12 Gambar Gunung Ungaran Semarang, Akan Membuat Anda Mengagumi Keindahan Alam Indonesia

2215 views

Gunung Ungaran merupakan puncak tertinggi di kota Semarang yang menyajikan pemandangan indah kawasan Bandungan dan beberapa daerah di sekitarnya.

Jarak dari pusat kota Semarang sekitar 40 km ke arah barat daya melewati kecamatan Gunungpati atau melalui jalan kantor BPR Gunung Rizky menuju lereng Gunung Ungaran di daerah Jimbaran.

Gunung ungaran, foto: bonvoyagejogja.com

Selanjutnya bisa meneruskan perjalanan dengan mendaki untuk mencapai puncak dan bisa menikmati keindahan alam di sekitar lereng . Di sebelah selatan bisa melihat indahnya kota Ambarawa dan daerah sekitarnya seperti tempat wisata Rawa Pening serta beberapa bukit dan gunung Telomoyo di Magelang.

Jika menengok ke arah timur, maka bisa melihat kota Ungaran dan Bandungan yang memiliki kawasan hutan hijau serta beberapa tempat wisata. Jika malam hari, Citylink kota Semarang juga terlihat jelas dan tampak begitu indah dengan sinar lampu bertautan antara satu lampu dengan lampu lainnya.

Nama gunung Ungaran memang kalah populer dibanding dengan Merbabu, Lawu, Sindoro, Sumbing dan lainnya karena ketinggiannya hanya sekitar 2050 mdpl. Puncaknya memang masih kalah tinggi jika dibandingkan dengan beberapa gunung tersebut.

Keindahan sunrise, foto: kompas.com

Namun jalur pendakiannya cukup menantang dan banyak pendaki menyukainya sehingga selalu ramai, terutama saat weekend dan hari-hari libur. Perjalanan semakin ke puncak memang semakin sulit dan hal inilah yang menjadi tantangan dan jarang ditemukan pada gunung lainnya.

Mungkin hal ini bisa memberikan sensasi tersendiri bagi para pendaki sehingga bisa menikmati pendakian dengan lebih nyaman daripada gunung lainnya.

Selain itu, banyak sekali tempat wisata populer yang berada di lereng Ungaran, seperti Bandungan, Umbul Sidomukti, Curug Lawe, Candi Gedong Songo , Kebun Kopi, Kebun Teh Medini serta Base Camp Mawar yang menjadi tempat istirahat favorit para pendaki.

Jalur pendakian, foto: delapanmataangin.com

Ada 3 jalur pendakian untuk menuju ke puncak, yaitu desa Jimbaran di kawasan Umbul Sidomukti atau jalur mawar. Jalur kedua adalah Gedong Songo di kawasan Bandungan dan Ambarawa.

Baca Juga  Menilik Pesona Koleksi Sejarah Jawa di Museum Ronggowarsito Semarang

Sedangkan jalur ketiga melalui Medini daerah Limbangan atau Promasan, Kendal dari sebelah barat laut lereng Ungaran. Setiap rute pendakian memiliki pemandangan indah masing-masing sehingga lewat jalur mana saja tetap bisa menikmati pesona perbukitan yang akan memanjakan mata.

Namun sebagian besar para pendaki lebih menyukai jalur via Jimbaran atau pos mawar karena memiliki spot istirahat yang luas. Tentu saja di pos mawar bisa memberikan semangat dengan adanya fasilitas hiburan ayunan dan gardu pandang serta taman dengan tumbuhan hijau serta ada kalong dan burung.

Pintu masuk, foto: jimzzz.files.wordpress.com

Biasanya para pendaki yang kemalaman juga lebih senang jika menginap di lokasi ini karena lebih tenang dan juga sudah dekat dengan daerah pedesaan. Para pendaki juga tidak menyia-nyiakan momen indah ini dan mengambil gambar dengan kamera ataupun selfi.

Jika berangkat dari pos mawar bisa menggunakan jalur alternatif agar lebih cepat sampai di puncak, namun treknya  sangat curam dan membuat para pendaki lebih memilih jalur aman dengan menuju pos Pronojiwo untuk mengisi air minum.

Trek dari pos Pronojiwo memang lebih mudah karena terdapat jalan batu yang tertata rapi dan biasa dilewati truk pengangkut teh. Di daerah ini juga terdapat pemukiman warga  pemilik kebun teh.

Pemandangan kebun teh yang indah menjadikan suasana perjalanan sedikit terhibur dan tentunya akan lebih berkesan untuk mengabadikannya dengan mengambil foto hamparan tanaman teh yang mempesona.

Salah satu pesona yang ada di atas puncak, foto: rambutkriwil.blogspot.co.id

Perjalanan selanjutnya melalui trek lebih menanjak dengan hamparan kebun kopi dengan rute  bersahabat karena banyak terdapat padang rumput. Selanjutnya perjalanan dari kebun kopi mulai menemui trek agak curam sehingga memerlukan tenaga lebih agar bisa terus melanjutkan pendakian.

Banyak sekali jalur berbatu terjal dan curam serta berada di pinggir jurang sehingga perlu kewaspadaan tinggi agar tidak jatuh atau terpeleset.Untungnya hutan di sekitar lereng tidak terlalu lebat sehingga perjalanan sedikit terhibur dengan pemandangan lereng dan perbukitan yang begitu indah.

Baca Juga  Pesona Wisata Brown Canyon Eksotis Untuk Hunting Foto,  Lokasi Alamat dan Tiket Masuk Wisata

Pemandangan kota Semarang pun sudah mulai terlihat, namun kurang jelas karena terlalu jauh. Jika malam hari, suasana terang kota Atlas sangat jelas terlihat dengan berbagai lampu-lampu kota yang meneranginya.

Pendakian menuju puncak memang sudah dekat, namun harus melewati jalur batu-batuan curam serta tanjakan sehingga harus sangat hati-hati. Setelah melanjutkan perjalanan sekitar 30 menit, maka akan sampai di puncak dan akan di sambut bendera merah putih yang berkibar di tanah paling tinggi.

Merah puntih berkibar di puncak, foto: delapanmataangin.com

Selain itu, terdapat sebuah tugu buatan TNI Satuan 401sebagai pasukan elit Kodam IV Diponegoro. Tugu ini sebagai spot foto terbaik bagi para pendaki ketika berada di puncak yang penuh dengan tanah berbatu dan padang rumput ilalang.

Sesampainya di puncak, tentu saja semua usaha keras setelah melewati pendakian yang menantang sudah terbayar dengan indahnya pemandangan alam lereng Ungaran.

Selain itu, mendapatkan kepuasan tiada tara ketika mampu menaklukkan puncak dengan segala keindahannya dan pastinya mendapatkan kebahagiaan yang tidak ternilai.

Papan petunjuk arah, foto: merbabu.com

Pemandangan daerah seberang, seperti gunung Merbabu jelas terlihat jika di siang hari ketika cuaca sedang cerah dengan sinar matahari. Namun jika pagi hari, pemandangan sekitarnya akan tertutup awan tebal dan hanya puncak gunung saja yang akan terlihat.

Pemandangan indah dari puncak tidak akan pernah dilupakan para pendaki dan hal inilah yang membuat mereka merasa rindu dan ingin kembali menapaki puncak gunung Ungaran karena pesonanya indah tiada duanya.

Para pendaki perlu masker penutup mulut, karena di siang hari hempasan angin sangat kencang sehingga banyak debu beterbangan dan mengganggu pernafasan. Padang rumput dan pohon rimbun jadi saksi bisu akan keindahan alam di puncak ketika pendaki memasang tenda dan bermalam di sana.

Gunung Ungaran Sebagai Kawasan Wisata Semarang

Pemandangan dari kejauhan, foto: bonvoyagejogja.com

Di lereng Ungaran terdapat banyak sekali tempat wisata menarik dan selalu dipadati pengunjung sebagai bagian dari kawasan wisata kota Semarang.

Baca Juga  Gua Maria Kerep Ambarawa Punya Ikon Baru? Ini Dia

Salah satu tempat wisata populer adalah kawasan Bandungan yang banyak dikunjungi wisatawan dari luar kota karena mencari suasana sejuk sebagai sarana rekreasi untuk menenangkan pikiran.

Di kawasan Bandungan terdapat beberapa wisata, seperti Umbul Sidomukti, Candi Gedong Songo, Curug 7 Bidadari, Taman Bunga Bandungan dan lainnya. Masih ada wisata lainnya, seperti CurugLawe, Curug Benowo, Wana Wisata Penggaron, Watu Gunung resort , Bukit Lerep Indah dan lainnya.

Gunung Ungaran Pernah Meletus

Jalan yang harus di lalui, foto: bonvoyagejogja.com

Fenomena Gunung Ungaran memang unik karena memilliki misteri yang perlu dipecahkan dan salah satunya adalah statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Para peneliti memperkirakan gunung ini pernah meletus dengan dahsyat pada zaman dahulu dan yang tersisa hanya sepertiga dari luasnya.

Sampai hari ini belum terdapat tanda-tanda bahwa gunung ini masih aktif, namun para peneliti mengungkapkan bahwa kondisinya sangat potensial untuk aktif kembali dengan status berapi.

Pada peta Jawa Tengah tergambar bahwa gunung ini sangat luas namun tingginya hanya sekitar 2050 mdpl  sehingga kurang proporsional. Fenomena lainnya juga pernah terjadi, gugusan gunung Ungaran berubah menjadi emas di kawasan jalan tol Ungaran-Bawen.

Misteri Mitos Angker Gunung Ungaran

Salah satu daya tarik yang dimiliki, foto: aishasnews.files.wordpress.com

Memang banyak beredar cerita dan mitos tentang lereng Ungaran ini sebagai pusat pemerintahan kerajaan pada zaman dahulu. Hal ini memang bisa dibuktikan dengan fakta sejarah tentang keberadaan Candi Gedong Songo dan reruntuhan candi lain di sekitar lerengnya.

Selain itu, beredar pula kisah tentang legenda Hanoman dan Dasamuka sehingga semakin menambah kesan angker di kawasan ini. Banyak juga cerita para pendaki yang pernah melihat hantu di kawasan gunung dan bentuk penampakannya juga berbeda-beda.

Area membuat tenda, foto: kompas.com

Gunung Ungaran juga pernah mengalami kebakaran besar pada tahun 2015 lalu yang terjadi di kawasan puncak dan menghanguskan 50 hektar tanaman.

Hal ini disinyalir bahwa penyebab musibah ini berasal dari daun kering yang terbakar karena cuaca sangat panas sekali. Selanjutnya pemerintah propinsi Jawa Tengah segera menutup jalur pendakian dan berita serta info penutupan segera diumumkan ke seluruh tim keamanan di lereng gunung Ungaran.

Susahnya jalan menuju puncak, foto: rambutkriwil.blogspot.co.id

Lokasi: Ungaran Barat, Semarang, Jawa Tengah
Maps: KlikDisini
HTM: Rp.2000/Orang
Buka/Tutup: 24 Jam
Telepon: 081225711243

Author: 
    author

    Related Post

    1. author
      noviyanto1 year agoReply

      jadi rindu sama gunung ungaran kalo baca nih artikel. kapan lagi ya menaklukan gunung ungaran. btw salam dari semarang.

    Leave a reply