Inilah Yang Harus Kamu Tahu Sebelum Wisata Ke Sam Poo Kong: Harga Tiket Masuk dan Hotel Terdekat

1778 views

Klenteng Sam Po Kong adalah tempat singgah atau lokasi pendaratan Cheng Ho pertama kalinya di Semarang. Klenteng atau vihara ini berada di Jalan Simongan, Semarang Barat. Keunikan klenteng ini adalah bentuknya seperti goa batu yang besar berada di bukit batu. Hal itu yang membuat klenteng Sam Po Kong populer dengan nama Gedung Batu

Seluk Beluk Bangunan Merah Sam Poo Kong

Klenteng sam po kong, foto: instagram.com/shilvia_pm/

Kuil Sampokong dengan nuansa khas chinese sangat kental memiliki desain interior yang didominasi warna merah layaknya klenteng pada umumnya. Terdapat hiasan beberapa lampion merah tidak hanya di area dalam gedung namun juga di pohon-pohon saat akan melalui gerbang pintu masuk.

Kini telah menjadi tempat untuk sembahyang, peringatan, pemujaan dan berziarah. Agar aktivitas beribadah atau pemujaan berjalan lancar, segala keperluan telah disapkan didalam gua batu. Disini terdapat beberapa patung Sam Po Tay Djien dan altar. Jendral laksamana Cheng Ho beragama islam namun mereka menganggap beliau adalah Dewa.

Hal tersebut dapat dipahami karena dalam agama Kong Hu Cu atau juga Tau ada kepercayaan terhadap orang yang telah tiada bisa memberi mereka pertolongan. Bangunan utama Sam Poo Kong temple adalah di  Goa Batu.

Altar Nabi Kong Zi. foto: instagram.com/pakinsmg/

Sekitar tahun 1400’n saat sang jendral beserta anak buahnya sampai di Pulau Jawa, tempat inilah yang diyakini merupakan letak pertama kali sang jendral mendarat serta markasnya. Ketika tahun 1700-an terjadi tanah longsor dan goa asli telah tertibun tanah oleh para warga setempat didirikannya kembali untuk menghormati Laksamana Cheng Ho.

Didalam Goa ini dijadikan sebagai tempat sembahyang dan memanjatkan doa keselamatan, rizki, dan kesehatan. Disinilah patung berlapis emas beliau berada. Dinding Goa Batu berhiaskan kisah perjalanannya dari Tiongkok hingga Pulau Jawa. Apa saja yang ada didalam sini yaitu sebuah klenteng besar serta 2 tempat untuk bersembahyang berukuran lebih kecil.

Suasana pada malam hari, foto: instagram.com/pakinsmg/

Area sembahyang atau pemujaan memiliki nama disesuaikan peruntukannya seperti Klenteng Thao Tee Kong sebagai tempat bersembahyang atau pemujaan Dewa Bumi untuk memohon keberkahan dan keselamatan. Selain itu, terdapat tempat pemujaan Kyai Juru Mudi. Ini adalah makam juru kemudi kapal.

Baca Juga  50 Tempat Makan Terbaik di Solo, Sayang Banget Kalau Ga Didatengin

Ada juga tempat pemujaan kyai Jangkar. Disini merupakan lokasi untuk menyimpan jangkar asli kapal yang digunakan Laksamana. Jangkar tersebut berhiaskan kain merah. Di tempat ini juga dipakai bersembahyang arwah Ho Ping atau berdoa untuk arwah yang tidak memiliki sanak family yang kemungkinan belum memperoleh tempat di alam sana.

Berfoto di depan klenteng, foto: instagram.com/semarangkotawisata/

Selanjutnya adalah Kyai Cundrik Bumi, disini adalah letak penyimpanan berbagai macam senjata seluruh awak kapal. Disamping itu terdapat Kyai serta Nyai Tumpeng sebagai perwakilan lokasi menyimpan bahan makanan di masa Cheng Ho. Tidak semua pengunjug diperbolehkan memasukinya sebab seluruh area hanya untuk sembahyang.

Salah satu ikon klenteng, foto: instagram.com/shilvia_pm/

Bangunan-bangunan kuil besar ataupun kecil terdapat pagar dan dipintu masuk telah berjaga para petugas. Di area sembahyang tidak diperkenankan para pengunjung boleh sembarang masuk karena khusus untuk beribadah. Pengunjung hanya boleh mengamati dari luar pagar.

Klenteng Sam Poo kong telah menghabiskan dana sebesar 20 miliar untuk renovasi pada tahun 2002 dan baru rampung di tahun 2005. Perbaikan lumayan besar tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengunjung yang datang tidak hanya wisatawan area kota Semarang dan sekitarnya namun dari berbagai pelosok daerah di nusantara serta mancanegara.

Didepan klenteng ada halaman luas sekali dan kolam ikan. Disini terletak beberapa patung dan yang paling menarik pasang mata adalah laksamana Cheng Ho. Para pengunjung biasa mengambil gambar berlatar patung tersebut. Di halaman inilah juga biasa dilakukan pertunjukan-pertunjukan seni seperti tarian, barongsai dan juga bazaar atau festival.

Kolam ikan koi, foto: instagram.com/atasanmei/

Pagelaran seni dan budaya khas China biasa diselenggarakan saat memperingati hari-hari besar berkaitan dengan laksamana Chengho atau Chinese seperti Imlek, HUT sang jendral, hari pertama datang di Smg, dsb. Akses kesini tidak sulit dan dapat dicapai dari berbagai jalur atau arah. Denah menuju Klenteng Sam Poo Kong slilahkan klik ‘map’ dibawah.

