Candi Gedong Songo Semarang, Berlibur Sambil Menilik Peninggalan Sejarah Bangsa Kita

932 views

Jawa Tengah adalah sebuah Provinsi di Indonesia yang terkenal akan kebudayaan dan sejarah. Hal ini tentu merujuk pada budaya Jawa. Salah satunya karena dahulu, Provinsi ini termasuk dalam daerah kekuasaan Kerajaan Mataram. Baik itu Mataram Kuno (bercorak agama Hindu-Budha) maupun Mataram Islam. Bahkan, di daerah inilah terletak pusat pemerintahan Kerajaan tersebut.

Candi gedong songo, foto: tstatic.net

Hingga sampai saat ini, pecahan Kerajaan Mataram Islam, yaitu Kraton/Kasultanan Yogyakarta, Keraton Kasunanan Surakarta, serta Pura Mangkunegaran, masih berdiri dan disebut-sebut menjadi salah satu peninggalan bercorak kebudayaan dan sejarah Jawa. Di daerah Jawa Tengah, khususnya di beberapa wilayah, juga masih terdapat banyak bukti peninggalan Mataram Kuno.

Beberapa bukti peninggalan ini biasanya berupa candi, karena memang pada masa itu, penduduk dengan mayoritas pemeluk agama Hindhu dan Budha banyak menggunakan bangunan ini untuk berbagai kegiatan. Sebut saja Candi Borobudur yang merupakan peninggalan dari Wangsa Syailendra dengan corak budaya serta ciri arsitektur, filosofi Budha. Serta juga Candi Prambanan yang terkenal dengan kisah Ramayana serta legenda Roro Jonggrang.

Lokasi Peninggalan Sejarah

Reruntuhan di sekitar candi, foto: bonvoyagejogja.com

Candi Gedong Songo di Semarang merupakan salah satu dari sekian banyak peninggalan sejarah, terutama dari masa-masa pertengahan abad ke-9. Kompleks temple ini adalah bukti bahwa pada masa itu telah ada suatu struktur pemerintahan serta masyarakat, penganut agama Hindu. Disebut kompleks karena memang tidak hanya terdiri dari satu bangunan saja.

Lokasinya ada di daerah Bandungan, Kabupaten Semarang. Terdapat total sembilan buah candi (songo, dalam Bahasa Jawa berarti ‘9’, atau Bahasa Inggris adalah ‘nine’) tersebar di lereng Gunung Ungaran. Namun, hingga tahun 2019 ini hanya tersisa lima buah temple di kompleks ini karena berbagai faktor. Sekalipun demikian, adanya kompleks Gedong Songo memberikan bukti nyata mengenai fakta sejarahnya.

Baca Juga  Ajak Teman Uji Nyali di Tempat Paling Angker Nomor Dua Se-Asia, Lawang Sewu Semarang

Rute Akses Perjalanan Menunju Lokasi Wisata

Pesona alam di sekitar, foto: pesona.travel

Gedong Songo Temple berada di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Mengingat dimana letak obyek ini cukup dekat dengan Salatiga, pengunjung dapat dengan mudah datang ke destinasi dengan menggunakan kendaraan pribadi, baik sepeda motor atau mobil. Bila ingin datang secara rombongan pun dapat dilakukan dengan menggunakan bus atau elf.

Kemiringan jalan menuju Gedong Songo memang cukup tajam, yaitu sekitar 40 derajat. Namun jalanannya sudah berupa aspal dan sangat mudah dilalui karena telah terdapat banyak penunjuk arah. Perjalanan dari kota Ambarawa hingga ke Bandungan memerlukan waktu sekitar 40 menit. Sementara itu, bila datang dari Kec. Bandungan hanya dibutuhkan waktu sekitar 10 menit.

Area camping, foto: tunjungnesta.files.wordpress.com

Ketika sudah berada di area Bandungan, banyak terdapat ojek atau angkutan umum yang dapat menolong hingga sampai ke depan pintu masuk atau loket Gedong Songo. Biaya yang diminta pun tidak cukup mahal. Setelah selesai dan hendak kembali ke perkotaan, juga terdapat tukang ojek yang memang sudah mangkal di area Gedong Songo.

Nilai Sejarah serta Kisah Mistis

Harga tiket masuk, foto: semarangplus.com

Sudah sering didengar bahwa dalam beberapa kondisi, kabut dari gunung akan turun ke kompleks bangunan bersejarah ini dan menutupi pemandangan. Letak obyek liburan ada di ketinggian sekitar 1200 mdpl dengan rata-rata udara sekitar 19-27oC. Kompleks candi ini kembali ditemukan pada tahun 1804 oleh Gubernur Jenderal Inggris T.S. Raffles yang pada waktu itu berkuasa di Indonesia.

Thomas Stamford Raffles nampaknya memang seseorang yang tertarik dengan kebudayaan serta kekayaan Indonesia. Terbukti dari banyak penemuan yang sangat bermanfaat hingga sampai saat ini seperti bunga bangkai Rafflesia Arnoldi, serta Kebun Raya Bogor.

Daya tarik yang ada di sekitar, foto: tribunnews.com

Candi Gedong Songo didirikan pada masa pemerintahan Dinasti Sanjaya di abad ke-8. Dibangun dengan fungsi sebagai tempat pemujaan. Banyak kisah atau cerita misteri mengenai asal usul yang hingga sekarang masih dipercaya masyarakat. Bahkan beberapa cerpen atau makalah sengaja dibuat berhubungan dengan asal usulnya.

Baca Juga  Nyari Tempat Buka Puasa di Solo? Nih 50 Lokasi yang Bisa Jadi Referensi

Masyarkat juga masih menganggap wilayah ini angker. Banyak pendapat menceritakan mengenai kisah yang berasal dari tanah Jawa. Sebagian orang yang berada di daerah Jawa juga menghormati lokasi ini serta dianggap keramat. Di samping itu, pernah ditemukan emas peninggalan abad ke-8.

Apa memang kisah ini mitos atau fakta? Pengunjung bisa mencari informasinya melalui banyak cara kemudian mengambil kesimpulan dari penjelasannya atau keterangannya.

Daya Tarik serta Keindahan Obyek

Keindahan taman bunga di sekitar, foto: wisatajateng.com

Gedong Songo merupakan suatu kompleks bangunan yang letaknya terpisah antara candi satu dengan lainnya. Bersyukurnya jarak antara Gedong 1-5 letaknya tidak begitu jauh. Kita bisa menyusurinya dengan berjalan kaki sambil menikmati pemandangan lereng Gunung Ungaran ditemani udara sejuk nan segar.

Terdapat juga camping ground area atau lahan perkemahan yang dapat digunakan serta disewa selama beberapa hari. Selain itu, juga terdapat pemandian air panas di daerah penghasil gas belerang ini. Dieng dan sekitarnya memang terkenal memiliki pemandian air panas dengan kandungan belerang. Banyak masyarakat memercayai cerita (entah itu mitos atau fakta) bahwa berendam dalam air panas plus belerang dapat mengobati sakit kulit.

Kemegahan yang dimiliki, foto: tstatic.net

Kompleks Candi Gedong Songo juga sering digunakan oleh berbagai kalangan untuk melaksanakan pre-wedding photo. Beberapa fotographer juga berlomba ke daerah ini untuk mengambil beberapa foto serta gambar. Pemandangan paling umum serta indah yang banyak dicari adalah sunset, sunrise, serta ketika kabut turun menutupi kawasan ini.

Fasilitas, Jam Buka-Tutup serta Harga Tiket Masuk

Naik kuda kelilung tempat wisata, foto: brobali.com

Pihak pengelola secara resmi membuka loket pariwisata pada pukul 06.00-17.00 WIB. Ketika hendak ke area objek wisata ini, terdapat bebera tipe penggolongan tarif tiket berdasarkan pada kondisi atau hari kedatangan serta tipe wisatawan. Berapa harganya?

Baca Juga  Bukit Cinta di Tepian Rawa Pening, Ngedate Sambil Menikmati Wisata Alam Semarang

Untuk hari Senin-Jumat wisatawan domestik hanya diminta tarif tiket sebesar Rp6.000 sementara itu harga akan naik menjadi Rp7.500 untuk hari Sabtu, Minggu serta libur nasional. Namun, bagi wisatawan mancanegara, tiket masuk adalah seharga Rp35.000.

Berbicara mengenai kecukupan area parkir, sebenarnya kompleks obyek liburan ini memiliki lahan cukup luas dan mampu menampung kendaraan pengunjung bahkan ketika di hari libur. Namun, perlu diperhatikan ketika memasuki long weekend atau libur panjang lainnya. Bila memasuki waktu liburan seperti disebutkan tadi, biasanya akan terdapat antrean kendaraan cukup panjang.

Denah lokasi, foto: semarangplus.com

Pengunjung yang ingin menikmati kegiatan trekking dari Gedong 1 hingga 5 bisa memilih kegiatan ini sambil menikmati hijaunya pepohonan pinus. Bisa juga untuk menyewa kuda dengan beberapa variasi harga, bergantung pada berat serta jarak tempuh. Untuk wisata desa menggunakan kuda, hanya dipatok tarif sekitar Rp25.000.

Jika menginginkan wisata hingga sampai ke pemandian air panas, maka tarifnya adalah Rp40.000. Untuk mencapai Gedong dua, diharuskan membayar sekitar Rp30.000. Sementara itu bila ingin menikmati keseluruhan paket mengitari Candi Gedong Songo, harganya hanya Rp50.000. Bagaimana? Sangat terjangkau bukan?

Bagian depan candi, foto: semarangplus.com

Jika mencari hotel, penginapan, atau villa, maka tidak lagi perlu mencari jauh-jauh. Karena di sekitar area Bandungan sudah terdapat villa serta penginapan dengan fungsi, fasilitas, harga, bervariasi. Terdapat juga restaurant atau rumah makan, baik dikelola oleh penduduk lokal maupun bisnis swasta.

Akses menuju lokasi, foto: googleapis.com

Lokasi: Desa Candi, Kec. Bandungan, Kab. Semarang, Prov. Jawa Tengah
Map: KlikDisini
HTM: Wisatawan Domestik: Senin-Jumat Rp6.000; Sabtu-Minggu Rp7.500. Wisatawan mancanegara: Rp35.000
Buka/Tutup: 06.00-17.00
Telepon: –

0/5 (0 Reviews)
Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply