Bukit Cinta di Tepian Rawa Pening, Ngedate Sambil Menikmati Wisata Alam Semarang

1662 views

Di sekitar daerah Semarang sudah lama terkenal adanya wisata alam yang indah, termasuk Danau Rawa Pening. Beberapa pengunjung dari berbagai daerah bahkan sudah hafal mengenai legenda Baru Klinting sebagai cerita atau kisah mengenai asal usul Rawa Pening.

Bukit Cinta Banyu Biru Ambarawa, foto: instagram.com/yoonaeunhye/

Mari sejenak melakukan listing lokasi wisata. Sudahkah ke daerah ini? Di Jawa ada kota Bogor, Banjarnegara, Temanggung, Blora, Purwokerto, Trawas, Blitar, Cawas, Tulungagung, Cineam, Ciherang, Cikarang, Campuhan serta Malang. Di luar Jawa, ada Flores, Kupang serta Aceh Tenggara. Miripkah seperti Padang Arafah? Namun, tahukah Anda bahwa di tepi rawa terdapat lokasi wisata lain yang tidak kalah molek?

Dimana Objek Wisatanya?

Spot foto dengan background rawa pening, foto: ideapers.com

Sorotan destinasi liburan atau nongkrong kali ini adalah Bukit Cinta di daerah Ambarawa. Letaknya ada di Desa Kebondowo, Kec. Banyubiru, Kab. Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Diberi nama ‘Bukit Cinta’ karena pada waktu lampau, masyarakat sekitar mempercayai bahwa lokasi ini merupakan tempat pengantin baru berduaan sambil menikmati pemandangan Rawa Pening.

Letaknya persis di pinggir danau. Kawasan ini memberikan pemandangan indah sehingga sempat menjadi tujuan wisata yang cukup hits pada beberapa waktu lampau. Namun, sayangnya waktu terus berlalu dan promosi wisata sudah tidak sebaik dahulu. Akibatnya, jumlah pengunjung dari tahun ke tahun terus menurun. Hal ini juga terpengaruh karena minimnya perawatan di lokasi.

Rute Perjalanan dan Akses Menuju Lokasi Wisata

Lokasi tempat wisata, foto: allesgroen.files.wordpress.com

Terletak di sebelah barat daya, bila ingin mengunjungi objek wisata ini bisa melalui Jalan Lingkar Ambarawa. Setelah itu akan melewati jalanan kecil yang sudah beraspal. Opsi lain adalah melalui Jalan Raya Salatiga-Ambarawa.

Baca Juga  Hijaunya Dua Hutan Mangrove di Semarang, Ekowisata yang Fotogenik dan Sayang Untuk Dilewatkan

Ditinjau dari kemudahan aksesnya, rute perjalanan menuju destinasi tidak begitu sulit. Namun memang masih berupa jalan pedesaan. Jalanan ini cukup sempit dengan beberapa lubang di badan jalan. Ini tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan selama berkendara. Namun so far, bukan sesuatu yang memerlukan usaha terlalu keras mencapainya.

Berfoto di depan gembok cinta, foto: instagram.com/yusufnur_99/

Pengunjung akan dibantu dengan adanya papan petunjuk arah. Di beberapa titik, pihak pemerintah serta pengelola wisata daerah setempat sudah menyediakan penolong untuk memudahkan pengunjung. Di pintu masuknya, terdapat suatu gapura dengan patung dwarapala. Gapura sederhana ini sekaligus memberikan sambutan bagi para pengunjung.

Fasilitas serta Harga Tiket

Loket pembelian tiket masuk, foto:allesgroen.files.wordpress.com

Di gapura tersebut, petugas loket juga sekaligus memberikan karcis/tiket beserta dengan penarikan tarif retribusi wisata. Harganya tidak begitu mahal, hanya sekitar Rp6.000 untuk hari Senin-Jumat dan Rp7.500 ketika Sabtu-Minggu. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan bermotor, baik roda dua atau empat, juga telah disediakan lahan parkir.

Area parkir dikelilingi oleh bangunan permanen, yaitu kios, dimana disediakan beragam souvenir baik itu kerajinan khas daerah Ambarawa ataupun makanan. Souvenir khas Ambarawa biasanya adalah kerajinan tangan terbuat dari bahan baku Enceng Gondog.

Kondisi rawa pening sekarang, foto: lihat.co.id

Bahan ini memang sangat banyak terdapat di Rawa Pening dan merupakan tumbuhan gulma. Namun, ternyata dapat menghasilkan berbagai barang seperti tas, vas bunga, dan kursi. Diantara bangunan kios permanen tersebut juga ada warung makan sederhana. Mereka biasanya menawarkan kuliner masakan khas Rawa Pening yaitu ikan air tawar.

Tersedia juga perahu sederhana yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk menyeberang ke Rawa Pening. Harga sewanya tidak begitu mahal. Dengan menyewa perahu ini, pengunjung dari Bukit Cinta bisa langsung memutari keliling Rawa Pening dan menikmati secara langsung kondisi alam sekitar.

Baca Juga  Asyiknya Berendam Sekaligus Makan di The Fountain Waterpark & Resto Ungaran Semarang

Daya Tarik Wisata

Pintu masuk ke lokasi, foto: salatiga-wisata.blogspot.co.id

Bukit Cinta awalnya merupakan lokasi yang digunakan Pemerintahan Kolonial Belanda sebagai Gardu Pemantau Pertumbuhan Enceng Gondog. Fungsinya untuk mengendalikan pertumbuhan tanaman satu ini. Pengendalian ini diperlukan karena pada masa tersebut terdapat PLTA milik Pemerintah Belanda.

Namun, tahun 1975 Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang, tepatnya di wilayah Ungaran, mengubahnya menjadi Gardu Pemandangan Alam. Mulai tahun 1983 lah lokasi ini mulai dikenal warga dengan nama Bukit Cinta. Uniknya, istilah ‘bukit cinta’ sebagai sebuah objek wisata ternyata muncul pertama kali di tempat ini.

Salah satu spot foto favorit, foto: okezone.com

Perlahan mulai banyak lokasi yang menggunakan istilah tersebut. Daerah mana saja? Diantaranya adalah Bromo, Nganjuk, Madura, Labuan Bajo, Karangasem, Bayat, Ubud Bali, Bojonegoro, Gorontalo, Batam, Jogja, Banjarnegara, serta daerah lain. Biasanya, para pemuda dan pemudi menggunakan taman ini untuk mengambil beberapa foto, baik selfie ataupun wefie.

Bagi beberapa orang pecinta foto, pasti akan bisa membandingkan hasilnya dengan foto di beberapa lokasi lain seperti Gunung Gajah, Loceret di Yogyakarta, Watu Prahu di Klaten, Waduk Jatibarang, Baturaden, Alas Sekar, Coban Rais, Ciwidey, Telaga Claket Wonogiri, Negeri Atas Angin, serta Argo Belah.

Salah satu daya tarik yang ada di sekitar, foto: instagram.com/sekar_bangets/

Nama ini mulai populer disematkan kepada objek wisata yang menyasar pemuda serta pemudi untuk menikmati waktu di alam dengan biaya murah. Perbedaannya adalah terletak pada jenis fasilitas masing-masing lokasi wisata serta kemungkinan adanya legenda di masing-masing tempat.

Ketika pengunjung mulai naik ke atas bukit, sebenarnya kondisinya sangat rindang nan sejuk. Terutama bila pengunjung datang di kala panas terik, maka berteduh di bawah rindangnya pohon akan terasa teduhdan nyaman. Namun, sayang sekali karena terdapat serakan sampah di sekitar pohon.

Baca Juga  Pengen Tau Restoran di Solo? Nih Kami Kasih 50 Yang Terbaik

Mirisnya Rawa Pening

Beberapa fasilitas yang ada, foto: hellosemarang.com

Di Rawa Pening, ada satu lagi ruangan dengan koleksi ikan serta berapa hewan reptile yang dimasukkan dalam suatu aquarium untuk bisa dinikmati. Ruangan ini berada di dalam rongga sebuah patung raksasa berbentuk ular atau naga. Namun, karena tidak terawat dan terdapat banyak sampah, ruangan ini sangat jarang dikunjungi wisatawan.

Tidak hanya di situ saja. Bahkan semenjak dahulu kala, Rawa Pening sudah dikenal memiliki pertumbuhan Enceng Gondok diatas rata-rata. Penyebabnya tentu adalah limbah industri serta rumah tangga yang mengalir ke rawa. Kondisi ini sangat memicu pertumbuhan gulma air tersebut dan membunuh ekosistem rawa.

berfoto di depan mulut buaya, foto: instagram.com

Sebenarnya, bila dilihat lebih jauh terutama bila Enceng Gondok ini bisa dihilangkan, pengunjung akan dapat menikmati pemandangan danau yang indah. Karena memang dikelilingi oleh dataran tinggi, sehingga akan sangat menarik dan dapat melepaskan stress atau kepenatan.

Bagi beberapa orang yang sudah memiliki anak, juga sudah disediakan beberapa area permainan untuk mereka. Disediakan pula tempat duduk serta gazebo untuk menikmati pemandangan indah ini. Namun, beberapa waktu ini fasilitas tersebut mengalami kerusakan dan nampaknya pihak pengelola wisata belum memperbaiki.

Gembok cinta, foto: tstatic.net

Berbagai usaha dilakukan pemerintah sejak dulu untuk menggagalkan pertumbuhan gulma. Sepertinya memang pertumbuhan mereka jauh lebih cepat daripada langkah pembersihan oleh Pemerintah. Sekalipun sudah dimanfaatkan dengan menghasilkan berbagai kerajinan tangan, perlu kondisi ini tentu membutuhkan penanganan lebih lanjut agar ekosistem Rawa Pening tetap terjaga.

Persoalan mengenai penanganan lingkungan serta pengelolaan obyek wisata memang menjadi masalah yang disoroti pihak pengembang. Di lokasi juga masih didapati terjadi pungutan liar atau pungli. Kondisi ini tentu menurunkan citra pariwisata di Semarang, serta Ambarawa khususnya. Jika tidak ditindak segera, dimungkinkan terjadi penurunan pengunjung atau terancam ditutup.

Lokasi: Kebondowo, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Kode Pos: 50664
Map: KlikDisini
HTM: Rp.6.000/Orang
Buka/Tutup: 08.00-18.00
Telepon: –

2.5/5 (2 Reviews)
Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply