Ingin Mencoba Wisata Penuh Misteri dengan Pemandangan Indah? Kunjungi Bukit Gombel Semarang

1651 views

Untuk masyarakat Semarang, sepertinya istilah dari Semarang Atas dan Bawah tidak asing di dengar. Hal ini mengacu pada keadaan wilayah Semarang mempunyai ketinggian berbeda.

Untuk Semarang bawah adalah wilayah dengan pusat perkotaan seperti Kota Lama, Simpang Lima. sedangkan untuk Semarang atas seperti perbukitan Gombel, Undip hingga Banyumanik dan menuju ke Kab Semarang.

foto by indotravelfair.blogspot.co.id

Perbedaan ketinggian ini membuat titik di Semarang menjadi lokasi wisata digemari banyak wisatawan contohnya seperti Taman Tabanas berlokasi di kawasan Bukit Gombel.

Nama lain Taman Tabanas ini ialah Gardu Pandang Gombel. Sesuai dengan tempatnya yakni digunakan untuk memandang keindahan Semarang lebih-lebih di malam hari.

foto by travel.detik.com

Tempat Nongkrong yang Asyik

Lokasi ini memang menjadi tempat nongkrong sangat asyik. Saat waktu malam, gemerlap cahaya yang terlihat sangat indah dari sini.

Bila rasa lapar melanda, tak perlu cemas karena banyak kuliner malam populer di sini. Kita bisa mencoba pisang bakar, roti bakar, kopi hangat hingga jagung bakar. Bahkan, menikmati hangat roti bakar serta pemandangan Semarang di malam hari merupakan kenikmatan tersendiri.

foto by promosemarang.com

Bukan hanya jajanan sederhana saja yang bisa dipilih. Apabila ingin menikmati hidangan ala resto di cafe Smg, Anda bisa mencobanya. Di sini, banyak beberapa restoran yang cukup besar. Bukan hanya hidangan mereka lezat, tetapi resto ini juga memberikan keindahan Semarang di ketinggian.

foto by teluklove.com

Kebanyakan wisatawan atau masyarakat yang datang ke sini untuk melihat pemandangan malam hari. Daerah ini juga terkenal sebagai puncak Semarang, karena di sini semua dapat terlihat. Selain pemandangan, ada juga orang datang hanya untuk bersantai dengan hawa yang sejuk.

foto by kulinermedia.blogspot.co.id

Nama Tabanas diambil dari Tugu Tabanas tinggi menjulang di kawasan ini. setiap malam tahun baru pasti lokasi ini ramai.

Baca Juga  12 Foto Indahnya Masjid Kauman Semarang yang Sayang Anda Lewatkan

Apabila ingin bersantai dan menikmati secangkir kopi hangat, harga yang dibanderol sama sekali tidak mahal. Cukup membayar dengan harga Rp 7.000. Sedangkan untuk kuliner lain seperti jagung bakar mulai dari harga Rp 8.000.

foto by eriantoblog.blogspot.co.id

Tertarik mengajak pasangan melihat indahnya lampu?

Misteri Bukit Gombel

Selain terkenal dengan keindahan lampunya ketika malam hari, satu hal yang hingga sekarang menjadi pertanyaan banyak orang ialah misteri dari Bukit Gombel yang terkenal mistis dan angker.

foto by supranaturaltanahjawa.blogspot.co.id

Banyak stasiun televisi hingga acara televisi yang mencoba membuktikan keangkeran dari lokasi ini seperti Mister Tukul. Bahkan di forum seperti Kaskus, banyak orang yang menceritakan keangkeran dari lokasi ini.

foto by hantupedia.com

Tetapi, hingga sekarang ini belum terdapat petunjuk yang memberikan penjelasan sebab pemberian nama Gombel ini. Ketika zaman penjajahan, seorang Doktor Belanda yakni Dr Wtde. Vogel memberikan usulan pada pemerintah Belanda untuk melakukan develop area Semarang.

Hal ini disebabkan, pengembangan kota ini oleh belanda hanya area utara dan sekitarnya. Sedangkan untuk area selatan merupakan perbukitan yang tidak terjamah. Rencana pembangunan ini ditentang masyarakat Tionghoa Semarang.

Karena, wilayah Gunung Jabalkat yang sekarang adalah kawasan Bukit Gombel banyak digunakan untuk daerah Kuburan subsitusi dari daerah kuburan Pekojan. Sesuai dengan adat Cina, memindahkan jenazah bukan hal yang bisa seenaknya dilakukan.

foto by scarystory01.blogspot.co.id

Hingga akhirnya, penguasa wilayah pada masa itu, Mr Baron Van Heeckeren memberi usul kuburan yang ada di sekitar tanjakan Gombel khusus untuk kerabat dekat yang sudah dikubur di sana.

Hingga sekarang ini kawasan tersebut ialah Kedungmundu. Pemekaran Semarang Selatan mulai di tahun 1909 dengan dalih gangguan pemenuhan kebutuhan pemukiman. Thomas Karsten di tahun 1914 yang merupakan Gubernur Belanda menyatakan Semarang Selatan adalah kawasan terencana.

Baca Juga  50 Tempat Makan Terbaik di Solo, Sayang Banget Kalau Ga Didatengin

Perencanaan pada saat itu digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan dan memperbaiki lingkungan pemukiman. Di taun 1916, daerah Selatan sudah mulai berkembang dan diawali dengan kawasan Candi Baru. Saat itu pemukiman dipengaruhi arsitektur dari Eropa.

Di tahun 1920-an, mulai terdapat perumahan yang ada di sekitar lokasi wisata ini. Letak pemukiman di sana sengaja menyesuaikan situasi alam di keadaan topografi berbukit. Selain itu pemandangan yang menarik dan mengarah laut sebelah utara menjadi daya tarik pembangunan pemukiman.

Tetapi, dari sini timbul dampak yang kurang baik disebabkan karena ekosistem yang terganggu karena eksploitasi kawasan. Ketika hujan, Semarang Bawah sering terkena banjir karena air kiriman dari atas. Selain itu daerah Gombel sering terjadi longsor.

foto by timlo.net

Sebagai tindak lanjut permasalahan terputusnya jalan, akhirnya di tahun 1934, pihak dari Belanda membuat jalan baru yakni Jalan Setiabudi. Sekarang ini luas tersebut dikenal dengan Gombel baru serta memanjang hingga ke daerah Setiabudi.

Semenjak pembangunan kawasan tersebut, Gombel pun ramai dengan pemukiman penduduk. Dari sinilah asal Gombel lama dibagi menjadi dua.

Di balik pesona indah pemandangan Gombel, terdapat mitos yang muncul di tengah-tengah masyarakat, jika permasalahan yang sering terjadi di kawasan ini memiliki kaitan dengan makhluk gaib. Penduduk sekitar mempercayai jika Wewe Gombel serta makhluk lain adalah penunggu bukit.

Penduduk setempat juga mempercayai, saat terdapat kejadian bencana longsor atau kecelakaan, makhluk gaib ini marah karena daerah pertapaan mereka diganggu. Konon katanya, di tanjakan ini sering muncul hantu Wewe yang merayu pengemudi yang melintas.

Di jaman dulu, tanjakan ini sering terjadi kecelakaan dan memakan korban jiwa atau pun korban luka. Tragedi mulai saat hantu secara sengaja menggunakan gaun rok panjang berwarna putih gading serta menabrakan diri, melambaikan tangan di pinggir jalan atau menyebrang dengan mendadak.

Baca Juga  Kalau Liburan di Semarang, Jangan Lupa Berkunjung ke 67 Restoran Ini

Disebut Wewe karena kejadian ini ada di daerah Gombel Semarang. Ketika kita berkendara dari Jatingaleh ke Banyumanik, akan terlihat jalan untuk penyelamatan kecelakaan dengan bentuk tanjakan kecil kurang lebih 75 derajat berisi material pasir. Di sanalah konon hantu Wewe berada.

foto by juraganmumut.com

Terlepas dari benar atau tidak mitos tersebut, Anda tak perlu takut atau cemas karena bukit ini selalu ramai ketika malam hari. Sehingga, tak perlu ragu dan takut bila ingin menghabiskan malam di sana.

Sarana Transportasi

Untuk memudahkan Anda menuju ke tempat wisata ini, lebih baik menyewa kendaraan seperti mobil dan motor. Karena, bila menggunakan alat transportasi umum, kita harus menggunakan bus kota dari Semarang dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek.

Tips dan Saran

Agar kegiatan liburan Anda menjadi menyenangkan, sebisa mungkin mengunjungi bukit ini ketika malam akan menjelang. Karena, justru di saat ini lah waktu yang ramai.

Kita bisa melihat cahaya lampu-lampu yang indah. Tips lainnya, tidak perlu memenuhi tas Anda dengan makanan atau minuman di dalamnya, karena banyak lokasi jajanan yang bisa dipilih. cukup membawa perlengkapan sederhana seperti obat pribadi, tissue basah serta sabun.

foto by klikalkautsar3.blogspot.co.id

Siapkan fisik, sehingga acara liburan bisa berjalan dengan lancar dan mengasyikkan. Apalagi udara di sana cukup dingin.

Lokasi: Ngesrep, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah 50261
Map: KlikDisini
HTM:
Buka/Tutup:
Telepon:

Related Post

Leave a reply