Pesona Wisata Brown Canyon Eksotis Untuk Hunting Foto,  Lokasi Alamat dan Tiket Masuk Wisata

675 views

Brown Canyon Semarang merupakan bukit yang digali dan tanahnya digunakan untuk menimbun wilayah pinggir laut agar terhindar dari abrasi. Bukit yang telah digali membentuk cekungan dan dinding tebing  bergaris-garis dengan lekukan seperti lukisan abstrak sehingga terbentuk pemandangan indah.

Brown canyon semarang, foto: okezone.com

Hal ini membuat Brown Canyon bisa menarik minat para wisatawan untuk berkunjung ke lokasi pengerukan tersebut. Menurut warga sekitar, asal usul penggalian bukit ini sudah dimulai sejak tahun 1984 untuk menimbun kawasan Tanah Mas di pinggir pantai Semarang karena sering dilanda banjir.

Selain itu, juga digunakan untuk menimbun beberapa wilayah pesisir pantai lainnya seperti perluasan tanah Bandara Ahmad Yani serta peninggian tanah di pantai Marina. Lokasi perumahan Puri Anjasmoro di sebelah timur bandara juga menggunakan tanah hasil penggalian ini untuk menghindari banjir.

Daya Tarik

Salah satu daya tarik yang ada, foto: reservasi.com

Awal mula penggalian besar-besaran terjadi tahun 2000 dan sudah banyak bukit yang hilang serta kondisinya sudah rata. Tidak semua bukit digali sampai habis, namun beberapa bukit dibiarkan masih separuh atau tinggal tanah memanjang, mungkin karena tanahnya berbatu atau sulit  digali.

Bekas bukit galian sudah berubah menjadi tebing yang indah dan tentu saja sedap dipandang mata. Hal ini juga mengundang banyak fotografer karena tebing bekas galian merupakan pemandangan eksotis dan bisa dimanfaatkan untuk koleksi foto ataupun sebagai backround seni fotografi.

Banyak juga fotografer melakukan sesi pemotretan dengan beberapa model di tempat ini. Pemandangan bekas bukitnya memang sangat unik dan cocok bagi wisatawan yang suka hunting foto untuk di upload pada akun media sosial seperti Instagram atau lainnya.

Keindahan sunset di sekitar wisata, foto: yandex.ru

Brown Canyon mirip dengan Grand Canyon di Amerika sehingga jika melihatnya dari foto, maka akan mengira tempat tersebut ada di luar negeri. Perbedaanya, Grand Canyon di Amerika terdapat sungai di sekitar tebing, namun Brown Canyon hanya terdapat danau kecil, itupun jika kondisi cuaca musim hujan.

Tapi bentuk goresan hiasan tebing dan warna tanahnya hampir sama. Jadi, jika ingin mengunjungi tempat wisata seperti Grand Canyon, tidak perlu jauh-jauh ke Amerika karena di kota Semarang juga sudah ada The Brown Canyon in Central Java.

Suasana pada malam hari, foto: kompasiana.com

Nama Brown Canyon memiliki arti lembah curam berwarna coklat dan tentu saja karena tebing bekas bukit ini berwarna coklat. Kemudian nama  Brown Canyon semakin marak dibicarakan di media sosial sehingga bisa populer seperti sekarang ini.

Kawasan wisata ini juga pernah dijadikan lokasi syuting untuk pembuatan video iklan perusahaan Pertamina Indonesia dengan produknya Pertamax dan Fastron. Tema iklan adalah sebuah mobil yang bisa melaju kencang tanpa hambatan pada jalan berbatu dan pasir yang sangat ekstrem.

Baca Juga  Ternyata Semarang Juga Memiliki Wisata Alam yang Menarik Lho, Umbul Songo Kopeng

Lokasi wisata ini memiliki daya tarik tersendiri dengan adanya tebing-tebing tinggi disertai berbagai lekukan tanah yang indah. Brown Canyon mulai dikenal wisatawan pada awal tahun 2014 ketika masih banyak bukit tinggi dan berwarna hijau karena hampir di seluruh area terdapat padang rumput.

Salah satu komunitas yang mempopulerkannya adalah Tim My Trip My Adventure dari sebuah stasiun televisi.  Keadaannya terus mengalami perubahan dan beberapa bukit hilang serta jumlah cekungan tanah bertambah. Brown Canyon menjadi tempat  wisata yang sering dikunjungi backpacker Indonesia.

Salah satu spot foto favorit, foto: viva.co.id

Tentu saja hal ini membuat perubahan besar pada keadaan cuaca, dulunya daerah dingin, mulai  semakin panas. Pada tahun 2002, daerah ini masih penuh dengan bukit dan pepohonan rindang serta padang rumput lebat. Sedangkan tahun 2005, pohon tinggi dan padang rumput hijau mulai berkurang.

Untuk tahun 2007, hampir semua pohon dan padang rumput sudah jarang terlihat. Kemudian tahun 2010 pernah ditutup dan kondisi kawasan ini kembali dipenuhi pepohonan rindang dan padang rumput memenuhi hampir seluruh area penggalian, bedasarkan map atau peta dari Google maps 2010.

Dua tahun kemudian, penggalian dimulai lagi dan kondisinya kembali mengering serta banyak cekungan tanah dan beberapa bukit telah hilang. Puncaknya akhir tahun 2014, hampir semua kawasan ini rata dengan tanah, bahkan menyisakan banyak cekungan tanah yang jadi kolam air jika terjadi hujan.

Pemandangan yang ada di sekitar, foto: kangenwisata.id

Kondisi tempat wisata ini sangat panas ketika musim kemarau karena seperti berada di tengah padang pasir dan hanya berupa hamparan tanah kering. Selain itu, tanah menjadi gundul dan rerumputan hijau tidak mau tumbuh serta banyak pohon mengering menjadi lahan tandus.

Baca Juga  Bangunan Cagar Budaya Stasiun Tawang Semarang Menjadi Tempat Nongkrong Asyik di Malam Hari

Biasanya area di sekitar jalan banyak terdapat rumput ilalang juga telah hilang entah kemana dan butir-butir pasir beterbangan ketika ditiup angin kencang. Jika musim kemarau, sebaiknya berkunjung pada pagi hari atau sore hari ketika tidak ada pekerja yang sedang menggali agar lebih nyaman untuk rekreasi.

Saat yang tenang untuk berkunjung adalah pagi hari jam 6 ketika belum ada aktifitas proyek dan keadaan udara masih segar. Bisa juga sore hari sekitar jam 16.30 ketika pekerja sudah berhenti dan kondisi juga tidak terlalu panas, waktu sore biasanya banyak pengunjung yang datang naik sepeda.

Pemandangan dari ketinggian, foto: metrosemarang.com

Pada siang hari, banyak kendaraan berat penggali bukit hilir mudik sehingga jalanan penuh dengan debu dan udaranya sangat kotor sehingga kurang baik untuk pernafasan. Waktu yang paling baik berkunjung, yaitu pada hari minggu ketika pekerja sedang libur sehingga kondisi tempat wisata lebih tenang.

Ketika hari minggu, biasanya banyak para off roader berkunjung untuk latihan bersama menaklukkan jalur ekstrem di lokasi ini. Selain itu, banyak juga para pecinta motor cross atau Trabas juga sering datang ke lokasi ini untuk mencoba menaklukkan trek di daerah penggalian ini.

Biasanya para crosser dan off roader memilih datang pada saat musim hujan agar treknya lebih menantang karena banyak genangan air. Hal ini karena trek yang paling disukai adalah jalan terjal dan banyak terdapat genangan air sehingga bisa menjadi kepuasan tersendiri jika mampu menaklukannya.

Tempat foto prewedding, foto: pegipegi.com

Namun jika sedang musim hujan, wisata ini berubah menjadi padang rumput hijau dan semakin menambah keindahan tebing serta bekas-bekas bukitnya. Bahkan banyak rumput yang tumbuh memenuhi dinding tebing sehingga warnanya jadi hijau tertutup rerumputan.

Baca Juga  Jelajah Bendungan yang Lain dan Menarik di Waduk Jatibarang Semarang

Sedangkan cekungan tanahnya dipenuhi dengan air dan bentuknya berubah seperti danau serta terdapat ikan di dalamnya. Banyak juga orang-orang yang berkunjung, terutama warga sekitar memanfaatkannya sebagai tempat memancing.

Akses menuju lokasi wisata, foto: semarangplus.com

Untuk berkunjung ke tempat wisata Brown Canyon tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli tiket masuk karena tidak ada loket htm resmi sebagai tempat pembelian karcis. Biasanya warga setempat meminta bayaran uang sekitar Rp.5000 untuk biaya parkir kendaraan.

Tentunya menjadi tempat rekreasi dengan harga sangat murah karena Brown Canyon memberikan panorama yang indah dan sangat cocok jika digunakan sebagai alternatif wisata di kota Semarang.

Lokasi dan Alamat Tempat Wisata Brown Canyon Semarang

Pesona yang dimiliki, foto: ksmtour.com

Alamat lengkap wisata perbukitan indah ini berada di desa Rowosari, Tembalang, Semarang timur. Lokasi tepatnya berada di perbatasan antara kota Semarang dan Demak Jl. Raya Sampurno. Jarak dari Simpang Lima sekitar 14 km dan bisa ditempuh dalam waktu 30 menit.

Rute dari Simpang Lima bisa mengambil jalur yang menuju Pasar Meteseh, sebelum sampai di pasar untuk mengubah haluan menuju pasar kambing selanjutnya ada pertigaan, mengambil arah ke Mrican. Kemudian menuju Kedung Mundu dan Sambiroto untuk melewati jalan Elang dan bisa sampai ke lokasi.

Kegiatan penambangan, foto: hellosemarang.com

Sedangkan akses lengkap 2018 dari arah pantura bisa memulai dari Pucang Gading untuk menyusuri Jl. Citarum dan melanjutkan di Jl. Soekarno-Hatta hingga sampai di pertigaan Jl. Majapahit. Selanjutnya menuju ke arah timur sampai di pertigaan pos polisi Pucang Gading.

Kemudian ambil jalur ke arah selatan menyusuri Jl. Sarwo Edi terus ke selatan hingga sampai di pertigaan Jl.Bengkung Raya, lalu  menuju ke arah selatan hingga sampai di Jl. Raya Lamongan dan Jl.Raya Sampurno dan bisa tiba di lokasi Brown Canyon.

Sedangkan dari arah Solo dan Jogja bisa melewati jalur kampus Undip Tembalang atau Banyumanik untuk menuju ke arah Jl. Banjarsari Raya. Setelah itu menuju ke Pasar Meteseh dan lurus hingga sampai di desa Rowosari, lalu melewati Jl. Raya sampurno hingga tiba di lokasi.

Salah satu ikon tempat wisata, foto: tstatic.net

Lokasi: Desa Rowosari, Tembalang, Semarang City, Central Java 50279, Indonesia
Maps: KlikDisini
HTM: Rp.5000/Orang
Buka/Tutup: 24 Jam
Telepon: –

0/5 (0 Reviews)
Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply