12 Gambar Ini yang Membuat Keseruan Liburan di Coban Tengah Pujon Malang Tak Terlupakan

655 views

Kabupaten Malang yang terletak di Jawa Timur memang menyimpan banyak spot wisata alam. Mulai dari wisata pantai, wisata agro, sampai wisata pegunungan. Salah satu dari sekian banyak wisata alam pegunungan adalah Coban Tengah yang beralamat di desa Pandesari kecamatan Pujon.

Disebut Coban Tengah karena terletak diantara dua air terjun yakni Coban Manten dan Coban Rondo. Ada juga yang menyebutnya sebagai Coban Dudo.

 Legenda Coban Tengah

Coban tengah, foto: dickie70.files.wordpress.com

Air terjun ini masih satu kawasan dengan Coban Rondo yang lebih dahulu terkenal.

Menurut legenda setempat, dahulu kala tersebutlah Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusuma saling mencintai kemudian menikah. Dewi Anjarwati berasal dari Gunung Kawi sedangkan Raden Baron Berasal dari Gunung Anjasmoro.

Baru beberapa hari menikah sang istri mengajak suami untuk mengunjungi mertua di Gunung Anjasmoro, padahal menurut tradisi Jawa kuno sepasang pengantin belum boleh melakukan perjalanan sebelum usia pernikahan selapan (40 hari).

Keindahan alam sekitar, foto: liburmulu.com

Mereka nekat melakukan perjalanan menuju Gunung Anjasmoro. Menentang segala pamali adat dan mengabaikan permintaan keluarga Dewi Anjarwati agar tak melakukan perjalananitu.

Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan seorang pemuda bernama Joko Lelono. Joko Lelono pun jatuh cinta pada pandangan pertama pada Dewi Anjarwati.

Perebutan Dewi Anjarwati pun tak bisa dihindarkan. Raden Baron Kusuma berduel dengan Joko Lelono demi mendapatkan Dewi Anjarwati. Sebelumnya Raden Baron Kusuma berpesan agar istrinya bersembunyi di balik air terjun dan menunggu sampai ia dijemput.

Jalan yang harus di lalui, foto: kompasiana.com

Malangnya kedua pemuda itu tewas. Dewi Anjarwati yang telah menjadi janda terus menunggu suaminya di balik air terjun dan meratapi nasibnya. Maka, mitos yang berkembang di masyarakat adalah jika sepasang kekasih berpacaran di area coban ini akan putus.

Baca Juga  Wisata Kuliner Sepanjang Hari di Surabaya Barat? Coba 15 Tempat ini

Ada pula yang mendengar suara misteri berupa tembang Jawa yang dinyanyikan seorang wanita dari balik batu dan mengaitkan bahwa wanita tersebut adalah Dewi Anjarwati.

Air terjun sebagai tempat persembunyian Dewi Anjarwati itulah yang kini disebut sebagai Coban Rondo. Sedangkan Coban Tengah disebut sebagai Coban Dudo sebagai hulu karena dikaitkan dengan Coban Rondo sebagai hilir.

Legenda itu masih menjadi misteri yang belum bisa dibuktikan dengan ilmiah.

Rute Perjalanan

Pintu masuk menuju lokasi air terjun, foto: kompasiana.com

Rute untuk menuju area Coban Tengah tidaklah sulit. Dari kota Surabaya menuju Malang bisa ditempuh dengan kendaraan umum atau pribadi dengan waktu tempuh kurang lebih 2,5 jam.

Kemudian dari Malang menuju Batu dengan lama perjalanan sekitar 1 jam dilanjutkan menuju Pujon yang hanya ditempuh dengan waktu 30 menit. Disarankan menggunakan mobil atau motor pribadi untuk memudahkan akses mencapai lokasi.

Setelah masuk ke Pujon, pengunjung akan sampai di Pertigaan Patung Sapi yang menjadi tanda siap menuju lokasi Coban Tengah. Jalur lurus dengan jalan aspal adalah jalan menuju Coban Rondo, pilih jalur sebelah kiri yang masih jalan tanah. Jalan tanah ini adalah jalan menuju Coban Tengah.

Salah satu pesona yang dimiliki, foto: sandiiswahyudi.com

Disarankan datang ke Coban Tengah adalah musim kemarau sebab jalan ini keras dan sedikit berdebu, sementara jika musim hujan jalan ini becek dan licin.

Tanda selanjutnya adalah adanya plang bertuliskan No Signal, No Worry, Feel The Nature In Harmony.

Di lokasi ini memang benar-benar minim sinyal, dan tanda ini memberikan stimulus pada pengunjung agar menikmati alam dan melepaskan sejenak gadget dan media sosial yang selalu jadi andalan.

Para pengunjung yang ada, foto: weeklybikers.com

Dari sini pengunjung membayar tiket masuk dan memarkirkan kendaraan. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 30 menit pada jalan setapak.

Baca Juga  Indahnya Coban Kethak, Wisata Malang yang Menyejukkan

Sejauh mata memandang hanya ada pohon yang rindang dan udara segar sehingga perjalanan tidak akan terasa melelahkan. Apalagi pengunjung juga harus menyebrangi empat anak sungai yang alirannya lembut, tak sampai selutut, makin memanjakan pengunjung agar menyatu dengan alam.

Keseruan di Coban Tengah

Derasnya aliran air yang muncul, foto: halomalang.com

Untuk menjangkau spot ini memang pengunjung harus berusaha ekstra dibanding menuju Coban Rondo. Maka dari itu Coban Tengah relatif sepi pengunjung.

Kebanyakan yang datang adalah pecinta alam, pramuka, atau yang berjiwa petualang mengingat untuk mencapai lokasi ini cukup menguras tenaga. Disarankan tidak membawa anak kecil karena medan yang ekstrem dan minim fasilitas.

Semua perjalanan yang cukup  melelahkan akan terbayar lunas ketika sampai pada Coban Tengah. Dengan tinggi air terjun sekitar 30 meter mengalir pada bebatuan yang cukup besar kemudian mengalir menjadi sungai kecil menuju Coban Rondo.

Kolam yang muncul di sekitar lokasi, foto: alamasedy.com

Udara yang sejuk ditemani nyanyian kumbang hutan, cukup menjadi obat ampuh pelepas lelah. Luas yang hanya sekitar 250 meter persegi menjadikan tempat ini seperti privat waterfall.

Di sini pengunjung bisa menikmati sejuknya air, udara yang bebas polusi, dan vegetasi hutan lebat. Spot sempurna untuk dinikmati bersama keluarga dan sahabat.

Sensasi berwisata alam dengan pemandangan menakjubkan sangat terasa di sini. Pengunjung bisa bermain air, bahkan berenang di air yang sangat jernih. Disarankan membawa baju ganti agar pengunjung puas menikmati sajian alam yang amat indah ini.

Keseruan bermain hammock. foto: setapakkecil.com

Keseruan makin terasa dengan bermain saling menciprat air dengan keluarga dan sahabat. Bahkan tak jarang sesama pengunjung yang belum kenal menjadi akrab di tempat ini.

Baca Juga  Rekomendasi 75 Restoran Romantis View Bagus di Malang Yang Wajib Kamu Coba

Itulah salah satu kelebihan berwisata alam, keakraban sangat terasa. Tak ketinggalan mengabadikan setiap  momen dengan kamera atau handphone agar kenangan indah di tempat ini bisa diabadikan dalam bentuk gambar.

Berwisata di Coban Tengah penuh dengan keseruan bermain air, pengunjung disarankan membawa pengaman kamera dan handphone agar tidak rusak karena terciprat atau terjatuh ke dalam air. Jangan sampai seru-seruan di sini berkurang karena gadget yang tidak dilindungi dari bahaya.

Salah satu spot foto favorit, foto: kompasiana.com

Setelah puas bermain air, pasti pengunjung merasa lapar. Sayangnya belum ada penjual makanan yang tersedia sehingga pengunjung disarankan membawa bekal yang cukup.

Jika tidak membawa bekal dari rumah pembeli bisa membeli terlebih dahulu di area Coban Rondo yang terdapat kawasan perkemahan.

Menikmati makanan bersama keluarga dan sahabat di tempat yang sejuk nan indah, jauh dari bising dan polusi, ditemani gemuruh air terjun dan riak air yang mengalir sungguh pengalaman tak terlupakan. Namun jangan lupa, bawa kembali sampah sisa makan agar Coban Tengah ini tetap indah.

Ketinggian yang dimiliki oleh coban tengah, foto: panduanwisata.id

Di sini juga tersedia fasilitas toilet sekaligus berfungsi sebagai kamar ganti. Sekali lagi karena belum maksimal, pengunjung harus antri dalam menggunakan fasilitas umum ini. Jangan lupa, sediakan plastik sebagai tempat baju yang basah untuk dibawa pulang.

Selamat liburan menikmati keindahan Coban Tengah!

Kesimpulan

Akses menuju lokasi wisata, foto: kompasiana.com

Rute : Malang – Pujon – Pertigaan Patung Sapi belok kiri

Fasilitas : Parkir, toilet

Saran : Datang pada bulan April – September, jangan membawa anak kecil yang belum kuat diajak berpetualang, bawa baju ganti, bawa plastik dan tas parasut, gunakan kendaraan pribadi, isi bahan bakar full tank, bawa bekal makanan dan minuman yang cukup, bawa pelindung hp dan kamera agar tak rusak karena air

Lokasi: Pandesari, Pujon, Malang, East Java 65391
Map: KlikDisini
HTM: Rp.8.000/Orang
Buka/Tutup: 07.00 – 17.00 WIB
Telepon: –

0/5 (0 Reviews)
Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply