Bambu Indah Ubud, Sejuta Pesona Menginap di Bali, 12 Foto ini Buktinya

362 views
Belum ada Rating

Bali merupakan jantung pariwisata Indonesia. Luas yang membentang dari timur ke barat sepanjang kurang lebih 150 km dan 80 km ke utara ke selatan, hampir setiap sudut di Bali sarat akan destinasi wisata.

Kebudayaan Bali yang masih terjaga sampai saat ini menjadi daya tarik wisatawan dalam maupun luar negeri. Mayoritas penduduk Bali beragama Hindu. Mereka masih memegang teguh adat istiadat dan nilai-nilai agama yang dipeluknya.

foto by tripadvisor.com

Terbukti banyaknya tempat peribadatan dan senantiasa digunakan untuk beribadat. Kebudayaan dan seni juga dijunjung tinggi terbukti banyaknya relief, arca, lukisan, kerajinan dan seni pertunjukan khas Bali.

Ubud terletak di utara ibu kota Bali, Denpasar. Lokasi ini sudah diakui secara internasional karena seni pertunjukan dan seni kerajinan yang luar biasa sehingga menjadikannya sebagai salah satu pusat budaya dan artistik di Indonesia.

Berbeda dengan daerah pantai yang panas, Ubud sarat akansawah, sungai, dan hutan. Ditambah lokasi Ubud berada di dataran tinggi secara keseluruhan lebih sejuk dibanding lokasi tepi pantai.

foto by nytimes.com

Desa Ubud dan desa sekitarnya menawarkan kesenian dan kerajinan indah seperti kain tenun, ukiran kayu, kerajinan perak, wayang kulit, lukisan, patung. Semua kerajinan itu bisa dibawa pulang wisatawan setelah membayar kepada penjualnya.

foto by balitour-paket.com

Titik pusat Ubud terletak di seberang pasar kota dan theatre desa dimana pertunjukan tarian tradisional digelar pada malam hari. Ubud juga menawarkan wisatawan yang ingin belajar budaya dan berpartisipasi dalam banyak upacara Hindu Bali yang berlangsung hampir setiap hari.

Selain menjadi lokasi wisata religi dan galeri, beberapa tahun terakhir Ubud juga menjadi pusat kuliner Bali. Sepanjang jalan raya penuh dengan restoran kelas dunia, kafe, dan restoran lokal.

Tentu saja perkembangan pariwisata di Ubud disertai juga perkembangan hotel dan penginapan di Ubud dan sekitarnya. Hotel yang akan dibahas pada artikel ini adalah hotel Bambu Indah. Sebuah hotel dengan fasilitas layaknya resort dan villa.

foto by beautynesia.id

Nama hotel Bambu Indah sangat cocok dengan konsep bangunan dimana material sebagian besar terbuat dari bambu. Sangat berbeda dengan perumahan Bambu Apus Cipayung maupun cluster Taman Dasana dekat Cibubur.

Sejarah dan Perkembangan Hotel

Baca Juga  Lokasi Olahraga Golf Paling Menarik di Bali, New Kuta Golf

Bambu Indah didirikan oleh John dan Cynthia Hardy. John datang pertama kali ke Bali pada tahun 1975. Dia tertarik akan budaya dan kesenian Bali, terutama kerajinannya. Dia menetap dan mulai memproduksi perhiasan dan bekerja sama dengan perajin lokal.

John bertemu Cynthia di awal tahun 1980an. Cynthia baru saja pindah ke Bali dan juga menciptakan kerajinan perhiasan sendiri. Kemudian mereka bersama-sama membangun John Hardy Jewelry dan terus menjadi merek perhiasan internasional yang sukses.

Salah satu kunci keberhasilan mereka adalah mereka melakukan pendekatan bisnis dengan cara menghormati tanah, manusia, dan budaya Bali. Mereka juga terus berbuat baik dan bekerja sama dengan penduduk lokal.

Pada tahun 2006, duo ini mendirikan Green School. Mereka membangun sekolah dengan arsitektur terbuat dari bambu, menggabungkan teknologi tradisional dan teknologi mutakhir. Hasilnya adalah lingkungan belajar mengajar yang inspiratif dan nyaman sebagai tempat belajar.

Elora, puteri John mendirikan Ibuku pada tahun 2010 yaitu sebuah layanan arsitektural bambu dan perabotan eco friendly yang bisa dipesan. Beberapa desain Ibuku dapat dilihat di Bambu Indah, misalnya perabotan makan, Dapoer Restaurant, Rumah Sumba dan Rumah Minang.

Anak laki-laki John, Orin, memimpin inisiasi Ibuku Gardens untuk merancang landscape yang indah, fungsional, dan produktif. Taman hasil Ibuku Gardens dapat juga dilihat di sini. Taman ini memasok sebagian besar menu restoran.

Saat ini, Ibuku adalah kolaborasi arsitek, perancang, insinyur, dan pengrajin internasional yang sukses. Mereka telah membangun lebih dari 40 luxury bangunan dan taman eco friendly.

Keunikan Hotel

Saat pertama kali sampai di hotel, pemandangan alam asri langsung menyejukkan pandangan. Konsep boutique green hotel benar-benar diterapkan di hotel ini. Material bangunan dari hotel ini terbuat dari bambu dan bahan alam lain namun dengan tidak mengesampingkan fasilitas-fasilitas modern layaknya hotel berbintang.

Kamar yang disajikan semuanya menarik, namun ada satu tipe kamar yang menjadi icon dari hotel ini yaitu The Udang House. Di sini tamu bisa merasakan menginap di atas tambak udang buatan, benar-benar bed di atas tambak udang karena lantai terbuat dari kaca (glass floor) sehingga ikan dan udang terlihat dari dalam kamar.

foto by beautynesia.id

Dilengkapi pula dengan jaring kecil dan perahu tradisional, makin melengkapi suasana village villas nan asri. Sensasi tidur di atas tambak udang dengan shrimp yang berenang-renang di bawah tempat tidur tidak ditemukan di tempat lain.

Baca Juga  Liburan di Ubud? Jangan Lupa Mampir ke 15 Restoran Ini

Bangunan menarik lain di hotel ini adalah Minang House. Sebuah rumah mengadopsi rumah asal Sumatera Barat namun dibangun seluruhnya dari material bambu. Minang House digunakan sebagai tempat yoga di pagi hari, tempat istirahat tamu, maupun makan malam romantis.

foto by roomandwild.com

Makanan yang disajikan di Dapoer Special Dinners bergaya tradisional Indonesia dengan mengedepankan fresh food karena dipetik langsung dari kebun yang ditanam di area hotel. Jika cuaca sedang bersahabat dinner digelar di area terbuka Africa Deck menghadap matahari terbenam, sungai, dan sawah.

Namun jika cuaca mendung atau hujan, makan malam digelar di Minang House atau Bale Kuno. Tetap terasa nuansa romantis meski bukan di treehouse.

Kolam renang di hotel ini juga mengadopsi konsep eco friendly. Dibangun tanpa bahan kimia, tanpa semen, dan air bebas klorin. Sebagai gantinya kolam dibuat dengan lapisan polyethylene dengan tingkat kerapatan tinggi, batu lava, zona vegetation regeneration.

foto by travelingyuk.com

Hasilnya kolam hijau alami bebas bahaya. Begitu alaminya, kadangkala ada satu atau dua ekor ikan hidup di kolam ini tanpa dipelihara. Untuk menjaga kebersihan kolam, setiap bulan, tepatnya pada saat bulan purnama kolam ini dikosongkan dan dibersihkan untuk kemudian diganti dengan air baru keesokan harinya.

Hal menarik lain adalah disediakannya alat musik harpa yang dipasang di tiang bawah Minang House. Tamu bisa memainkan harpa ini. Rasakan sensasi memetik harpa berpadu dengan suara-suara alam yang syahdu. Alat ini dirancang oleh arsitek sound bernama Rudiger Schodel.

Tamu yang ingin merasakan relaksasi spa di sini tersedia spa dengan berbagai pilihan relaksasi. Diantaranya pijat tradisional Bali, pijat penyembuhan, pijat refleksi, paket massage & scrub, paket massage & mask, menicure dan pedicure. Prices mulai USD 25.

Hotel ini juga sering dijadikan privat wedding ceremony, pesta pernikahan yang lebih privat dengan kapasitas maksimal 200 tamu undangan.

foto by apelphotography.com

Beberapa website traveling seperti Tripadvisor, Booking.com, Agoda, Pegipegi dan lain-lain memberikan reviews bagus untuk hotel ini.

Selain itu, beberapa majalah luar negeri juga mengulas keunikan dan keindahan hotel Bambu Indah, diantaranya Vogue – Espana, Conde Nast Traveler, Asia Spa, Architecture Digest, The New York Times, The Edge Singapore, Prime Traveler, Trip Magazine, Asia Weddings & Honeymoons, dll.

foto by destinationweddingmag.com

Tipe-tipe Kamar

Baca Juga  Ternyata Terdapat Monumen Bom Bali di Pulau Dewata, ini Dia 12 Fotonya

Tipe-tipe kamar yang tersedia diantaranya tipe Rumah Pagoda, Rumah 2- Kamar Tidur Sumba, Rumah 2 – Kamar Tidur Elora & Orin dengan kapasitas sampai dengan 4 orang.

Kemudian kamar dengan kapasitas 2 orang terdiri dari tipe Suite dengan Kolam Renang Pribadi, Suite dengan Pemandangan Sungai, dan Rumah 1.

Tipe Rumah 1 terdiri dari Kamar Tidur Kolam, Kamar Tidur Udang, Kamar Tidur Padi, Kamar Tidur Afrika, Kamar Tidur Jawa Lama, Kamar Tidur Manis, Kamar Tidur Kuno, Kamar Tidur Kuning dan Kamar Tidur Biru.

foto by bambuindah.com

Sementara untuk wisatawan yang bepergian sendiri bisa memilih tipe Rumah 1- Kamar Tidur Kuda yang menyediakan single bed accomodation.

foto by booking.com

Lokasi Hotel

Beralamat di jalan Banjar Baung, Desan Sayan, Ubud Kabupaten Gianyar, dapat ditempuh 1 jam perjalanan dari bandara Ngurah Rai, atau 15 menit dari pusat Ubud. Ikuti saja map yang tersedia di link di akhir artikel ini untuk mengetahui address secara detail.

Cara Booking

Anda bisa melakukan booking melalui situs traveling Tripadvisor, Agoda, Booking.com, Pegipegi, Airbnb, Expedia dll atau melalui telepon 0361-977922 / 0361-974357

Fasilitas Lain

Sama seperti luxury hotel dan resor, fasilitas di hotel ini adalah wifi gratis, parkir gratis, sarapan gratis, kolam renang di luar, laundry, AC, spa dan pusat kebugaran, bar, antar jemput bandara gratis. Sementara hanya melayani penumpang, belum tersedia mobil cargo.

Akan tetapi, jalan-jalan di hotel ini tidak rata karena dibuat dari batu-batu yang disusun kadang tidak beraturan, oleh karena itu hotel ini tidak cocok bagi tamu dengan kursi roda maupun kereta bayi, tapi sangat friendly bagi yang ingin menikmati alam dengan berjalan kaki.

foto by bambuindah.com

Informasi event dan dialy activities bisa didapat di akun Facebook Bambu Indah atau instagram @bambuindahubud. Admin media sosial ini cukup aktif memberikan update terbaru, satu hari bisa update beberapa kali.

Lokasi: Jl. Banjar Baung, Desa Sayan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571
Map: KlikDisini
HTM: mulai dari Rp. 1.500.000
Buka / Tutup: 24 jam
No Telp: 0361-977922 / 0361-974357 WhatsApp +62 812 38 34 31 74

Yuk Beri Rating Tempat Diatas

Related Post

Leave a reply