Baca Juga  12 Foto di Bonbin Mangkang yang Jadi Bukti Serunya Berlibur di Sana

Menurut cerita kronik China di Klenteng Sampookong menerangkan bahwa di tahun 1478 terjadi peperangan oleh Jin Bun (Raden Fatah) serta Raja Demak melawan Kung Ta Bu. Sesudah meninggalya Bong Swi Hoo (Sunan Ampel) atau guru dari Jin Bun.

Bagian dalam bangunana, foto: instagram.com/lilywizart/

Di klenteng Sam Poo Kong para pengunjung dapat belajar sejarah khususnya versi tionghoa yang amat kental. Anda akan mengetahui sejarah berdirinya kerajaan Demak versi kronik Tionghoa juga meskipun ceritanya berbeda dengan versi yang ada di Candi Cetho. Siapa saja yang ingin merasakan berwisata sejarah bernuansa negeri Tirai Bambu, datanglah kesini.

HTM dan Info Hotel Terdekat

Salah satu spot favorit, foto: instagram.com/its_elviendien/

Klenteng Sampookong buka dari jam 9 pagi dan tutup malam hari jam 8. Berapa harga tiket masuknya? Harga tiket masuk untuk Area Wisata dengan Area Sembahyang berbeda. Di Area Wisata ketika hari biasa untuk wisatawan lokal dewasa sebesar Rp. 5000 dan anak-anak Rp. 3000, sedangkan wisatawan mancanegara sebesar Rp 10.000.

Saat weekend harga tiket masuk untuk wisatawan lokal dewasa sebesar Rp. 8000 dan anak-anak Rp. 5000, sedangkan wisatawan mancanegara sebesar Rp 15.000. Harga tiket masuk Area Sembahyang setiap hari sama yaitu untuk wisatawan lokal dewasa sebesar Rp. 20.000, anak-anak Rp. 10.000, dan wisatawan mancanegara sebesar Rp 30.000.

Salah satu daya tarik yang ada, foto: instagram.com/trieset/

Adakah hotel atau penginapan di sekitar Sa Poo Kong? Tentunya ada beragam pilihan hotel serta penginapan terdekat dengan range harga yang dapat disesuaikan budget Anda. Anda dapat memilih mana saja untuk tinggal sementara seperti UTC Convention Hotel Semarang, sekitar 0,8 kilometer dari Sam Poo Kong, Gedungbatu terletak di Jln. Kelud Raya no. 2.

Baca Juga  Nongkrong Seru Bareng Teman Sambil Makan Nasi Pecel di Simpang Lima Semarang

Innupin Omahkoe Semarang di Jl. Mintojiwo Timur No 19 A kurang lebih 1,3 km dari klenteng. Selanjutnya di Jl. Rinjani no.12, Candi Baru Smg ada Hotel Candiview dengan jarak hanya 1,4 kilometer. Kemudian Hotel Candi Baru, jaraknya kurang lebih 1,5 kilometer dari Klenteng Sam Po Kong, alamatnya di Jalan Rinjani no 12, Semarang.

Laksamana Cheng Ho

Suasana di sekitar, foto: instagram.com/zhantiee/

Biografi atau riwayat hidup Laksamana Cheng Ho telah banyak dirangkum kedalam sebuah buku dan jurnal. Karena perjalanan semasa hidupnya sangat menarik, penuh makna dan bersejarah untuk generasi selanjutnya. Kuil Samp Po Kong tak kalah seperti tempat wisata sejarah lainnya di Jogja yakni Candi Borobudur, Prambanan, atau kota-kota lain.

Cheng Ho adalah seorang muslim yang memiliki jabatan sebagai kasim Kaisar Yongle (1403-1424) Tiongkok. Beliau memiliki nama asli yaitu Ma He dan populer juga dengan nama panggilan Ma Sanbao asalnya dari provinsi Yunnan, Tiongkok.

Pada abad 15, Cheng Ho dan rombongan melakukan pelayaran ke Malaka untuk membawa Hang Liu (putri Tiongkok) yang akan menikah dengan Raja Melaka. Setiap melakukan ekspedisi laksamana Chen Ho membawa ribuan personel bahkan pernah mencapai 27.800 personil. Laksamana Cheng Ho telah mengelilingi berbagai daerah dan pulau di nusantara .

Gerbang masuk, foto: instagram.com/meymey_konyil/

Ada sebuah legenda antara Laksamana Cheng Ho dengan Sunan Muria. Konon mereka berdua pernah berdebat tentang geografis sebuah area di Pati yang merupakan dataran pegunungan.

Namun, Laksamana Cheng Ho datang dengan perahu dan parkir di rawa bukan daratan atau perbukitan. Sunan Muria mengatakan jika disitu adalah daratan bukan rawa. Tapi laksamana melihatnya sebagai rawa. Hingga kini tempat tersebut terkenal dengan Waduk Rowo.

Di kota Pati ini juga terdapat peninggalan Laksamana Cheng Ho seperti 4 mangkuk kecil dan sedang, 3 piring semuanya berbahan keramik. Kemudian ada 2 keris, dan 1 pedang. Benda-benda tersebut baru diketemukan di tahun 2013 dan diteliti Balai Arkeologi Jogja dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng.

Salah satu pesona yang ada, foto: instagram.com/margietcand/

Lokasi: Jalan Simongan No.129, Bongsari, Semarang Barat, Jawa Tengah 50148
Map: KlikDisini
HTM: Rp.5.000/Orang
Buka/Tutup: 08.00–22.00
Telepon: (024) 7605277

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply