Ijen Boulevard di Malang, Tempat Nongkrong Kekinian Bernuansa Eropa

583 views

Malang memang termasuk salah satu kota di Indonesia dengan daya tarik wisata yang sangat kuat. Selain itu, kota di Provinsi Jawa Timur ini juga menyimpan deretan tempat-tempat bersejarah incaran wisatawan lokal maupun manca negara.

Salah satu tempat bersejarah yang banyak diburu wisatawan adalah Ijen Boulevard, sebuah jalan di Kota Malang yang namanya terkenal di kalangan turis dari berbagai negara, khususnya Belanda.

Sejarah Panjang Ijen Boulevard di Malang

Ijen Boulevard, foto: dickie70.files.wordpress.com

Ijen boulevard yang merupakan jalan kembar dibangun pada masa penjajahan Belanda dengan nama “Idjen Boulevard”.

Tepatnya dibangun pada era pemerintahan Ir. EA Voonerman (1923-1933) yang saat itu menjabat sebagai walikota kota Malang. Selama menjabat sebagai walikota itulah Voonerman merancang jalan Ijen Boulevard, dibantu oleh Ir. Herman Thomas Karsten.

Dirancang sebagai jalur hijau, Ir. Herman Thomas Karsten melengkapi desain Idjen Boulevard dengan menanam pohon palem di sepanjang kiri dan kanan jalan tersebut.

Tempat bersantai yang ada di sektiar, foto: liputan6.com

Selain itu, dibuat sebuah tanam kota lengkap dengan berbagai macam bunga. Taman ini membujur dari selatan ke utara hingga Simpang Balapan sebagai pemisah jalan.

Sejak jaman kolonial Belanda Ijen Boulevard sendiri dikenal sebagai kawasan eksklusif dan diperuntukkan bagi para kaum elit, seperti halnya bangsawan dan warga Negara Belanda.

Pada era pemerintahan walikota Ir. EA Voonerman itu juga menjadi sejarah pembangunan di kota Malang. Bersama dengan Ir. Karsten, walikota Voonerman membuat gebrakan terhadap gaya pembangunan di kota Malang.

Keindahan taman yang ada di sektiar, foto: macigo.com

Jika biasanya perumahan pada masa Hindia Belanda terbagi menjadi kawasan perumahan Eropa, pribumi, dan China (berdasarkan ras), maka hal tersebut tidak diterapkan oleh Voonerman.

Baca Juga  Pilih Diantara 90 Tempat Makan di Surabaya ini, dan Dapatkan Pemandangan yang Indah!

Sebagai gantinya, Vooonerman dibantu oleh Ir. Karsten membangun rumah warga dengan tipe rumah kecil, villa, dan kampung. Salah satunya yakni Villa Ijen Boulevard yang dibangun menggunakan konsep Totalbeeld.

Konon, sebagai arsitek yang bertugas menata kota Malang, Ir. Karsten sengaja menata jalan untuk menghubungkan perumahan mewah dan perumahan sederhana di kota Malang dengan gradasi perpindahan yang terkesan halus.

Suasana pada malam hari, foto: malangtoday.net

Karsten juga membagi daerah perumahan ke dalam beberapa bagian, seperti daerah kampung terbuka, daerah kampung tertutup, perumahan besar, dan perumahan kecil. Selanjutnya, Karsten juga membagi profil masing-masing jalan sekaligus lingkungannya.

Bentuk perubahan yang mencolok dari gaya hunian Hindia Belanda yang sebelumnya terbagi menjadi kawasan hunian orang Eropa, kampung Arab, daerah pecinan, serta kampung pribumi. Namun, itu justru melahirkan kampung-kampung yang terlihat sangat bersih dan rapi.

Salah satu daya tarik yang dimiliki pada malam hari, foto: panduanwisata.id

Dalam menata Kota Malang, Ir. Karsten menerapkan prinsip yang memaksimalkan pemandangan gunung di Malang. Berbekal prinsip tersebut, Karsten lantas membangun jaringan jalan dengan akses pemandangan terbuka.

Jalan-jalan yang dibangun juga memiliki jalur cenderung lebar dengan taman-taman pada titik persilangan, seperti yang tampak pada jalan Ijen Boulevard. Dengan begitu, setiap orang berkesempatan melihat panorama gunung-gunung yang mengelilingi Malang.

Berkat keberhasilannya dalam menata kota Malang menjadi lebih baik, Ir. Karsten dijadikan walikota kota Malang selama kurun waktu 25 tahun, terhitung sejak tahun 1935 hingga tahun 1960.

Pemandangan yang ada di sekitar kawasan, foto: findingbeyond.com

Bukan hanya berhasil menjadikan Ijen Boulevard sebagai kawasan elit, Ir. Karsten juga berhasil membangun kawasan-kawasan elit lainnya, salah satunya yakni Bergenbuurt.

Karsten menamai jalan-jalan di kawasan tersebut menggunakan nama gunung seperti Smeroestraat (Jalan Semeru) dan Bromostraat (Jalan Bromo).

Baca Juga  Bosan Menunggu Pesawat? 5 Tempat Makan di Bandara Juanda Bisa Jadi Tempat Menunggu yang Nyaman

Semeroestraat yang saat ini lebih dikenal sebagai Jalan Semeru merupakan jalan yang dibangun untuk menghubungkan Jalan Kahuripan dengan Jalan Basuki Rahmat. Dimana dahulu dikenal sebagai perempatan Rajabally, berada di ujung timur dengan Jalan Besar Ijen di ujung barat.

Pemandangan malam hari dari ketinggian, foto: newshub.id

Hal tersebut menjadikan banyak pihak beranggapan bahwa jalan besar di Kecamatan Klojen, Kota Malang tersebut merupakan gerbang menuju Ijen Boulevard.

Anggapan tersebut semakin diperkuat dengan adanya gedung kembar sebagai bukti yang menunjukkan bahwa Jalan Semeru sengaja dibangun sebagai gerbang pintu masuk Ijen Boulevard.

Gedung kembar yang hingga kini masih berdiri dengan kokoh tersebut dinilai menjadi bukti kuat karena saling berhadapan di sisi utara dan selatan sudut perempatan Kayutangan.

Konon, Karsten membangun gedung kembar yang membelah Semeroestraat tersebut karena terinspirasi oleh anak kembar dari salah seorang arsitek Belanda.

Spot Foto Kekinian Dengan Latar Bangunan Bersejarah

Museum Brawijaya, foto: panduanwisata.id

Berada di pusat kota, Ijen Boulevard menjadi salah satu tujuan yang menyuguhkan suasana bersejarah di kota Malang. Bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda masih kokoh dan menjadi daya tarik tersendiri di sepanjang jalan Ijen Boulevard.

Bangunan-bangunan tersebut tidak lain merupakan kediaman kaum elit karya arsitektur Karsten yang desainnya masih dipertahankan hingga saat ini, meskipun beberapa diantaranya sudah mengalami renovasi.

Demi melestarikan bangunan-bangunan peninggalan Belanda di sekitar jalan Ijen, pemerintah setempat bahkan telah menetapkan Ijen Boulevard sebagai cagar budaya.

Keindahan ada di sektiar kawasan, foto: malang15.blogspot.co.id

Suasana di sepanjang jalan Ijen terlihat sangat asri dengan adanya pepohonan yang rimbun. Ijen Boulevard juga sangat bersih karena pemerintah kota Malang melarang adanya pembangunan gedung-gedung selain bangunan asli di sepanjang jalan tersebut.

Baca Juga  Pesona Bukit Cinta Pamekasan Madura yang Membuat Netizen Penasaran

Wisatawan sering mengunjungi Ijen Boulevard hanya untuk sekadar berfoto dengan latar tulisan ikonik “Ijen Boulevard” atau menikmati suasana ala Eropa dengan bersantai di taman yang berada di tengah jalan.

Tenang saja, meskipun tiket masuk ke lokasi gratis, pemerintah kota Malang sudah menyediakan fasilitas kursi di taman jalan Ijen Boulevard untuk mendukung kenyamanan para pengunjung.

Kondisi pada jaman dulu, foto: newshub.id

Saat ini, Ijen Boulevard dijadikan sebagai lokasi Car Free Day yang diadakan setiap hari Minggu mulai pukul 6 pagi sampai dengan pukul 10 pagi.

Gedung-gedung Bersejarah di Sepanjang Ijen Boulevard

Selain bangunan-bangunan tua bergaya Eropa yang berfungsi sebagai kediaman kaum elit, Ijen Boulevard di Malang juga dikelilingi gedung-gedung bersejarah. Salah satu gedung bersejarah populer dari kawasan ini adalah Tugu Adipura Kencana.

Gereja yang ada di sekitar, foto: jalan2.id

Tugu Adipura Kencana sendiri merupakan monumen yang dibangun sebagai bukti keberhasilan kota Malang dalam menjaga gelarnya sebagai kota paling bersih. Pada awalnya, monumen adanya patung Mayor Hamid Rusdi, pahlawan nasional asal Malang.

Patung Mayor Hamid Rusdi awalnya diletakkan di persimpangan Jalan Semeru dan Arjuna setelah pertama kali diresmikan pada tanggal 10 November 1975. Namun, patung tersebt sempat dipindahkan ke Taman Rekreasi Senaputra Malang.

Saat ini, warga kota Malang maupun wisatawan dapat melihat patung Mayor Hamid Rusdi berdiri tegak di Simpang Balapan yang menjadi lokasi Ijen Boulevard.

Car free day , foto: macigo.com

Sementara bangunan bersejarah lainnya di sekitar Ijen Boulevard adalah sebuah gedung perpustakaan kota Malang yang sudah ada sejak tahun 1965 silam. Konon, gedung perpustakaan tersebut merupakan sumbangan yang diberikan oleh pihak OPS rokok kretek.

Sebelum difungsikan sebagai perpustakaan, gedung tersebut sempat digunakan sebagai tempat usaha, namun pada akhirnya diserahkan kepada Pemda Kotamadya Daerah Tingkat II Malang.

Pemerintah setempat kemudian meresmikan gedung tersebut menjadi perpustakaan kota pada 17 Agustus 1966 dan hingga saat ini menjadi salah satu daya tarik wisata dari kawasan Ijen Boulevard.

Lokasi: Jl. Besar Ijen, Oro-oro Dowo, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65115
Map: KlikDisini
HTM: Free
Buka/Tutup: 24 jam
Telepon: –

0/5 (0 Reviews)
Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply