12 Gambar Jejak Penelusuran Sejarah Kolonial Belanda di Gereja Blenduk Kota Lama Semarang

1015 views

Salah satu sudut mengambil foto atau gambar eksotis tempo dulu di kota Semarang adalah Kota Lama. Kawasan Kota Lama sendiri merupakan icon dari Semarang sehingga tempat ini memang terkenal tidak hanya di kalangan warga kota Atlas melainkan para wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Gereja blenduk, foto: instagram.com/lutvy_nurant/

Di kompleks ini banyak bangunan-bangunan peninggalan Belanda yang masih kokoh hingga saat ini. Oleh karena itu tak heran julukan ‘Little Netherland’ memang cocok disematkan pada kota yang berulang tahun di tanggal 2 Mei ini. Salah satu bangunan yang terkenal di kompleks ini adalah Gereja Blenduk.

Gereja Blenduk sangat populer tidak hanya sebagai tempat beribadah atau kebaktian bagi umat kristiani namun juga destinasi wisata utama para wisatawan baik lokal maupun internasional saat datang ke Semarang. Untuk mengetahui sejarah secara terperinci, artikel dan profil Gereja Blenduk dibawah ini semoga membantu.

Sejarah

Bagian depan gereja, foto: instagram.com/riatria91/

Letak Gereja Blenduk Kota lama ada di dekat Pasar Johar tepatnya di Jl. Letjend. Suprapto No.32, Tj. Mas, Smg, Jawa Tengah. Tidak hanya Gereja Blenduk namun keberadaan Pasar Johar juga telah ada sejak masa kolonial menduduki kota Semarang. Pasar tersebut dahulu pernah menjadi yang terbesar se-Asia Tenggara.

Gaya arsitektur Gereja Blenduk sangat megah dan memiliki keunikan kubah yang menonjol atau dalam bahasa jawa ‘mblenduk’. Itulah kenapa gereja ini terenal dengan nama ‘gereja blenduk’. Disamping itu, disebelah kanan dan kiri gereja juga terdapat kubah kecil.

Kapan Gereja Blenduk dibangun? yaitu pada tahun 1753 membuatnya menjadi bangunan gereja paling tua di Jateng. Meskipun bentuk tampilan kini telah mengalami beberapa transformasi. Pertama kali di bangun tampilannya adalah rumah panggung dan mempunyai atap khas karakteristik Jawa.

Taman yang ada di depan, foto: instagram.com/nizasetiadi/

Kemudian pada tahun 1894 secara menyeluruh bangunan gereja dipugar. Di tahun inilah seorang arsitek bernama H.PA. de Wilde dan W.Westmas melakukan pembangunan ulang dengan menambahkan kubah besar yang dilapisi logam dan 2 menara.

Baca Juga  Hirup Udara Segar di Desa Wisata Watu Gunung Lerep Ungaran yang Masih Alami

Ini merupakan tampilan bangunan yang sekarang dapat dinikmati para wisatawan. Bentuk tersebut merupakan desain arsitektur bernama Pseudo Baroque. Pada abad 17-19 M, gaya tersebut mengalami perkembangan di Eropa. Denah gereja bentuknya segi delapan beraturan dengan atap berkubah.

Akses menuju lokasi, foto: instagram.com/hiroshisusilo.life/

Kubah Gereja Blenduk menyerupai atap gedung St. Paul’s karya Sir Christopher Wren. Gaya arsitektur dari bangunan ini adalah neo klasik yang cukup menonjol di kompleks Kota Lama dibandingkan dengan lainnya. Luas gereja kurang lebih 400m2 beserta empat sisi bangunan di sekitarnya dan ruang utama.

Jam yang ada di dinding menara, foto: instagram.com/theinggil/

Beberapa elemen dan kondisi gedung tetap terjaga orisinalitasnya kecuali sebagian yang berubah seperti lantai di kantor dan ruang induk. Beberapa furnitur dan komponen lain diantarnya kursi jemaat, mimbar dan perabot perjamuan masih asli.

Ukuran tinggi serta lebar kusen dan pintu jendela berbahan kayu jati disepadankan dengan tinggi gedung atau dindingnya. Sedangkan daun pintu juga dari kayu jati dan kusennya berbentuk rangka berpanil dengan tingkap atas ditambahkan kaca patri.

Jam Buka

Tempat membeli oleh-oleh, foto: instagram.com/bellafaza/

Bagi para wisatawan yang ingin melihat-lihat bagaimana suasana atau design interior dalam gedung Gereja Blenduk dikenakan harga tiket masuk sebesar Rp10.000/ orang. Tidak ada fasilitas tertentu didalam gedung karena ini merupakan tempat ibadah dengan keindahan desain khas Eropa masa lalu.

Yang paling populer adalah bagian gereja tampak depan sebagai bacground berfoto para pengunjung. Ada sebuah orgel cantik yang terletak di balkon juga menjadi favorit spot mengambil gambar ataupun video oleh para pengunjung.

Selain itu beberapa spot-spot populer lainnya adalah bangku-bangku jemaat karena ini adalah yang asli sejak pertama kali church didirikan, bingkai jendela, kubah tembaga, sampai pintu ganda panel kayu.

Salah satu daya tarik yang dimiliki, foto: instagram.com/nengcs/

Gereja buka setiap hari yaitu hari Senin hingga Sabtu adalah 9 pagi sampai 4 sore kecuali tempat ini dijadikan pemberkatan atau lainnya. Sedangkan hari Minggu dari jam 1 siang hingga 4 sore. Karena ketika Minggu pagi ada jadwal beribadah jemaat GPIB (Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat) Immanuel.

Baca Juga  Jangan Lupa, Di Semarang Bakal Hambar Kalau Gak ke 67 Rumah Makan Ini

Tidak sulit untuk mengakses kawasan ini karena dapat diraih dari arah manapun. Untuk yang datang dari arah Tugu Muda, ambil rute ke Ps. Johar melewati Jl. Pemuda. Begitupun yang datang dari arah Demak, ikuti saja lajur sebelah kiri lurus hingga Jl. Terminal Terboyo.

Keadaan bangunan pada jaman dulu, foto: instagram.com/reno_vano/

Dari sini masih lurus terus melewati Jl. Kaligawe Raya kemudian Jl. Raden Patah hingga bertemu lampu lalu lintas. Jangan belok kekanan namun lurus terus, sampailah di lokasi Kota Lama Jl. Letjen Suprapto.

Jika ingin menggunakan angkutan umum bisa naik Trans Semarang ataupun angkutan yang mengarah ke Ps. Johar atau Kantor Pos. Jika ingin lebih praktis dan mudah, buka saja denah atau peta melalui google map yang akan memberikan directions dari tempat Anda berada hingga sampai di Gereja Blenduk Kota Lama Semarang.

Sekitar Gereja Blenduk

Salah satu spot foto favorit, foto: instagram.com/cucum.5/

Taman Srigunting berada tepat diseberang gereja blenduk ada. Taman ini adalah taman instagenic yang menjadi favorit para warga berselfie atau wefie. Dahulu saat zaman kolonial belanda, taman ini berupa parade plein yang dimanfaatkan sebagai panggung parade. Masa kini parade plein tersebut beralih fungsi menjadi ruang terbuka bagi warga Semarang.

Taman Srigunting merupakan salah satu spot yang paling digemari untuk nongkrong maupun berbagai kegiatan komunitas-komunitas. Taman Srigunting telah direnovasi beberapa kali sekitar tahun tahun 2001 dan 2004. Di tahun 2001, taman ini kembali menjadi pusat ruang terbuka yang sebelumnya kurang begitu dimanfaatkan secara maksimal untuk rekreatif.

Keindahan di depan bangunan, foto: instagram.com/dodisdodos/

Dilanjutkan ditahun 2004 ada pembuatan jalan masuk untuk setiap 4 sisi taman. Di area tengah diletakkan lampu-lampu taman di keempat sisi jalan itu sebagai penerangan juga semakin mempercantik tampilannya.

Baca Juga  12 Gambar Gunung Ungaran Semarang, Akan Membuat Anda Mengagumi Keindahan Alam Indonesia

Sebelah Gereja Blenduk atau letaknya dekat dengan Taman Srigunting terdapat sebuah sumur yang konon memiliki sebuah cerita misteri. Sekilas tidak ada keistiewann dari sumur kuno ini namun sumur dengan kedalaman 4 meter ini tidak pernah kehabisan atau hingga membludak meskipun sedang hujan deras atau kemarau panjang.

Inilah kenapa warga sekitar menyebutnya sumur ajaib. Menurut legenda atau kisah tentang sumus tua ajaib menurut warga setempat adalah airnya dapat menyembuhkan penyakit. Sumur tersebut masih jadi favorit pemadam kebakaran mengambil air hingga 13 tangki. Meskipun demikian, sumber air ini tetap melimpah dan tidak kehabisan.

Suasana pada saat ada acara, foto: instagram.com/dictha510/

Satu lagi yang populer adalah Gedung Marba. Menurut beberapa jurnal sejarah gedung ini dibangun di pertengahan abad 19. Pendirinya bukan orang Belanda melainkan saudagar kaya dari Yaman bernama Marta Badjunetdigunakan. Untuk mengenang jasanya, namanya digunakan untuk gedung yang disingkat menjadi MarBa.

Disekitar Gereja Blenduk atau tepatnya dikawasan Kota Lama juga berada cafe-cafe serta museum atau art gallery diantaranya Coffesop Teko deko yang menyajikan akulturasi kultur kota Semarang kedalam kopi. Selain itu terdapat beberapa angkringan, resto serta dekat dengan Kampung Batik.

Suasana di malam hari, foto: instagram.com/maz_puguh/

Lokasi: Jl. Letjend. Suprapto No.32, Tj. Mas, Semarang Utara, Jawa Tengah 10460
Map: KlikDisini
HTM: Rp.10.000/Orang
Buka/Tutup: 09.00–16.00
Telepon: –

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply