Misteri Angker Benteng Pendem Ngawi dan Sejarah Asal Usul Bangunan

1257 views

Benteng Pendem Ngawi merupakan salah satu potret jaman dulu saat penjajahan Belanda di tanah air yang masih bisa dilihat sampai sekarang. Bangunan ini berdiri diatas tanah seluas 15 hektar dengan ukuran gedung memiliki panjang 165 meter dan lebar 80 meter dan terdiri atas 2 lantai.

foto by youtube.com

Bentuk bangunan memang biasa saja seperti benteng pada umumnya, namun ada sesuatu yang berbeda dari kondisi tanahnya. Posisi benteng lebih rendah dari tanah sehingga bangunan ini tampak seperti terpendam dalam tanah dan tidak akan terlihat oleh pandangan mata dari jarak jauh.

elain itu, diluar bangunan dikelilingi parit selebar 5 meter sebagai penghalau serangan dan untuk menghubungkan jalan, terdapat jembatan kayu naik turun. Hal ini karena pada masa itu banyak sekali pengikut pasukan Diponegoro sering melakukan perang gerilya dan bisa datang kapan saja.

foto by agussubiarto45.student.umm.ac.id

Salah satu pengikut Pangeran Diponegoro yang tertangkap adalah K.H Muhammad Nursalim yang memiliki ilmu kebal sehingga tidak mempan ditembak. Belanda kemudian menguburkannya hidup-hidup dan makam beliau masih terawat serta bisa kita lihat sampai sekarang berada di dalam benteng.

foto by komariganteng.blogspot.co.id

Tentu saja pengalaman kalah perang melawan pasukan Diponegoro sebagai pelajaran terbaik dan wujud pembangunan benteng Pendem ini adalah salah satunya. Denah bangunan ini seperti taman labirin dan rumah Gubernur Jenderal Van Den Bosch berada di tengah-tengahnya demi keamanan.

foto by sinoxnursery.com

Bangunan ini terdiri dari pintu gerbang utama, ruang kantor, barak tentara, kandang kuda, gudang senjata, penjara pribumi dan lainnya. Benteng ini mampu menampung 250 tentara berpangkat perwira yang sudah menggunakan senjata api, 6 buah senjata meriam serta 6 kelompok pasukan berkuda.

foto by beritabojonegoro.com

Tujuan utama Van Den Bosh dengan berdirinya benteng ini sebagai basis tentara Hindia Belanda atau KNIL dan terdiri dari orang-orang pribumi dan warga negara Eropa lainnya. Banyak masyarakat pribumi menjadi tentara KNIL karena dua alasan, yaitu gaji besar atau ingin terhindar dari penjara Belanda.

Hal ini karena dalam bangunan banyak warga pribumi yang meninggal dalam penjara akibat kelaparan atau tidak kuat menahan siksaan. Tentu saja warga pribumi lainnya jika lemah pendiriannya akan goyah imannya dan bersedia jadi tentara Hindia Belanda untuk berperang melawan negerinya sendiri.

Baca Juga  Ingin Berwisata di Tempat yang Menyegarkan? Singgah ke Pemandian Air Panas Cangar Malang

Lokasi benteng berada di tanah strategis dikelilingi sungai Bengawan Solo dan sungai Madiun sehingga hanya ada satu jalan darat menuju benteng di sebelah barat daya. Pembuatan bangunan ini berfungsi sebagai sistem pertahanan yang berada di daerah penting pusat transportasi pulau Jawa.

foto by kompasiana.com

Daerah Ngawi merupakan central dan jalur transportasi utama yang menghubungkan antara kawasan Jawa Timur dengan keraton Solo dan Yogya. Wilayah barat berbatasan dengan kecamatan Sragen sebagai pintu gerbang menuju keraton Solo, sedangkan wilayah timur berbatasan dengan Madiun.

Pihak belanda seperti memutus jalur aman tersebut dengan membangun benteng diantara pertemuan 2 sungai, yaitu Bengawan Solo dan Sungai Madiun. Tentu saja setelah berdirinya bangunan tersebut membuat atmosfer Ngawi yang sebelumnya aman berubah karena tentara Belanda sering patroli.

Sejarah Misteri Angker Benteng Pendem Ngawi

Kondisi benteng ini sudah lama tidak digunakan sebagai tempat tinggal dan membuat keindahan bangunan ini pudar ditelan zaman. Namun kesan klasik masih terlihat dan tempat ini sering dijadikan tempat pemotretan prewed untuk mengambil foto prewedding dengan latar belakang Benteng Pendem.

foto by bimasetyawibawa.blogspot.co.id

Bangunan memang kurang terawat karena sangat luas sehingga membutuhkan biaya besar dan kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah dan masyarakat. Hal ini membuat banyak sisi bangunan banyak mengalami kerusakan dan kotor serta beredar cerita mistis dari beberapa masyarakat di sekitarnya.

foto by tiaracupid.blogspot.co.id

Sebenarnya kondisi bangunan jika dikelola dengan baik bisa menjadi tempat wisata menarik karena memiliki sisi sejarah perjuangan bangsa ini. Tentu saja kisah ratusan tahun lalu menjadi legenda agar bisa dikenal banyak masyarakat tentang hal mengenai nenek moyang kita.

Apalagi menurut sejarah tempo dulu sering terjadi pembunuhan dan kematian sehingga bangsa jin dan makhluk halus lainnya betah menjadi penghuni benteng ini dan menjadi tempat angker. Hal ini juga dibenarkan beberapa pengunjung yang pernah melihat penampakan makhluk astral di sekitar bangunan.

foto by shofiaanugrahaini.blogspot.co.id

Banyak sekali cerita mistis berasal dari lokasi benteng dan membuat masyarakat semakin penasaran serta ingin tahu lebih detail tentang bangunan ini. Hal ini membuat salah satu stasiun TV swasta nasional yang menyiarkan acara horor juga pernah melakukan siaran di tempat ini.

Baca Juga  Yuk Tonton Air Mancur Menari Sambil Jalan Jalan Sore di Alun Alun Kota Malang dan Nikmati 10 Fasilitas Baru ini

Salah satu acara TV paling menghebohkan adalah Dunia Lain melakukan siaran langsung di tempat ini pada malam hari. Acara ini menghadirkan seorang peserta untuk jalan-jalan selama 5 jam dengan lampu kecil sebagai penerang di tengah malam berada di tempat paling angker, yaitu penjara pribumi.

Peserta Dunia Lain mengalami banyak gangguan namun berhasil menyelesaikan acara tantangan uji nyali tersebut sampai batas waktu yang ditentukan. Acara tersebut masih bisa kita tonton melalui situs Youtube karena ada pengguna Google yang mengunggah video rekaman tersebut.

Siaran TV horor lainnya yang pernah mengadakan liputan di lokasi ini adalah acara Mister Tukul Jalan-jalan untuk mengeksplor tempat-tempat angker. Salah satu lokasi yang diliput adalah sumur tua dan dahulu digunakan sebagai tempat pembuangan mayat warga pribumi yang meninggal disana.

foto by gunungwarak.blogspot.co.id

Bintang tamu dalam acara tersebut mendengar suara rintihan minta tolong agar di selamatkan dari sumur tersebut dan ada juga suara tangisan. Namun tim acara ini segera menyingkir dari tempat tersebut karena banyak sekali makhluk gaib berdatangan dan berbahaya bagi bintang tamu.

Asal Usul dan alamat serta Peta Lokasi Benteng Pendem Ngawi

Pada perang Diponegoro sekitar tahun 1825-1830 pihak Belanda mengalami kerugian besar karena kehilangan banyak tentara yang gugur di medan perang serta menghabiskan dana negara. Hal ini membuat Gubernur Jenderal Van Den Bosch berencana ingin membuat angkatan bersenjata baru.

Hal tersebut bisa terlaksana dan salah satunya pada tahun 1839 dengan membangun sebuah benteng yang berada sekitar 1 km dari kota Ngawi. Letak bangunan ini diapit sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun dan menjadi pusat transportasi pelayaran menuju ke kawasan Jatim ataupun sebaliknya.

Baca Juga  Mengenyangkan! 10 Restoran di Tunjungan Plaza yang Wajib Anda Kunjungi

Pada masa itu daerah Ngawi menjadi salah satu pusat perdagangan di wilayah Jawa dan pihak Belanda ingin memasuki wilayah perdagangan tersebut. Setelah memiliki tentara lengkap dengan senjata dan memiliki benteng besar, kemudian Van Den Bosch melakukan pemerintahan dikantor.

foto by rizkyanaa.blogspot.co.id

Selanjutnya gubernur jenderal tersebut menggunakan sistem tanam paksa dengan pajak yang besar kepada petani untuk menumpuk kekayaan kepada kerajaan belanda. Hal ini karena ingin melunasi hutang pemerintah Belanda kepada pemerintah Prancis dan Amerika dalam pembelian senjata.

Jenis tanaman yang diwajibkan bagi para petani diantaranya, gula, nila, teh, kopi, tembakau, kapas serta kayu manis merupakan barang ekspor yang sangat dibutuhkan negara-negara di Eropa. Alhasil, pemerintah Belanda mendapatkan masukan dana yang sangat besar dari penjualan ekspor tersebut.

Alamat lengkap benteng ini berada di Jl.Untung Suropati kelurahan Pelem RT.02/RW.07 kecamatan Ngawi, propinsi Jatim. Rute dari pusat kota Ngawi menuju ke arah utara sekitar 1km tepat di garis perbatasan Jateng dan Jatim sesuai dengan gps dan peta pembagian wilayah kedua propinsi tersebut.

Profil mengenai Benteng Pendem Ngawi juga bisa dibaca dalam artikel beserta gambar pada situs Wikipedia berupa makalah singkat tentang awal mula benteng ini dibangun. Pemerintah daerah Ngawi memang sudah berencana merawat bangunan ini sejak tahun 2013, namun belum sepenuhnya.

Para pengunjung yang datang ke benteng ini harus melapor dahulu di pos pintu gerbang utama dengan menyerahkan kartu identitas dan tujuan berkunjung. Pada pos gerbang utama ini terdapat katrol besi dan dahulu digunakan untuk mengangkat dan menurunkan jembatan kayu untuk masuk dan keluar.

foto by kompasiana.com

Para pengunjung perlu membayar biaya tiket masuk sebesar Rp.2000 per orang dan biaya parkir kendaraan roda 2 Rp.2000, untuk mobil dan bis Rp.5000. Setelah melalui halaman padang rumput akan menemui pintu masuk benteng yang penuh cerita mitos dengan tulisan tahun 1839-1845 di atas pintu.

Lokasi: Jl. Untung Suropati, kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Jawa Timur 63211
Maps: KlikDisini
HTM: Rp. 2.000/Orang
Buka/Tutup: 08.00 – 17.00
Telepon: +62 351 744466

3/5 (1 Review)

Related Post

Leave a reply