yang melakukan kopdar atau kopi darat di area Kota Lama. Suasananya sangat asri, harmonis serta tenang untuk dijadikan lokasi meeting spot. Bagi wisatawan yang menikmati waktu berjalan kaki, sangat bisa mencoba untuk melalui ruas-ruas jalan di mini ouddorp ini.

Baca Juga  Bisa Menikmati Pemandangan Laut Dari Taman Diponegoro Semarang, Benarkah?

Perlu diketahui oleh wisatawan, bagian jalan tidak diberi aspal seperti kebanyakan. Karena memang terletak di dekat pantai dengan tingkat kerawanan tinggi akan banjir, jalanan Kota Lama Semarang biasanya dibuat dengan menggunakan paving. Hal ini akan membantu air untuk semakin cepat meresap ke dalam tanah dibandingkan bila menggunakan aspal.

Kondisi jalan sebelum di renovasi, foto: semarangpedia.com

Di setiap sudut juga masih terdapat becak, suatu kendaraan tradisional khas daerah Jawa. Anda juga akan menemukan banyak wisatawan luar negeri yang berlalu lalang di daerah ini. Berbicara mengenai harga tiket masuk kawasan wisata, Anda bisa tenang karena wisata di daerah ini tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis.

Kondisi jalan setelah di renovasi, foto: kangenwisata.id

Lokasi: Daerah Kota Semarang bagian Utara, Provinsi Jawa Tengah
Map: KlikDisini
HTM: Free
Buka/Tutup: 24jam
Telepon: –

1/5 (1 Review)
Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply