Gua Maria Kerep Ambarawa Punya Ikon Baru? Ini Dia

1356 views

Indonesia adalah suatu negara yang memiliki keanekaragaman. Bukan hanya berbicara mengenai wisata tetapi juga di bidang-bidang kehidupan lain seperti budaya, sejarah, serta kehidupan rohani masyarakat. Kondisi ini terjadi karena bentangan wilayah Indonesia yang sangat luas, dari Sabang sampai Merauke.

Gua maria kerep, foto: instagram.com/hens_kz/

Kondisi inilah yang menjadi salah satu nilai plus bagi Indonesia di kalangan masyarakat dunia. Keberagaman ini membuat Indonesia kaya akan potensi pariwisata. Seringkali, potensi wisata Indonesia tidak hanya bersumber dari daerah-daerah alam di negara ini. Beberapa destinasi wisata religi juga merupakan suatu tempat ibadah masyarakat Indonesia.

Adanya tempat ibadah ini juga menjadi saksi sejarah dari perjalanna bangsa Indonesia. Menilik lebih spesifik lagi, di kawasan Kabupaten Semarang, tepatnya di Kecamatan Ambarawa, salah satu lokasi wisata yang terkenal adalah Goa Maria, baik melalui gambar/photos ataupun video, serta Taman di Sengon Kerep.

Lokasi Wisata dan Rute

Salah satu daya tarik yang ada, foto: instagram.com/brigittabrigittiuw/

Gua Kerep atau nama resminya ialah Gua Maria Kerep Ambarawa, merupakan suatu lokasi yang sangat familiar di kalangan umat Katolik. Bagi umat Katolik Keuskupan Agung Semarang (KAS), lokasi ini juga adalah suatu tempat yang sangat sering mereka kunjungi. Bahkan umat Katolik dari berbagai keuskupan juga sering mendatangi tempat ini.

Gua Maria Kerep terletak cukup dekat dengan Jalan Raya Semarang-Magelang. Bila anda berkendara dari Semarang, letak Gua Kerep hanya sekitar 900 meter dari arah jalan raya. Mendangi lokasi ini juga tidak sulit karena sudah terdapat penunjuk arah selepas dari Terminal Ambarawa. Titik acuan lain adalah dari arah Timur SMP Pangudi Luhur Ambarawa, wisatawan bisa berkendara menuju utara.

patung yesus ketika di salib, foto: instagram.com/vero.vanny/

Ketika ingin mengunjungi komplek GMKA, banyak pilihan cara transportasi yang bisa diambil, diantaranya kendaraan pribadi, umum, atau beberapa pilihan lain seperti angkutan desa serta andong/delman. Pilihan ini dikarenakan bus-bus besar pariwisata secara umum hanya akan berhenti di daerah Terminal Ambarawa.

Baca Juga  Ternyata Semarang Juga Memiliki Wisata Alam yang Menarik Lho, Umbul Songo Kopeng

Peziarah disarankan untuk berjalan kaki, menaiki ojek, atau beberapa transportasi tradisional lain. Hal ini juga mengingat jarak GMKA dari Terminal Ambarawa tidak begitu jauh, hanya sekitar 450 meter. Bila anda datang dalam rombongan, dan ingin transportasi hingga ke area parkir GMKA, maka pesanlah bus dengan ukuran sedang.

Bila anda berkendara dari Yogyakarta, waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan adalah sekitar 2,5 jam melalui area Muntilan, Magelang serta Kopeng. Dari Arah Temanggung bisa untuk langsung menuju kawasan Ambarawa. Sementara bila datang dari arah Timur, bisa memilih untuk menuju area Ungaran.

Daya Tarik Wisata

Taman yang ada di dalam tempat wisata, foto: instagram.com/vero.vanny/

Gua Maria adalah salah satu lokasi peziarah bagi umat Katolik. Tempat ini dipeluk oleh sejuknya udara pegunungan serta keindahan alam daerah Kabupaten Semarang. Di sekitar jalan akan terdapat hamparan sawah, bukit, serta pemandangan khas kaki Gunung Ungaran. Lokasinya memang sangat tepat serta strategis untuk melakukan ziarah 7 kembang dan menenangkan diri sejenak dari kesibukan kota.

GMKA dikelilingi oleh pegunungan dengan beberapa puncak seperti Gunung Merbabu, Merapi, Telomoyo, serta Ungaran. Ketika menajamkan penglihatan ke arah Banyubiru, juga akan didapati pantulan air yang berasal dari Rawa Pening, Ambarawa. Hijaunya area pegunungan serta sejuknya udara akan menambah pesona serta memungkinkan para peziarah menikmati waktunya dengan tenang.

Pintu masuk, foto: instagram.com/kukuh_novian_yuwono/

Daya tarik wisata lainnya adalah cerita mengenai penampakan malaikat serta patung Bunda Maria yang tinggi dan besar di GMKA. Desain patung dibuat dengan dua bagian. Bagian pertama adalah penopang dasardengan total tinggi 19 meter. Sementara itu, badan dari patung sendiri memiliki ketinggian sekitar 23 meter. Dengan total ketinggian 42 meter, patung Maria Assumpta diresmikan oleh Uskup Agung Semarang pada 2015 lalu.

Baca Juga  Inilah Beberapa Tempat Pemandian Air Panas di Semarang Yang Bisa Jadikan Liburan Kamu Makin Seru

Salah satu penarik wisata lain adalah adanya mata air yang keluar dari dalam gua. Pihak pengelola sudah memberikan filter khusus bagi mata air ini. Peziarah yang datang bisa langsung mengambil air serta meminumnya karena sudah melalui sistem penyaringan khusus dan layak untuk dikonsumsi.

Fasilitas Wisata

Para pengunjung yang datang, foto: instagram.com/lcarrolina/

GMKA biasa digunakan oleh masyarakat untuk melakukan beragam kegiatan yang berhubungan dengan spiritualitas. Beberapa dari mereka memilih untuk retreat, natal, pemberkatan, devotion place, berdoa, berziarah, meditasi, rekoleksi atau sekedar menyegarkan rohani. Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, di wilayah ini disediakan beberapa fasilitas antara lain Gereja, taman, Jalan Salib serta beberapa Gua, dan Ruang Doa.

Replika gua maria, foto: instagram.com/catholic.photography/

Gereja atau Kapel di wilayah ini mampu menampung banyak pengunjung, bahkan ratusan orang. Disediakan pula camping ground serta pendopo atau cottage bagi peziarah yang datang dari luar kota dan berencana menginap. Hal ini sangat memudahkan karena peziarah tidak lagi harus mencari-cari hotel ke luar area.

Sekalipun demikian, sudah banyak terdapat hotel, villa, guest house, homestay, serta penginapan yang ada di sekitar GMKA. Bila enggan memesan hotel di luar, terdapat beberapa penginapan di rumah warga yang disewakan.

Pemandangan alam sekitar lokasi, foto: instagram.com/esti.septiani/

Area parkir GMKA terletak di depan Patung Maria Assumpta dengan kapasitas mampu menampung sekitar 300 motor dan 250 mobil. Namun, bila memang area parkir sudah penuh, kendaraan bisa dialihkan ke lapangan Desa Kerep. Masyarakat sekitar Gua Maria menjamin keamanan kendaraan ini.

Di sekitar area peziarahan, terdapat beberapa parit serta sungai kecil yang dibuat untuk menambah asrinya suasana. Terdapat juga toko atau kios yang menjajakan souvenir khas umat Katolik. Terdapat juga beraneka restaurant dengan makanan khas Jawa Tengah seperti Sate, Tongseng, Saren Ayam, Kimpul Procot, Nasi Rames, serta Pecel.

Baca Juga  Keindahan Curug Lawe Ungaran Semarang, Membuat Wisatawan Semakin Penasaran

Sejarah GMKA

Patung yesus di tengah kolam, foto: instagram.com/christianviming/

Awalnya, lokasi ini merupakan suatu sumbangan dari seseorang berkewarganegaraan Belanda yang bertugas di perkebunan. Dia memberikan tanah tersebut pada Kongregasi Bruder Para Rasul yang didirikan oleh Uskup Albertus Soegijapranata. Ketika Kongregasi Bruder Apostolik dibubarkan, tanah biara yang mulai dibangun pada 1954 ini dialihfungsikan sebagai daerah ziarah.

Pembangunannya tidaklah menggunakan tenaga-tenaga professional. GMKa dibangun dengan gotong royong dari siswa Sekolah Guru Putri Santa Maria Ambarawa serta Sekolah Guru Kolese Santo Yusuf. Bersama dengan penghuni asrama Susteran dan Bruderan, mereka membawa batu-batu dari Sungai Panjang ke atas gua.

Patung ibunda maria, foto: instagram.com/catharinabudi/

Peresmian lokasi ini dilakukan oleh Uskup Agung Semarang pada 1954 dengan diberikatinya lokasi ini menggunakan air suci dari Lourdes. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa patung Maria di Kerep cukup mirip dengan yang ada di Lourdes, Perancis.

Kegiatan Misa

Tiruan makam yesus, foto: instagram.com/rerechiia/

GMKA berdiri beberapa puluh tahun lalu, bahkan di tahun 2018, usianya sudah lebih dari 50 tahun. Namun, lokasi ini tidak pernah sepi peziarah, baik dari umat Katolik ataupun dari pemeluk agama serta kepercayaan lain. Kesemuanya datang untuk memanjatkan doa serta harapan di wilayah yang hening ini.

Waktu-waktu paling padat kunjungan ke GMKA adalah terutama Bulan Maria, yaitu di sekitar Mei dan Oktober. Sementara itu, di kompleks GMKA sendiri juga diadakan Misa Adorasi Abadi dengan jadwal setiap hari Rabu hingga Sabtu pada pukul 06.00 WIB. Diadakan juga kegiatan Novena yang biasanya dilakukan pada pukul 09.00 WIB di setiap bulannya.

Replika tempa tidur yesus, foto: instagram.com/floansye/

Lokasi:Jalan Tentara Pelajar, Desa Kerep, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Central Java. Kode pos: 50614
Map: KlikDisini
Buka/Tutup:
24 jam
HTM:
Rp.5.000/Orang
Telepon:
(0298) 592085

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply