Wisata Sejarah di Benteng Pendem Ambarawa yang Penuh Misteri, Ini Buktinya

3218 views

Kota Ambarawa merupakan salah satu daerah yang sangat penting di masa lalu pada zaman penjajahan Belanda sebagai sarana transportasi kereta api. Kota ini dijadikan pusat pembuatan gerbong dan rel kereta api karena banyak masyarakatnya memiliki keahlian sebagai pandai besi.

Benteng pendem ambarawa, foto: instagram.com/dhuwananx/

Maka tidak heran jika kota ini memiliki museum kereta api terbesar di Indonesia dan juga pembuatan jalur rel kereta api yang pertama. Selanjutnya pihak Belanda menggunakan kereta api sebagai sarana transportasi logistik untuk mengangkut hasil panen tanam paksa ketika akan dikirimkan ke Batavia.

Kemudian Belanda membangun sebuah benteng sebagai gudang penyimpanan barang dan juga sebagai barak tentara tidak jauh dari stasiun kereta api. Bangunan tersebut bernama Benteng Fort Willem 1 dan banyak orang menyebutnya Benteng Pendem Ambarawa karena berada di atas tanah paling rendah.

Daya tarik yang dimiliki, foto: instagram.com/indrapogo/

Asal usul nama Willem 1 sebagai ungkapan rasa hormat kepada raja Belanda saat itu bernama Willem Frederik Prins van Oranje-Nassau. Letaknya tidak jauh dari Telaga Rawa Pening dan berada di balik perbukitan serta lokasinya di tengah sawah dengan lingkaran parit mengitari seluruh luar bangunan.

Benteng ini memang sengaja disembunyikan agar bangunannya tidak kelihatan dari jauh untuk mengelabuhi para pasukan gerilya pengikut Diponegoro. Hal ini karena tentara Belanda sering mengalami kekalahan jika berhadapan dengan para pejuang tanah air yang gigih dalam berperang.

Berfoto di dalam bangunan, foto: instagram.com/anishaminaka/

Bentuk bangunan Benteng Pendem Ambarawa memang berbeda dengan gedung lainnya karena berupa kamar tentara dengan jumlah sangat banyak serta gudang penyimpanan. Pada saat itu, pihak Belanda banyak merekrut tentara dari rakyat pribumi dan negara-neraga Eropa sebagai perwiranya.

Gaya bangunannya memang mirip dengan Gedung Lawang Sewu di Semarang yang memiliki banyak ruangan sebagai tempat tinggal tentara Hindia Belanda. Benteng ini dibangun setelah berakhirnya perang Diponegoro, tepatnya tahun 1834 membutuhkan waktu  11 tahun dan selesai tahun 1845.

Kondisi bangunan, foto: instagram.com/triena_oktaviani/

Benteng ini bisa menampung 12.000 prajurit yang terdiri dari tentara rakyat pribumi atau KNIL dan perwira tinggi Belanda serta tentara bayaran dari Eropa. Pada setiap pojok luar benteng terdapat bangunan pengintaian dan sebagai pos penjagaan untuk mengantisipasi serangan musuh.

Baca Juga  Ingin Berwisata Ke Tempat yang Lebih Dekat dengan Alam? Hutan Tinjomoyo Tempatnya

Kondisi gedung memang sangat kokoh dan masih berdiri sampai sekarang walaupun sudah berusia lebih dari 150 tahun. Namun banyak dinding tembok sudah terkelupas karena bangunan ini tidak mendapatkan perawatan dengan baik, tapi tidak mengurangi keindahan dan eksotisnya benteng ini.

Pemandangan sekitar dari ketinggian, foto: instagram.com/arisarmu_tourism/

Pada tahun 1865, terjadi gempa besar dan mengakibatkan beberapa bangunan hancur sehingga dilakukan pembangunan kembali. Kemudian tahun 1872, gempa besar terjadi lagi sehingga kondisi bangunan menjadi miring dan para tentara harus pindah tempat untuk meninggalkan gedung tersebut.

Selanjutnya separuh bangunan benteng digunakan sebagai penjara tempat hukuman bagi para pejuang tanah air yang tertangkap atau tahanan politik. Letak bangunan penjara berada di sebelah barat dan sebagai gerbang pintu masuk yang datang dari arah utara dan barat melewati RSUD Ambarawa.

Salah satu terowongan, foto: instagram.com/ajengyuli.p/

Bangunan bekas gudang penyimpanan juga terlantar sehingga banyak ditumbuhi rumput dan semak belukar dan terlihat angker. Namun bangunan bernuansa klasik serta memiliki cerita sejarah ini membuat banyak orang penasaran dan berkunjung ke benteng ini agar bisa melihat lebih dekat.

Keindahan bangunan kuno ini menjadi daya tarik tersendiri sehingga banyak wisatawan berkunjung untuk mengabadikannya dalam bentuk foto ataupun sebagai background selfi. Selain itu, banyak juga pengunjung yang melakukan rekaman video untuk koleksi pribadi  ataupun diunggah ke Youtube.

Benteng Pendem Ambarawa Sebagai Salah Satu Tempat Wisata di Semarang

Salah satu spot foto favorit, foto: instagram.com/qotiejaya/

Jarak Benteng Pendem Ambarawa dari pusat kota Semarang sekitar 40 km ke arah selatan dan bisa ditempuh selama 1 jam menggunakan kendaraan bermotor. Jalur transportasi lebih mudah melalui tol Semarang-Solo dan menyambung jalur tol Ungaran-Bawen atau melalui jalur alternatif Ungaran-Bawen.

Baca Juga  Megahnya Pagoda Tertinggi di Indonesia, Pagoda Avalokiteswara Watugong Semarang

Lokasi Benteng tidak jauh dari Jln.Raya Jenderal M Sarbini di sebelah timur dan bisa melihat gerbang utama, namun sudah ditutup dengan kawat besi di pinggir jalan. Kondisi tembok benteng sudah tertutup beberapa lumut dan tanaman liar sehingga terlihat seperti rumah hantu dan berkesan mistis.

Pesona bangunan, foto: instagram.com/dhuwananx/

Alamat lengkapnya berada di desa Lodoyong, kecamatan Ambarawa kabupaten Semarang yaitu kawasan masyarakatnya mayoritas menekuni usaha sebagai pandai besi. Namun ada juga masyarakatnya masih jadi petani karena di sekitar bangunan benteng banyak sawah milik warga.

Bangunan benteng memiliki 2 lantai tersebut dimanfaatkan bagi kepentingan Lembaga Pemasyarakatan dan Polisi Militer. Sedangkan bangunan besar bekas rumah perwira Belanda Letnan SW Albreda kondisinya masih terawat dengan baik dan digunakan sebagai kantor serta tempat tinggal.

Bangunan tua lainnya ternyata masih digunakan sebagai tempat tinggal para pegawai Lembaga Pemasyarakatan dan Polisi Militer. Para pengunjung dilarang naik ke lantai 2 karena bisa mengganggu orang-orang yang tinggal disana, kecuali meminta izin kepada RT setempat untuk jalan-jalan saja.

Beberapa pengunjung, foto: instagram.com/dhuwananx/

Walaupun digunakan sebagai tempat tinggal, namun kondisi bangunan tidak berubah masih terlihat seperti aslinya sehingga tampak pemandangan bangunan klasik. Biasanya para pengunjung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk narsis dan mengambil foto bangunan kuno tersebut.

Sedangkan bangunan lain di seberang seperti tidak terurus dan banyak rumput serta tanaman tumbuh dalam gedung tersebut serta temboknya sudah banyak terkelupas. Namun di lantai 1 tampaknya masih digunakan dan dimanfaatkan warga setempat sebagai sarang burung walet.

Di lantai 2 terdapat jembatan kayu untuk menghubungkan kedua bangunan tersebut dan biasa dimanfaatkan pengunjung sebagai ajang selfi diatas jembatan.  Tampaknya jembatan tersebut masih dirawat dengan baik karena kondisi kayunya terlihat baru serta masih digunakan warga setempat.

Keseruan berfoto di dalam benteng, foto: instagram.com/nilamilhah/

Di sudut bangunan di pinggir sawah terdapat sebuah masjid kecil dan biasa digunakan sebagai tempat beribadah warga. Para pengunjung bisa berjalan-jalan diluar gedung dengan bebas untuk melihat bangunan tua sebagai saksi sejarah penjajahan Belanda di masa lalu.

Baca Juga  Nongkrong Seru Bareng Teman Sambil Makan Nasi Pecel di Simpang Lima Semarang

Struktur bangunan masih terlihat seperti aslinya dan pernah digunakan sebagai tempat pembuatan film kemerdekaan seperti film Sang Kyai dan film Perjuangan Bung Karno. Hal ini juga membuat benteng Pendem Ambarawa semakin populer dan banyak wisatawan penasaran untuk berkunjung kesana.

Acara horor sebuah televisi nasional juga pernah melakukan syuting di benteng ini untuk mengungkap misteri  pada gedung tua tersebut. Selain itu, digelar pula acara Uji Nyali secara terbuka bagi para peserta jika ingin menguji mental dan berada di lokasi ini dimulai dari tengah malam sampai pagi.

Tiket Masuk dan Lokasi Benteng Pendem Ambarawa      

Kondisi jalan di dalam bangunan, foto: instagram.com/seputarsemarang/

Dari arah Barat, para pengunjung bisa melewati Museum Kereta Api dan menyusuri jalan menujuh ke RSUD atau Kamp Batalyon Militer. Selanjutnya menuju gerbang dengan bertuliskan Beteng  Ambarawa dan logo di kanan kiri milik Polisi Militer dan Lembaga Pemasyarakatan.

Rute perjalanan menuju benteng juga bisa diakses melalui perkampungan dengan menyusuri jalan setapak di tengah persawahan. Selain itu, jalan menuju lokasi benteng juga bisa dilihat melalui peta yang bisa dilihat pada Google Map dan bisa mengetahui jarak serta jalur transaportasi yang akan digunakan.

Benteng dari kejahuan, foto: instagram.com/tjahjonorahardjo/

Selanjutnya menuju tempat parkir kendaraan dengan membayar uang sebesar 5000 rupiah sebagai biaya parkir sekaligus harga tiket masuk. Para pengunjung harus melapor dan meminta izin kepada petugas di kantor Lapas yang berada di pintu masuk sebelum memasuki kawasan benteng Pendem.

Lokasi: Jl. Benteng Dalam No. 1, Kupang, Lodoyong, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah 50611
Map:
KlikDisini
Buka/Tutup:
08.00-16.30
HTM:
Rp.5.000/Orang
Telepon:
(0298) 591017

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply