Hijaunya Air Curug Cikaso Sukabumi Membuat Pengunjung Terpesona

574 views

Kota Sukabumi sangat terkenal dengan wilayah yang memiliki panorama alam indah dan banyak tempat wisata populer terutama air terjun. Terdapat lebih dari 20 obyek wisata air terjun atau curug sehingga daerah ini mendapat julukan sebagai kota wisata karena memiliki banyak spot rekreasi terkenal.

Salah satu wisata air terjun yang sangat populer adalah Curug Cikaso dan berada di kawasan pesisir pantai selatan. Jarak dari pusat kota Sukabumi sekitar 100km dan bisa ditempuh dalam waktu 4 jam perjalanan melewati daerah pegunungan dan hutan pinus dengan sentuhan udara yang sejuk.

foto by wisatajabar.com

Alamat lengkapnya berada di desa Cibitung, kecamatan Surade sebagai wilayah perbatasan dengan kecamatan Ujung Genteng. Nama asli air terjun ini adalah Curug Luhur Cigangsa, namun karena aliran airnya menuju ke sungai Cikaso, maka banyak orang menyebutnya dengan nama Curug Cikaso.

foto by wisatasenibudaya.com

Selain itu, lokasinya tidak jauh dari sungai Cikaso yang sangat besar dan aliran air dari curug bertemu ketika jalur sungai belok ke arah timur. Posisi sungai membentuk setengah lingkaran dan tanah di tengah terdapat banyak pepohonan dan biasa dimanfaatkan pengunjung untuk bersantai dan berteduh.

foto by asyharstf08.wordpress.com

Bentuk Curug Cikaso memang sangat besar dan memiliki 3 titik air terjun dengan lebar 100 meter serta tingginya sekitar 80 meter. Setiap titik mengalirkan volume air dengan jumlah yang besar sehingga suara benturan dengan batu dibawahnya sangat keras dan percikan air bisa terlempar sampai 10 meter.

foto by wisataindonesia77.blogspot.co.id

Karena aliran airnya sangat banyak sehingga mampu membentuk kolam sedalam 15 meter dan didalam kolam terdapat pusaran air sekitar 8 meter dan kondisi arus dibawah air sangat kuat. Jika tidak berhati-hati ketika mandi, maka bisa terbawa pusaran air dan tenggelam karena tidak kuat melawan arus.

Air terjun ini sangat asri karena berada di tengah hutan dan tebingnya juga ditumbuhi pepohonan lebat dari bawah sampai puncaknya. Kawasan di sekitarnya adalah hutan liar dan seluruh area air terjun di penuhi dengan pohon-pohon rindang serta memberikan pesona dan pemandangan indah.

Kolam air terjun sangat besar sehingga sangat cocok untuk berenang dan para pengunjung pasti tergoda untuk segera mandi karena melihat airnya berwarna hijau muda. Tentu saja pemandangan indah dapat dilihat dari warna airnya yang sangat cantik dan memanjakan mata.

foto by tripadvisor.com

Pemandangan indah Curug Cikaso sangat disayangkan jika tidak diabadikan dengan jepretan kamera karena banyak sekali spot foto dengan panorama alam mempesona. Kondisi di sekitar kolam terdapat banyak batu-batuan di sekelilingnya sehingga memudahkan pengunjung untuk melakukan selfi.

foto by yukpigi.com

Jadi jika berkunjung ke tempat wisata ini sebaiknya persiapkan kamera dan baterai agar bisa puas mengambil gambar di lokasi air terjun. Selama perjalanan tunda dulu untuk selfi melakukan jepretan di sepanjang jalan agar kondisi baterai tetap penuh dan bisa beraksi setelah berada di Curug Cikaso.

Baca Juga  Curug Cakrawardana Bogor, Wisata Alam dengan Pemandangan Berbeda di West Java

Keindahan air terjun bisa dilihat dari segala sisi dan hampir semua area berwarna hijau karena batu-batuan juga tertutup oleh tumbuhan lumut dan rumput. Saat terbaik untuk berkunjung ke tempat wisata ini ketika cuaca cerah sehingga keindahan alamnya bisa terlihat sempurna.

foto by aziziqbalabdul.blogspot.co.id

Hal ini karena kondisi keindahan alamnya akan berubah ketika hujan deras dan semua panorama alam yang indah akan hilang seketika. Air kolam yang semula cantik berwarna hijau muda akan keruh dalam sekejap dan berwarna coklat serta kondisi terjadi banjir dan meluap dengan arus sangat kuat.

Suara air terjun yang berirama juga berubah menjadi gemuruh dan menakutkan serta percikan airnya bisa sampai ke bebatuan diluar kolam. Jika musim hujan tiba, jumlah pengunjung relatif menurun karena sebagian besar berasal dari Sukabumi dan sudah mengetahui keadaan curug tersebut saat hujan turun.

Aliran air terjun Cikaso berasal dari mata air pegunungan di daerah Jampang Kulon, lalu diteruskan ke Sungai Cikaso dan berujung di muara Tegalbuleud. Ketika aliran air curug bertemu dengan sungai, maka terjadi fenomena alam yang sangat indah ketika air berwarna hijau bertemu air dengan warna coklat.

Pada pertemuan air tersebut seperti terdapat garis pembatas diantara keduanya, namun ketika air diambil, warnanya putih seperti air pada umumnya. Lokasi curug Cikaso memang jauh dari pemukiman dan berada di tengah hutan, namun setiap hari ada petugas penjaga keamanannya.

Area wisata air terjun ini di kelilingi hutan belantara dan pemukiman penduduk terdekat adalah perkampungan Cikini di sebelah utara sekitar 1 km. Perkampungan ini menjadi tempat parkir kendaraan pengunjung dan terdapat fasilitas dermaga tempat kapal pengangkut pengunjung ke lokasi wisata.

foto by edorusyanto.wordpress.com

Para pengunjung memiliki 2 pilihan, berjalan kaki sekitar 1 km dari tempat parkir atau naik kapal dengan membayar uang 60ribu pulang pergi. Jika ingin menikmati keindahan alam di daerah Cikaso, bisa mencoba berjalan kaki menyusuri areal persawahan penduduk Cikini hingga sampai ke lokasi wisata.

foto by edorusyanto.wordpress.com

Sedangkan sebelah timur dan barat curug Cikaso merupakan kawasan hutan liar yang sangat luas hingga sampai ke pesisir pantai selatan. Walaupun berada di kawasan hutan, namun tidak menyurutkan semangat wisatawan untuk berkunjung ke tempat wisata ini karena pesona keindahan air terjunnya.

Baca Juga  Murah Meriah, 100 Tempat Makan di Bandung Yang Cocok Untuk Keluarga

Rute dari Bandung ke Curug Cikaso

Rute menggunakan mobil dan motor bisa melewati jalan tol Padalarang dan selanjutnya ke Cianjur terus ke arah selatan hingga sampai di Sukabumi. Lalu menuju Jl.Pelabuhan II dan Jl.Pangleseran-Cibatu sampai di pasar Pangleseran belok kiri arah menuju Jampang tengah seperti peta di Google maps.

Dari Jampang tengah melewati jalur Kiara Dua menuju ke Jampang Kulon dan jalurnya berada di perkotaan sehingga jalannya sangat mulus dan bisa mempercepat laju kendaraan. Setelah melewati kawasan Cinagen dan memasuki Gunung Batu serta Cibarehong, selanjutnya ke arah Tegalbuleud.

foto by ajijatnika.wordpress.com

Jalanan melewati kawasan hutan menuju kecamatan Surade dan pertanda bahwa perjalanan akan segera sampai. Setelah berada di kawasan tersebut, belok kanan sebelum sampai di jembatan Cikaso dan masuk ke perkampungan Cikini sebagai tempat parkir kendaraan wisata curug Cikaso.

Sedangkan bagi para backpacker bisa menggunakan angkutan umum seperti bis dan kereta api dari Bandung ke Sukabumi. Mulai tahun 2019 sudah ada trayek kereta api dari Bandung menuju Cianjur dan Sukabumi dengan harga tiket sekitar Rp20.000 dan bisa sampai dalam waktu 8 jam sesuai dengan peta.

Dari Bogor juga ada trayek kereta api jurusan ke Sukabumi hanya dengan harga tiket Rp.20.000. Untuk dari kota Bekasi, Depok dan Karawang bisa menggunakan kereta api melewati Bogor atau bus langsung ke Sukabumi. Sedangkan dari kota Garut bisa naik bus ke Sukabumi melewati Bandung dan Majalengka.

Selanjutnya akses naik bis jurusan Sukabumi – Lembur Situ dengan harga tiket sekitar Rp.10.000. Kemudian naik bis jurusan Lembur Situ – Surade dan membayar tiket sekitar Rp.25 – 30ribu. Perjalanan terakhir menggunakan angkutan umum trayek Surade – Curug Cikaso dengan harga tiket Rp.25.000.

Baca Juga  Nikmati Liburan yang Menyenangkan Bersama Keluarga di Curug Panjang Bogor

Di daerah perkampungan belum ada hotel sebagai penginapan, namun para pengunjung bisa camping atau menginap di villa yang jaraknya sekitar 1 km. Pengelola villa memberikan harga paket karena bisa digunakan untuk menginap maksimum 20 orang dengan 3 kamar tidur serta bangunan yang luas.

foto by villa-ujunggenteng.blogspot.co.id

Informasi mengenai tempat penginapan bisa mencari artikel melalui Google atau info dari website Kaskus sebagai situs pengiklan atau promosi.

Mitos Curug Cikaso di Perbatasan Kabupaten Ujung Genteng

Curug Cikaso merupakan salah satu wisata air terjun di Jawa Barat dan memiliki banyak kisah atau legenda serta mitos tentang asal usul sebuah tempat. Apalagi letak wisata tersebut berada di tengah hutan belantara dan tentunya banyak sekali cerita misteri sebagai tempat angker.

Mitos yang berkembang di Curug Cikaso antara lain bahwa setiap curug memiliki nama dan penunggunya. Air terjun sebelah kiri bernama Curug Asepan dan penunggunya adalah Nyi Blorong. Hal ini karena ada pengunjung pernah melihat penampakan ular besar atau naga keluar dari Curug Asepan.

Sedangkan yang ada di tengah adalah Curug Meong dan penunggunya Eyang Santang. Pada air terjun di sebelah kanan bernama Curug Aki dan penunggunya adalah Prabu Siliwangi. Tentu saja masih banyak lagi mitos lainnya yang berkembang di masyarakat dan tersebar di daerah Surade dan Ujung Genteng.

Ada juga pengunjung yang menyatakan bahwa pernah mengambil foto dan pada hasil gambar terdapat sebuah tanduk besar, padahal ketika di kamera tidak terdapat tanduk tersebut. Keangkeran lokasi tersebut semakin kuat ketika tahun 2015 lalu wisata air terjun ini memakan korban.

foto by bundamuslimah.blogspot.co.id

Sang korban yang bernama Gunawan dan berasal dari Jakarta ini kemudian diidentifikasi polisi karena tenggelam dan tidak bisa berenang sehingga terperosok ke dalam pusaran air bawah.

Lokasi: Dusun Ciniti, Kecamatan Surade, Cibitung, Sukabumi, Jawa Barat 43172
Map: KlikDisini
Buka/Tutup: 08.00-17.00
HTM: Rp.5000/Orang
Telepon:

0/5 (0 Reviews)

Related Post

Leave a reply