Bendungan Karangkates Malang, Ini Sejarah dan Misteri Dibalik Pesona Keindahannya

2134 views

Warga kota Malang mana yang tidak mengetahui tempat wisata Bendungan Karangates atau populer juga dengan nama Waduk Ir Sutami. Selain itu, para pengguna jalan yang melewati arah Blitar menuju Malang, tentunya familiar sekali dengan kawasan ini. Ini adalah rest area yang menjadi favorit para pengendara yang melintasinya.

Kemegahan Bendungan Karangkates, foto: mydailymail.files.wordpress.com

Para pengguna jalan yang melewati area bendungan ini tak jarang turun sembari istirahat menikmati ketenangan suasana sekitarbendungan. Pemandangan bendungan yang begitu mengesankan membuat popularitasnya semakin meroket tidak hanya dari mulut ke mulut.

Ketika melihat keindahan pemandangan bendungan seperti ini rasanya pasti kurang jika tidak diabadikan kedalam foto atau gambar bahkan video dan diposting ke media sosial. Jaman sekarang semua orang tidak ingin melewatkan moment-moment terbaiknya begitu saja tanpa didokumentasikan seperti saat datang kesini.

Pemandangan dari ketinggian, foto: mydailymail.files.wordpress.com

Selain sebagai PLTA, Anda dapat berkeliling waduk dengan perahu, memancing atau sekedar melihat suasana waduk untuk melepas penat, tempat ini sangat cocok sekali wisata keluarga. Dari profil, legenda, hingga kisah mistis bendungan Ir. Sutami ini dapat juga Anda temukan di internet atau di Wikipedia dan dapat menontonya di sosial media youtube.

Menelisik Sejarah dan Misteri Bendungan Karangkates Malang

Lokasi zona berbahaya, foto: juragancipir.com

Bendungan karangkates atau Sutami terletak di Karangkates, Kec. Sumberpucung, Malang, Jawa Timur yang mulai dibangun pada tahun 1975 dan selesai pada tahun 1977. Air waduk ini adalah dari sungai Brantas. Dana pembangunan yang dihabiskan mencapai US$37,97 juta jika dirupiahkan setara dengan Rp.10.093 M sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Tujuan utamanya sebagai PLTA dan destinasi wisata sehingga sejak dibuka memang telah disertai fasilitas-fasilitas pendukung sehingga tidak kalah dengan tempat-tempat wisata di kota Malang. Di waduk ini juga terdapat sport area seperti lapangan tenis, lapangan golf dan juga dilengkapi tempat pemancingan ikan.

Banyaknya pengunjung yang datang, foto: panduanwisata.id

Disebabkan letak bendungan berada di pinggiran jalan raya rute Malang-Blitar yaitu sebelah selatan Kota Malang berjarak sekitar 35 km atau berjarak kurang lebih 16 km sebelah barat destinasi wisata terkenal Gunung Kawi sehingga membuatnya sangat mudah diakses tidak hanya menggunakan kendaraan pribadi namun alat transportasi umum.

Baca Juga  Coban Tundo Malang, 3 Air Terjun Dalam Satu Lokasi. Ini Dia 12 Gambar Keindahannya

Fasilitas Waduk Bendungan Sutami

Kondisi bendungan, foto: avepress.com

Fasilitas-fasilitas di taman wisata Bendungan Sutami diantaranya adalah area parkir yang luas, taman bermain untuk anak-anak, camping ground, mini zoo, mushola, toilet, kamar mandi, warung atau kios penyedia oleh-oleh khas Malang sekitarnya, dll.

Selain alamat yang strategis, harga tiket masuk lumayan terjangkau. Memasuki pintu masuk daerah wisata Bendungan Sutami dihari biasa sebesar Rp. 7000 sedangkan saat akhir pekan sebesar Rp. 10.000. Taman wisata ini sangat recomended untuk keluarga dengan membawa serta anak-anak.

Jika ingin masuk ke wahana kolam renang harus membayar tiket lagi. Tiketnya lumayan terjangkau yaitu sebesar Rp. 5000. Disamping itu, ada fasilitas olahragadan juga ada wahana permainan seperti flying fox dan banyak lainnya. Banyak kios-kios menjajakan tidak hanya cindera mata khas Malang namun makanan dan juga minuman.

Kolam renang disiniseperti didesain untuk anak-anak. Karena kolam yang terdalam saja sekitar 1 meter dan kedalaman kolam paling dangkal itu sekitar 30 cm. Kolam terdangkal diperuntukkan untuk batita.

Potret Bendungan Karangkates Malang Kini

Derasnya air, foto: i.ytimg.com

Bendungan Ir. Sutami Karangkates dibawah pengelolaan Perum Jasa Tirta 1. Luas bendungan ini mencapai 6 hektar. Air bendungan berasal dari Sungai Brantas oleh karena itu kian hari kondisi air kian keruh. Hal tersebut disebabkan kesadaran warga akan buruknya dampak membuang sampah sembarangan disungat sangat kurang.

Puncak kondisi buruk air sungai adalah tahun lalu karena banyak ikan di waduk mati. Kematian ikan-ikan semassive ini disebabkan mereka kekurangan oksigen. Menumpuknya limbah cair diantaranya deterjen industri membuat pesat perkembangbiakkan algae sehingga oksigen dalam air semakin menipis.

Jalan yang ada di sekitar, foto: teluklove.com

Terlepas dari hal tersebut, waduk ini bisa menghasilkan listrik mencapai 400 juta kwh/ tahun dimana kapasitas telah terpasang sebesar 3×35 MW (Mega Watt). Disamping itu merupakan destinasi wisata juga khusunya warga Malang dan Kediri. Rimbunnya pepohonan serta ketenangan yang disuguhkan ketika berada disini menjadi magnet pengunjung datang.

Baca Juga  90 Restoran Murah di Surabaya ini Dapat Dijadikan Pilihan Untuk Merayakan Ulang Tahun

Akan tetapi itu adalah cerita lalu karena kini kondisi waduk sudah tidak demikian. Kisah indah di waduk ini semakin hilang karena bau yang ditimbulkan sekarang tidak sedap serta banyak sekali sampah plastik ataupun cair mengapung di air. Keadaan tersebut cukup memprihatinkan.

Zona Bahaya

Akses menuju Bendungan, foto: googleusercontent.com

Di Karang kates ini terdapat Dam Lahor yang merupakan bendungan cadangan Waduk Karangkates Sutami. Fungsi Dam Lahor ini salah satunya adalah menyuplai air saat kibik air Waduk Ir. Sutami menurun. Pengunjung juga dapat mengelilingi area Dam Lahor dengan membayar sewa perahu motor.

Biaya naik perahu ini beragam tergantung dari kondisi perahu ataupun lama berkeliling. Selain itu pengunjung banyak yang memancing ikan diarea ini. Akan tetapi selalu waspada jika di area zona bahaya waduk yang membendung air sungai brantas ini.

Kegiatan yang bisa dilakukan, foto: mediamasha.com

Di area Zona Bahaya tidak diperbolehkan perahu melintas maupun untuk memancing. Zona Bahaya adalah pintu air karena memiliki kekuatan menyedot air luar biasa disebabkan ada saluran air tepat dibawah pintu masuk dengan kapasitas sangat tinggi.

Hal tersebut sangat dikhawatirkan jika ada perahu atau siapapun yang dekat dengan area tersebut akan terseret seketika masuk dalam air saat pintunya dibuka. Terdapat sebuah lingkaran tong untuk mengamankan area ini karena memang zona terlarang bagi siapapun. Pembuatan penanda ini untuk menghindari kelalaian para pengunjung.

Misteri yang ada di sekitar, foto: iftfishing.com

Pada tahun 2014 terjadi keretakan yang lumayan yaitu sepanjang 70 meter. Menurut pengamatan dan observasi yang dilakukan Perusahaan Umum Jasa Tirta Malang Jatim tanah yang retak memiliki kedalaman 1 meter yang dianggap masih wajar. Menurut berita yang dihimpun, penyebab keretakan kemungkinan karena cuaca dan usia.

Baca Juga  Coban Baung Gunung Kawi Malang, Air Terjun dengan Panorama Indah yang Masih Menyimpan Misteri

Saat kabar keretakan ini mencuat, para warga sekitar cukup panik apalagi jika keretakan sampai meluas bahkan sampai ada kabar bahwa waduk jebol namun hingga sampai 70 meter saja struktrur aspal yang retak. Pihak pengelola kala itu memberi info akses masuk bendungangan ditutup. Penutupan tersebut berlangsung selama sebulan.

Perahu yang ada di sekitar, foto: iqbalazhari.com

Selama penutupan dilakukan penelitian disini sehingga akses kesana ditutup semua. Bagi para pengendara yang biasanya melewati atas bendungan dialihkan lewat terowongan atau jalur bawah. Untuk yang ingin menginap di area sekitar waduk terdapat beberapa pilihan penginapan dengan range harga yang dapat disesuaikan dengan budget Anda.

Selain itu, bendungan ini juga terkenal dengan ramalan Jaya bayayang mengatakan mengenai sungai brantas dsb. Ada sebuah kegiatan bernama Pladu yang dilakukan hampir setiap tahun. Bagi yang berencana datang kesini dapat melihat informasi peta dan lainnya dibawah ini

Pemandangan alam sekitar, foto: gedangsari.com

Lokasi: Karangkates, Sumber Pucung, Malang, Jawa Timur 65165
Map: KlikDisini
HTM: Rp.7.000/Orang
Buka/Tutup: 07.00–17.00
Telepon: –

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply