Yuk Tonton Air Mancur Menari Sambil Jalan Jalan Sore di Alun Alun Kota Malang dan Nikmati 10 Fasilitas Baru ini

761 views

Ketika kota lain di Indonesia hanya memiliki satu alun-alun di satu titik, ataupun lebih dari satu tapi letaknya berjauhan. Berbeda dengan kota Malang. Daerah yang memiliki julukan Kota Wisata ini punya dua alun-alun yang lokasinya hanya berjarak sekitar 1 kilometer. Keduanya dibatasi oleh Sungai Brantas.

Alun-alun Kota Malang, foto: malangstrudel.com

Jarak boleh hanya selemparan batu tapi sejarah yang menyelubungi keduanya berbeda. Perbedaan itu juga terlihat dari sebutan bahwa satu alun-alun berkonsep untuk penguasa sedangkan satu lagi untuk masyarakat. Sejarah menuliskan hal seperti itu. Namun, perbedaan ini menjadikan keduanya menarik untuk ditelusuri

Mengenal Alun-alun Kota Malang

Bersihnya jalan sekitar, foto: idntimes.com

Melihat peta, letak Alun-alun Kota Malang ini diapit oleh Jalan Merdeka Barat, Jalan Merdeka Utara, Jalan Merdeka Timur, dan Jalan Merdeka Selatan. Persisnya di alamat Jalan Merdeka atau depan Masjid Agung Jami’.

Kawasan ini biasa disebut dengan Alun-alun Kota Malang atau Alun-alun Jami’ atau Alun-alun Merdeka.Secara geografis, ia berbatasan dengan Masjid Agung Jami’ di sebelah barat, Sarinah di sebelah utara, Ramayana di timur laut, sedangkan sebelah selatan berbatasan dengan kantor pos.

Akses menuju lokasi, foto: tripadvisor.com

Posisinya ditengah kota sangat mudah digapai. Ia bahkan berjarak 13 kilometer dari Bandar Udara Abdul Rachman Saleh. Terminal Arjosari berjarak 8 kilometer dari sini sedangkan Terminal Landungsari berjarak 9 kilometer.

Tahun 2015, kawasan ini direnovasi besar sehingga terlihat lebih lapang, tersedianya fasilitas terbaru yang ditambahkan. Ini menambah keinginan masyarakat untuk mengunjunginya. Renovasi yang dilakukan termasuk meluaskan area rumput, kios, serta melindungi pohon beringin. Tak hanya itu, tempat ini dilengkapi dengan air mancur menari, playground, kursi, lampu taman, open theater, tempat bermain skateboard, serta tempat memberi makan burung merpati. Warga difabel dan ibu menyusui pun diberikan fasilitas.

Tuliasan yang ada di lokasi, foto: dolandolen.com

Air mancur menari mungkin highlight dari fasilitas baru. Lokasinya tepat ditengah-tengah. Saat malam hari, air ini akan disoroti oleh lampu sorot seakan mengiringi tarian air mancur ini. Suasana di sini memang mendukung untuk beromantis ria, tapi jangan sampai ciuman dengan pasangan di sini. Tetap saja, kita masih memegang teguh adat timur. Di samping itu, aktivitas memberi makan burung merpati juga bisa menjadi favorit bersama keluarga.

Baca Juga  Misteri Angker Benteng Pendem Ngawi dan Sejarah Asal Usul Bangunan

Sejarah Alun-alun Kota Malang

Pemandangan dari ketinggian, foto: malangchannel.com

Kawasan ini dibangun pada tahun 1882. Tempo dulu, ia dibangun sebagai simbol kekuasaan dari kota-kota di Pulau Jawa. Pembangunannya pun berbeda dari biasanya. Sebuah alun-alun biasanya dibangun dikelilingi oleh bangunan, tapi ini tidak. Ia justru tak menghadap pendopo kabupaten.

Posisi ini yang merepresentasikan Pemerintah Kolonial Belanda ingin “berkuasa” pada saat itu. Mereka membangun banyak bangunan khas Belanda, dari rumah, bank, gereja, sampai tempat berpesta. Jadi, fungsi awalnya adalah untuk membentuk pandangan bahwa pusat kota sudah dikuasai kolonial

Daya tarik air mancur, foto: jalan-jalan-malang.blogspot.co.id

Namun, terjadi perlawanan dari masyarakat dengan mendatangi bahkan bersantai di bawah pohon alun-alun tersebut. Terbukti dari foto hitam putih yang diambil sekitar tahun 1900an.

Kemudian, pemerintah kolonial pun semakin mengabaikan keberadaannya. Mereka membangun trem yang membelah kawasan tersebut dari arah barat laut menuju tenggara. Setelah kota Malang lahir, tahun 1914, pihak Pemerintah Kota Hindia Belanda membuat rencana pembangunan tata kota tapi tidak memasukkan kawasan ini.

Dari sini, Thomas Karsten, mulai menata ulang dan membangun kawasan yang miripdengan bangunan mengelilinginya. Inilah salah satu latar dibangunnya Alun-alun Tugu Kota Malang.

Asal usul Alun-alun Tugu Kota Malang

Masjid di dekat, foto: ilovemalang.net

Awal mula nama Alun-alun Tugu adalah Taman JP Coen Plein.Tujuan utama pembangunan kawasan ini adalah untuk pelengkap halaman gedung Kegubernuran jaman Hindia-Belanda. Pertama di bangun, kawasan ini sangat sederhana, tanpa tugu, air mancur, pagar tepian, dan sebagainya.

Pembangunan tugu di tengah taman justru dimulai pada 17 Agustus 1946. Tapi ketika pembangunan tugu sudah hampir rampung, Belanda menghancurkannya saat Agresi Militer Belanda 1. Tapi tugu pun dibangun kembali pada 1953 oleh pemerintah Kota Malang. Pembangunan tugu selesai dan diresmikan oleh Presiden Ir. Soekarno.

Baca Juga  Siapa Yang Tidak Tahu Kelezatan Makanan Warung Wareg Batu Malang, 20 Rumah Makan Ini Juga Tak Kalah Lho!

Sekarang, di tahun 2018, Alun-alun Tugu Kota Malang memiliki keasrian. Ada taman bunga, pohon trembesi, setya kolam luas yang ditanami teratai. Di sini pun ada air mancur yang dinyalakan dengan jadwal tertentu. Pengunjung pun senang duduk di kursi taman yang mengarah ke kolam teratai. Bahkan para fotografer pun senaang memburu gambar di sini.

Lokasi Alun-alun Kota Malang, foto: tstatic.net

Harga Tiket Masuk

Tak ada harga tiket masuk baik di Alun-alun Kota Malang ataupun Alun-alun Tugu yang dibuka untuk umum. Akan tetapi ada biaya parkir sebesar Rp 2.00 untuk sepeda motor. Sedangkan kendaraan roda empat sebesar Rp 5.000. Fasilitas yangada di kedua tempat ini bisa Anda nikmati tanpa dipungut biaya apa pun.

Rute Perjalanan

Pepohonan yang ada di sekitar, foto: tribunnews.com

Jika Anda datang dari Stasiun Kota Malang, arahkan kendaraan Anda menuju Jalan Kertanegara, kemudian Alun-alun Tugu, Jalan Simpang Mojopahit serta Gereja Kayu Tangan. Dari situ Anda akan sampai ke Alun-alun Kota Malang. Dari jalur ini, Anda bisa menuju Alun-alun Tugu dahulu sebelumnya.

Setelah bermain di kota Batu pun Anda masih bisa beristirahat sejenak di sini. Anda bisa melalui Jalan Raya Tlogomas, lanjut ke Jalan MT Haryono. Di pertigaan Gajayana ambil lurus begitu pula di perempatan Jembatan Suhat. Anda pun akan berada di Jalan Mayjen Panjaitan.

Kemudian bertemu pertigaan Jalan Bogor, ilakan ambil lurus. Masuk di Bundaran Jalan Bandung pun ambil lurus. Terus saja sampai pertigaan McDonalds Kayu Tangan. Kemudian Anda belok kanan menuju Gereja Kayu Tangan. Tak lama, Anda akan sampai di tujuan.

Naik angkot menuju Alun-alun kota Malang dan Alun-alun Tugu Malang bisa diraih dengan angkutan umum jalur MM (Mulyorejo-Madyopuro) atau jalur GA/HA (Gadang/Hamid Rusdi – Arjosari).

Baca Juga  Dijamin Ketagihan! 75 Wisata Kuliner Kota Malang Yang Buka 24 Jam Ini Menyajikan Menu Makanan Seafood Hits

Wisata Kuliner

Foto-foto walikota malang, foto: ilovemalang.net

Belum lengkap rasanya jika sudah berkunjung ke sini tapi tak berwisata kuliner. Anda bisa berjalan kaki ke arah stasiun kereta Kota Malang untuk menikmati bakso yang menjadi ciri khas Kota Malang. Ada pula sempol khas Malang yang sayang dilewatkan.

Tak hanya kulineran, di sekitar tempat ini ada beberapa kawasan yang bisa dikunjungi sekaligus seperti Museum Malang Tempo Doeloe, Wisma Tumapel, serta Pasar Splendid.

Penginapan di Sekitar Lokasi

Pesona yang dimiliki oleh alun-alun, foto: tripadvisor.com

Lokasinya yang berada di tengah kota pasti keberadaan penginapan cukup banyak. Mulai dari hotel yang murah sampai hotel yang lumayan merogoh kocek. Daftar hotel yang bisa Anda pilih sebagai tempat bermalam adalah Hotel Pelangi, Hotel Malang, The Alimar Hotel. Hotel The Grand Palace, Hotel Margosuke Malang, Hotel Sahid Montana, Spendid Inn, sampai hotel bintang lima, Hotel Tugu.

Masing-masing hotel menawarkan kualitas dan fasilitas. Hotel Tugu misalnya, Anda tak hanya menginap tapi juga room tour di hotelnya. Ini karena mereka memiliki banyak lukisan, patung, cenderamata yang bersejarah. Desain setiap kamarnya pun berbeda. Anda yang menyukai hal baru pasti menyukai konsep hotel ini.

Jalan di sekitar, foto: malangsatu.com

Lokasi: Jalan Merdeka Selatan, Kauman, Kiduldalem, Klojaen, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim) 65119
Map: 
Klik Disini
HTM:
Gratis
Buka/Tutup:
24 jam
Telepon:
0341-352712

0/5 (0 Reviews)
Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply